Sempat Terkendala Cuaca, Evakuasi Pendaki Tewas di Gunung Slamet Dilanjutkan

Sempat Terkendala Cuaca, Evakuasi Pendaki Tewas di Gunung Slamet Dilanjutkan

Robby Bernardi - detikJateng
Kamis, 15 Jan 2026 10:16 WIB
Suasana basecamp Dipajaya berkabut.
Suasana basecamp Dipajaya berkabut. Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pemalang -

Tim SAR gabungan terus melakukan proses evakuasi terhadap jenazah Syafiq Ali. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan sistem estafet antarpos karena medan yang panjang dan ekstrem.

Unit Siaga SAR (USS) Basarnas Pemalang, Handika saat ditemui detikJateng di Basecamp Dipajaya menjelaskan, saat ini korban telah berhasil dinaikkan oleh tim yang berada di atas dan sedang dibawa menuju jalur Dipajaya.

"Untuk skema evakuasi saat ini, teman-teman yang berada di atas itu sudah menaikkan korban. Saat ini korban sedang perjalanan menuju jalur Dipajaya. Nanti masuk ke jalur Pos 9 Pelawangan," jelas Handika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam proses evakuasi ini, Basarnas menempatkan relawan tim gabungan di setiap pos pendakian. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga stamina tim mengingat jarak tempuh yang cukup panjang.

"Setiap pos nanti diisi dengan kekuatan teman-teman. Karena medannya cukup panjang, jadi kita butuh stamina. Agar stamina tidak terkuras, kita tempatkan personel di masing-masing pos," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Handika juga mengungkapkan bahwa upaya evakuasi sempat tertunda pada malam sebelumnya akibat kondisi cuaca buruk di puncak.

"Evakuasi semalam terkendala cuaca. Di atas itu hujan dan badai, sehingga kami mempertimbangkan keselamatan tim," katanya.

Untuk waktu tempuh evakuasi, Handika memperkirakan jika dalam kondisi normal membutuhkan sekitar enam jam. Namun karena korban harus dibawa dengan beban dan melalui medan terjal, waktu evakuasi diperkirakan mencapai 10 hingga 12 jam hingga ke bawah atau ke fasilitas medis.

Sementara itu, tadi pagi, tim kembali mengerahkan personel tambahan. Sebanyak 16 personel diberangkatkan dari Pos 5 menuju lokasi kejadian sekitar pukul 05.20 WIB.

"Kami menggerakkan 16 personel dari Pos 5 menuju TKP. Harapan kami tidak ada kendala sehingga proses evakuasi bisa lebih cepat," ujar Handika.

Namun demikian, kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama. Kabut tebal dan awan gelap masih menyelimuti area puncak, dengan potensi badai yang membahayakan.

Selain cuaca, tingkat kemiringan lokasi evakuasi juga menjadi perhatian serius tim SAR.

"Kemiringan di atas itu cukup ekstrem karena berupa tebing, sehingga tim harus sangat berhati-hati," pungkasnya.

Sedangkan dari pantauan detikJateng, pada Kamis (15/01) sekitar pukul 09.30 WIB, cuaca di sekitar Basecamp saat ini masih terselimuti kabut dengan kondisi hujan rintik. Puncak Hunung Slamet juga kini tertutup kabut tebal.

Sebelumnya diberitakan, Syafiq Ali pendaki yang hilang di Gunung Slamet ditemukan tim gabungan relawan pada Rabu (14/01) sekitar pukul 10.22 WIB di jalur punggungan Gunung Malang dekat area Batu Watu Langgar. Ia ditemukan dalam pencarian tahap II.



(alg/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads