Angin puting beliung melanda Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/1) sore. Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Detik-detik kejadian angin puting beliung sempat terekam kamera ponsel warga. Dalam video yang berdurasi 2 menit 28 detik tersebut menggambarkan bagaimana angin puting beliung menerbangkan atap warga hingga ketinggian puluhan meter.
Camat Sumbang, Hermawan Novianto, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.15 WIB. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah Desa Kotayasa selama kurang lebih lima menit dan disertai angin kencang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telah terjadi hujan besar sekitar lima menit yang disertai angin puting beliung di wilayah Desa Kotayasa," kata Hermawan dalam keterangannya, Jumat (16/1/2025).
Hermawan menjelaskan, angin puting beliung menerjang RW 3 dan RT 7 RW 5. Dampaknya, sedikitnya 46 rumah warga di enam RT di RW 3 mengalami kerusakan. Selain itu, sembilan rumah di RT 7 RW 5 juga terdampak cukup parah.
"Total ada sekitar 50 an rumah yang terdampak. Di RW 3 terdapat tiga rumah yang roboh, sementara di RW 5 ada sembilan rumah yang rusak parah. Kerusakan lainnya berupa atap rumah ambruk dan seng beterbangan," jelasnya.
Hingga Jumat malam, proses pendataan masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Banyumas, Basarnas, FPRB Kotayasa, PMI, pihak kecamatan, Polsek, Koramil Sumbang, serta relawan Pramuka Peduli (Pramuli).
"Seluruh relawan gabungan saat ini berkumpul di Balai Desa Kotayasa untuk melakukan penanganan keadaan darurat dan pendataan kerusakan," ujarnya.
Menurut Hermawan, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, kerugian material masih dalam tahap penghitungan karena terdapat sejumlah rumah dengan kategori rusak berat dan ringan.
"Korban jiwa nihil. Kerugian masih kami data karena ada beberapa rumah yang mengalami kerusakan cukup parah," kata dia.
Sementara itu, warga yang rumahnya terdampak terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudara maupun tetangga terdekat. Pemerintah setempat berencana mulai melakukan perbaikan pada Sabtu (17/1) setelah pendataan kerusakan rampung.
"Korban terdampak perlu mendapat bantuan mengingat kerusakan yang terjadi cukup parah. Rencananya besok akan diawali dengan pendataan untuk langkah perbaikan," pungkas Hermawan.
(apl/apl)











































