7 Hari Tak Ketemu, Pencarian Kakek Sebatang Kara Hilang di Banyumas Ditutup

7 Hari Tak Ketemu, Pencarian Kakek Sebatang Kara Hilang di Banyumas Ditutup

Anang Firmansyah - detikJateng
Sabtu, 17 Jan 2026 22:02 WIB
Tim SAR gabungan menyisir area hutan untuk melakukan pencarian terhadap Kakek Kardan (78) yang dilaporkan hilang di Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Sabtu (17/1/2026).
Operasi pencarian Mbah Kardan (78), yang dilaporkan hilang di Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Sabtu (17/1/2026).Foto: dok. Basarnas Cilacap
Banyumas -

Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seorang warga lanjut usia yang dilaporkan hilang di wilayah perbukitan Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Hingga hari ketujuh pencarian, warga setempat bernama Kardan (78) belum berhasil ditemukan.

Operasi SAR dipimpin oleh BASARNAS Kantor SAR Cilacap bersama Tim SAR Gabungan. Pencarian terakhir dilakukan pada Sabtu (17/1) dengan memperluas area penyisiran di kawasan perbukitan Hutan Pekuncen.

"Pada hari ketujuh pencarian, Tim SAR gabungan melakukan perluasan area pencarian terutama di lereng perbukitan Hutan Pekuncen," kata Komandan Tim Rescue, Amin Riyanto dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam operasi tersebut, Tim SAR dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran darat ke arah utara dari lokasi kejadian perkara (LKP) dengan cakupan area sekitar 3 kilometer persegi. Sementara SRU 2 menyisir ke arah selatan dengan luas area yang sama.

ADVERTISEMENT

Adapun SRU 3 yang semula direncanakan melakukan pemantauan melalui udara menggunakan drone terpaksa membatalkan rencana tersebut karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.

"SRU 3 yang seharusnya melakukan pemantauan via udara menggunakan drone, dialihkan ke penyisiran darat di sekitar LKP untuk mencari tanda-tanda keberadaan survivor," ujarnya.

Selain melakukan penyisiran, Tim SAR Gabungan juga menyebarkan informasi kepada warga yang beraktivitas di kebun maupun hutan, serta ke desa-desa sekitar.

"Kami juga melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat, termasuk warga desa tetangga, apabila menemukan tanda-tanda keberadaan survivor," jelasnya.

Namun, upaya pencarian menghadapi sejumlah kendala. Cuaca di kawasan hutan yang cepat berubah serta vegetasi yang lebat menjadi tantangan utama bagi Tim SAR selama operasi berlangsung.

"Tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian selama 7 hari sesuai SOP BASARNAS. Kami telah mengerahkan personel, relawan, masyarakat sekitar, drone UAV, hingga anjing pelacak (canine), namun hingga hari ketujuh survivor belum ditemukan. Selanjutnya operasi SAR ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria lanjut usia bernama Kardan (78) alias Mbah Kardan dilaporkan hilang sejak Sabtu (11/1) di wilayah perbukitan Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Hingga hari keempat pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Desa Karangkemiri, Subur Topoprikhanto, mengatakan Mbah Kardan hidup sebatang kara di sebuah gubuk di atas perbukitan dekat perkebunan warga. Sehari-hari, korban biasa mencari kayu bakar di area kebun yang dikelilingi jurang.

"Beliau ini hidup sebatang kara, tidak punya istri dan anak. Tinggal di tanah milik warga. Biasanya setiap pagi ada di rumah, tapi ini sejak Sabtu tidak pulang," kata Subur saat dimintai konfirmasi, Rabu (14/1).

Menurutnya, Mbah Kardan terakhir kali terlihat pada Jumat (9/1) sore sekitar pukul 17.14 WIB melalui rekaman CCTV rumah warga sebelah.

"Terakhir terlihat itu Jumat sore jam 17.14 WIB dari CCTV rumah sebelah, terlihat keluar. Biasanya beliau tidak pernah menginap di tempat lain kecuali di gubuknya," jelasnya.



(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads