17 Huntara Korban Longsor Cibeunying Cilacap Siap Dihuni 23 Januari

17 Huntara Korban Longsor Cibeunying Cilacap Siap Dihuni 23 Januari

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 15 Jan 2026 15:05 WIB
17 Huntara Korban Longsor Cibeunying Cilacap Siap Dihuni 23 Januari
Lokasi Huntara yang siap dihuni untuk korban longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Kamis (15/1/2026). (Foto: Anang Firmansyah/detikJateng)
Cilacap -

Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama BPBD dan BNPB menggelar pengundian hunian sementara (huntara) bagi 17 kepala keluarga (KK) korban longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang di balai desa setempat. Salah satu korban, Dede, mengaku bersyukur karena proses pengundian dilakukan secara terbuka dan adil.

"Undiannya itu sudah sangat-sangat adil, jadi nggak ada rasa iri. Ini sudah dimaksimalkan sekali sama BPBD," kata Dede saat ditemui di lokasi huntara, Desa Jenang, Majenang, Kamis (15/1/2026).

Dede mendapat nomor undian 11. Ia bersama keluarga korban lainnya dijadwalkan menempati huntara secara serentak pada 23 Januari 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dapat nomor 11. Pindah nanti serentak 23 Januari," ujarnya.

Dede mengaku saat longsor terjadi pada 13 November 2025 lalu, dirinya sedang bekerja di Jakarta. Ia pun langsung pulang ke kampung halaman setelah mendapat kabar duka.

ADVERTISEMENT

"Pas kejadian saya di Jakarta, kerja. Pokoknya langsung pulang. Saya kehilangan seorang istri dan dua anak," tuturnya.

Saat ini Dede tinggal sementara di rumah orang tuanya yang masih satu desa. Ia mengaku sangat terbantu dengan perhatian pemerintah.

"Saya sangat-sangat senang sekali karena sudah dibantu sama pemerintahan, sama jajarannya. Ini gratis, nggak dipungut biaya," jelasnya.

Menurut Dede, fasilitas huntara yang disediakan juga sudah sangat lengkap.

"Fasilitasnya sudah bagus, sudah dapat listrik, air pump, tempat tidur, peralatan dapur, semuanya sudah komplit, gratis," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan hari ini pihaknya melaksanakan pengundian bagi 17 KK yang rumahnya tertimbun longsor.

"Agenda kita hari ini melakukan pengundian bagi 17 kepala keluarga yang terdampak langsung longsor 13 November kemarin. Semuanya punya kesempatan yang sama, bukan kita yang menentukan, tapi mereka sendiri yang mengambil nomor," kata Taryo.

Ia menjelaskan setelah pengundian, para penerima huntara langsung diajak melihat rumah masing-masing agar mengetahui nomor unit yang akan ditempati.

"Alhamdulillah tadi berjalan lancar, mereka sekarang sudah paham dapat rumah nomor berapa," jelasnya.

Taryo menambahkan, Pemkab Cilacap telah mengajukan pembangunan total 56 unit huntara ke BNPB. Namun, yang saat ini sudah siap sebanyak 17 unit.

"Kita mengajukan 56 unit ke BNPB dan masih berproses. Tapi sesuai perintah Pak Bupati, untuk 17 ini kita percepat supaya sebelum Ramadan atau Idul Fitri mereka sudah punya tempat tinggal yang aman," ucapnya.

Untuk satu unit huntara, lanjut Taryo, disediakan dua kamar tidur, ruang keluarga, dapur, hingga peralatan rumah tangga.

"Satu unit ada dua kamar tidur, dapur, ruang keluarga. Tempat tidur, peralatan dapur, kompor, mejikom, semuanya sudah kita siapkan, jadi mereka tinggal masuk," terangnya.

Rencananya, pengisian huntara akan dilakukan secara serentak pada Jumat, 23 Januari 2026.

"Insyaallah 23 Januari nanti diisi bersama-sama. Kita juga terus berkoordinasi dengan PLN, PDAM, camat, dan kades supaya semua siap," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Kabupaten Cilacap menggeber pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk korban longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Untuk tahap awal, akan dibangun 50 hunian sebagai percontohan.

Pantauan detikJateng, lahan tersebut berjarak sekitar 1 km dari kantor balai Desa Cibeunying. Meski begitu lahan tersebut masuk wilayah administratif Desa Jenang, Kecamatan Majenang.

Lahan yang akan digunakan sudah diratakan oleh alat berat. Terdapat beberapa petugas termasuk tenda BNPB di sekitar lokasi.

Dari informasi yang didapat dari warga sekitar, lahan yang akan menjadi huntara merupakan bekas pabrik aci. Pabrik ini sudah tidak beroperasi sejak 5 tahun lalu.

Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman mengatakan proses persiapan dikebut agar warga segera mendapatkan tempat tinggal layak pascabencana.

"Huntara kesiapannya langsung dikebut. Pemda sudah siap lahannya 3,9 hektare, sudah dibuat side plannya, kurang lebih ada 240 unit yang nanti bisa dibangun di situ," kata Syamsul kepada wartawan, Minggu (23/11/2025).




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads