Curhatan Warga Pati 5 Hari Ngungsi gegara Banjir, Butuh Bantuan Makanan

Curhatan Warga Pati 5 Hari Ngungsi gegara Banjir, Butuh Bantuan Makanan

Dian Utoro Aji - detikJateng
Jumat, 16 Jan 2026 12:32 WIB
Kondisi banjir di Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jumat (16/1/2026).
Kondisi banjir di Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jumat (16/1/2026). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Pati -

Warga Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Pati sudah lima hari mengungsi di aula kantor desa karena rumahnya kebanjiran. Warga membutuhkan bantuan makanan karena selama lima hari ini baru ada dua kali menerima kiriman nasi bungkus.

Pantauan detikJateng di lokasi, ada puluhan warga yang mengungsi di aula Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Jumat (16/1/2026). Mereka menempati aula desa ini hampir sepekan.

Banjir merendam permukiman warga sejak pada Minggu (11/1) lalu. Bukannya mengalami surut, namun genangan banjir justru terus mengalami kenaikan, karena curah hujan yang cukup tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu warga, Tutik, mengaku mengungsi bersama suami dan anaknya. Rumah yang ia tempati terendam banjir mencapai 1 meter lebih.

"Banjir di sini itu sejak hari Minggu (11/1) lalu kedalaman sedada orang dewasa di jalan, kalau di dalam rumah seperut orang dewasa," jelas Titik ditemui di lokasi, Jumat (16/1/2026).

ADVERTISEMENT

Ia mengungsi di aula desa bersama 39 jiwa warga lainnya. Menurutnya banjir ini karena luapan Sungai Silugonggo yang tak jauh dari permukiman warga.

"Airnya itu datang Minggu pagi, sore mengungsi, sudah lima hari ini mengungsi. Bersama 39 orang yang mengungsi ke sini," tutur dia.

Selama mengungsi ini, Titik membutuhkan bantuan. Terutama bantuan makanan karena tidak bisa bekerja. Hanya menurutnya baru dua kali mendapatkan kiriman makanan.

"Bantuan berupa nasi, kemarin ada dapur umum cuman dua hari saja. Kalau ini belum tahu. Mungkin kalau ada ya alhamdulillah karena tidak bisa bekerja," jelasnya.

Banjir kali ini menurutnya lebih besar dibandingkan kejadian pada tahun 2022 silam. Sebab kenaikan genangan banjir lebih cepat tahun ini. Ia pun berharap agar banjir segera surut dan warga bisa bekerja kembali.

"Kejadian banjir itu 2 tahun yang lalu. Gede yang ini, naiknya cepet banget," ujarnya.

"Harapannya cepat surut dan bisa bekerja lagi. Suami nggak bisa bekerja biar bekerja," harapannya.

Camat Juwana, Sunaryo mengatakan di wilayahnya ada 13 desa dengan 10.765 jiwa terdampak banjir. Menurutnya jumlah wilayah kebanjiran bisa bertambah mengingat curah hujan masih tinggi.

"Saat ini Juwana dilanda banjir ada 13 desa dan jumlah jiwa 10.765 jiwa. Karena situasi bertambah terus mungkin jumlah warga (mengungsi) juga terus bertambah," jelasnya ditemui di Kantor Kecamatan Juwana.

Atas kejadian ini, pihaknya bersama TNI Polri, dan relawan Komunitas Kerukunan Umat Beragama (KKUB) Juwana mendirikan posko dan dapur umum di kantor Kecamatan Juwana. Tujuannya untuk memberikan bantuan kepada warga. Posko dan dapur umum itu baru dibuka hari ini.

"Memang kita akui bersama masyarakat yang terkena banjir sangat membutuhkan bantuan utamanya sembako, dan makanan siap saji, kemudian selimut, kondisi rumah kebanjiran dan juga masih sering hujan, sehingga kondisnya mereka tidur kedinginan," jelasnya.

"Kedalaman mulai dari 10 cm sampai 1 meter lebih," Sunaryo melanjutkan.

Menurutnya ada ratusan jiwa di Juwana yang mengungsi. Titik pengungsian seperti di Desa Doropayung, Bumirejo, Kedungpancing, Jepuro.

"Jumlah pengungsi di Doropayung 15 jiwa di Balai Desa, 87 jiwa yang ke rumah saudara, di Bumirejo juga ada. Kita juga menyiapkan tempat pengungsian di aula Kecamatan," jelasnya.

"Tim kesehatan juga kita terjunkan ke lokasi untuk memeriksa warga yang terdampak banjir," lanjut dia.

Sementara itu Ketua Dapur Umum Kecamatan Juwana, Sudi Rustanto mengatakan pihaknya bersama relawan bergotong-royong membuka posko dan dapur umum. Rencananya setiap hari ini ada 1.000 sampai 1.500 porsi makanan dimasak untuk dibagikan kepada warga kebanjiran.

"Dapur umum kita dibantu dari relawan, sehari kita bisa memasak 1.000 sampai 1.500 nasi bungkus. Mulai dari jam 08.00 WIB sampai 11.00 WIB," terang dia.

Menurutnya warga atau donatur yang ingin memberikan donasi bisa membantu atau datang langsung ke aula Kecamatan Juwana. "Kita disuport dari teman-teman pengusaha, kalau mau memberikan donasi dipersilakan," jelasnya.



(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads