5 Amalan Malam 27 Rajab yang Penuh Keutamaan dan Doanya, Muslim Wajib Tahu!

5 Amalan Malam 27 Rajab yang Penuh Keutamaan dan Doanya, Muslim Wajib Tahu!

Nur Umar Akashi - detikJateng
Kamis, 15 Jan 2026 09:58 WIB
Ilustrasi orang berdoa
Ilustrasi berdoa di malam 27 Rajab. Foto: Freepik/freepik
Solo -

Malam 27 Rajab adalah tanggal yang populer dipedomani di Indonesia sebagai waktu terjadinya peristiwa menakjubkan Isra Miraj. Oleh Imam al-Ghazali, malam 27 Rajab disebut penuh keutamaan.

Disadur dari buku Membaca Al Qur'an, Dzikir, Do'a dan Wirid: Seri Ringkasan Ihya' Ulumuddin oleh Muhammad Ahsan bin Usman dan Azfa Rasyad, Imam al-Ghazali mengatakan ada 15 malam yang punya keutamaan. Di antaranya adalah malam 17 Ramadhan, malam 10 Muharam, dan malam 27 Rajab.

Karena keutamaan itulah, sebagian umat Islam biasa menghidupkan malam 27 Rajab dengan berbagai jenis amal. Apa saja yang bisa dikerjakan? Simak daftarnya melalui uraian di bawah ini, yuk!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin Utamanya:

Tanggal pasti Isra Miraj masih diperselisihkan ulama. Di Indonesia, mayoritas mengikuti pendapat malam 27 Rajab.
Imam al-Ghazali mengatakan malam 27 Rajab punya keutamaan. Ada juga ulama yang tidak mengistimewakan malam itu, seperti Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim.
Di antara amalan yang dapat dikerjakan pada malam 27 Rajab 2026 adalah membaca surat al-Kahfi, bersholawat, dan beribadah secara umum.

ADVERTISEMENT

Benarkah Ada Keutamaan Malam 27 Rajab?

Perlu diketahui sebelumnya, para ulama masih berselisih pendapat mengenai waktu terjadinya Isra Miraj. Diambil dari buku Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah oleh Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdullah Syahrul Fatwa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

"Tidak ada dalil shahih yang menetapkan bulan maupun tanggalnya. Seluruh nukilan tersebut munqathi' (terputus) dan berbeda-beda." (Zadul Ma'ad 1/57 tulisan Ibnul Qayyim)

Pun jika benar Isra Miraj terjadi pada 27 Rajab, maka ada pandangan yang menolak keutamaannya dengan mengkhususkan ibadah. Sebab, hal demikian tidak dilakukan Nabi SAW dan para sahabat.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata:

"Malam Isra dan Miraj tidak diketahui waktu terjadinya. Karena seluruh riwayat tentangnya tidak ada yang shahih menurut pandangan para pakar ilmu hadits. Di sisi Allah-lah hikmah di balik semua ini. Kalaulah memang diketahui waktunya, tetap tidak boleh bagi kaum muslimin mengkhususkannya dengan ibadah dan perayaan. Sebab hal itu tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW dan para sahabatnya..."(At-Tahdzir minal Bida', hal 19)

Dikutip dari buku Tirulah Puasa Nabi: Resep Ilahi agar Sehat Ruhani-Jasmani oleh Yusuf Qardhawi, Ibnul Qayyim menulis dalam kitabnya:

"Tidak dikenal oleh seorang pun dari kalangan kaum Muslim yang menjadikan malam Isra sebagai malam istimewa, berbeda dengan yang lain. Para sahabat dan tabi'in tidak pernah mengkhususkan malam Isra dengan amalan-amalan tertentu, tidak juga mengenangnya dengan acara-acara tertentu."

Di sisi lain, sebagaimana sudah disinggung sekilas di atas, Imam al-Ghazali menyarankan untuk mengisi malam 27 Rajab dengan amalan berupa sholat. Menurutnya, siapa saja yang mengerjakan sholat itu sampai rampung ditambah dzikir, sholawat, doa, dan puasa pada siang harinya, akan dikabulkan keinginannya oleh Allah SWT.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Amalan Malam 27 Rajab

1. Sholat Sunnah

Menurut Imam Ghazali, sholat pada malam 27 Rajab berjumlah 12 rakaat. Setiap rakaatnya diisi dengan membaca surat al-Fatihah dan surat Qaf. Setelahnya, dilanjut membaca 'subhanallah walhamdu lillah wa laa ilaha illa Allahu wallahu akbar' sebanyak 100 kali.

Ibadah diteruskan dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali. Kemudian, disusul membaca doa sesuai keinginan masing-masing pribadi. Lantas, keesokan harinya, mengerjakan puasa.

Perlu diketahui, menurut penjelasan Muhammad Arif Lubis dan Farid Adnir dalam jurnal Ranah Research bertajuk 'Kualitas Hadis Tentang Salat Sunnah di Bulan Rajab', hadits landasan amal ini palsu atau munkar. Para perawinya pun dikategorikan lemah atau matruk (ditinggalkan). Wallahu a'lam bish-shawab.

2. Membaca Doa

Dikutip dari laman NU Online, ada doa yang dikhususkan untuk malam 27 Rajab. Menurut Syaikh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri, siapa saja yang membacanya akan dipenuhi kebutuhannya oleh Allah SWT.

Lafal doanya:

اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ يْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

Arab Latin: Allāhumma innī as'aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi'i wal 'isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da'watī yā akramal akramīn.

Artinya: "Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan."

3. Sholawat atas Nabi Muhammad SAW

Berdasar Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis Kementerian Agama, 27 Rajab jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Artinya, malam 27 Rajab dimulai sejak Matahari terbenam pada Kamis, 15 Januari 2026.

Pada hari Jumat, umat Islam disunnahkan untuk banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Diambil dari panduan sholawat yang berjudul Shalawat Nabi dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah karya Dr Homaidi Hamid, dengan dasar hadits Shahih Bukhari no 4/178, begini bacaan sholawat:

للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد.

Arab Latin: Allahumma ṣalli 'alā muḥammad, wa 'alā āli muḥammad kamā ṣallaita 'alā ibrāhīm, wa 'alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdum-majīd. Allahumma bārik 'alā muḥammad, wa 'alā āli muḥammad kamā bārakta 'alā ibrāhīm, wa 'alā āli ibrāhīm innaka ḥamīdum-majīd.

Artinya: "Ya Allah, berilah sholawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena Engkau memberi sholawat kepada Ibrahim dan kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Muhammad dan kerabatnya karena Engkau memberi keberkahan kepada Ibrahim dan kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

4. Membaca Al-Quran

Membaca dan mentadabburi Al-Quran adalah amalan yang bisa dikerjakan kapan pun, termasuk pada malam 27 Rajab. Siapa saja yang membaca Al-Quran, niscaya dia akan mendapatkan ketenangan hati dan pahala berlipat ganda dari Allah SWT.

Terlebih, tahun ini, malam 27 Rajab sudah masuk hari Jumat sehingga detikers dapat mengisinya dengan membaca surat al-Kahfi. Dasarnya adalah hadits:

نْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ سَطَعَ لَهُ نُورٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءِ يُضِيءُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Artinya: "Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dipancarkan baginya cahaya dari bawah kakinya hingga puncak langit, yang pada hari kiamat nanti menjadi penerang baginya, serta diampunkan baginya dosanya antara dua Jumat." (HR Hakim 2/368 dengan derajat shahih)

5. Mengerjakan Ibadah Lain secara Umum

Mengerjakan amal ibadah pada malam 27 Rajab insya Allah akan dibalas dengan pahala yang lebih besar. Mengingat, malam itu termasuk bagian dari bulan Rajab. Rajab sendiri merupakan satu dari empat bulan haram atau suci.

Dilansir laman NU Jawa Timur, Imam Abu Muhammad al-husain bin Mas'ud al-Baghawi menjelaskan:

العَمَلُ الصَّالِحُ أَعْظَمُ أَجْرًا فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ، وَالظُّلْمُ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ مِنَ الظُّلْمِ فِيْمَا سِوَاهُنَّ

Artinya: "Amal shaih lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya. (Ma'alimut Tanzil fi Tafsiril Qur'an, juz IV, halaman: 44)

Di antara ibadah untuk mengisi malam 27 Rajab adalah sholat Tahajud, sholat sunnah Mutlak, berdzikir, dan bersedekah.

Nah, itulah sekilas penjelasan mengenai 5 amalan malam 27 Rajab. Semoga bermanfaat!

FAQ

1. Apa amalan malam 27 Rajab?

Beberapa amalan yang bisa dikerjakan pada malam 27 Rajab adalah sholat sunnah mutlak, membaca Al-Quran, hingga bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Dzikir apa yang bisa dibaca di malam 27 Rajab?

Umat Islam dapat berdzikir dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

3. Apa yang terjadi pada malam 27 Rajab?

Pada tanggal 27 Rajab, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Isra Miraj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke langit ketujuh (Sidratul Muntaha) dalam satu malam, beliau menerima perintah sholat lima waktu dari Allah SWT.



(par/par)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads