Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jateng

Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jateng

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Rabu, 14 Jan 2026 20:23 WIB
Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jateng
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang telah selesai dibangun di berbagai wilayah Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang telah selesai dibangun di berbagai wilayah Jawa Tengah. Jembatan sebanyak itu bagian dari 63 jembatan yang direncanakan.

"Alhamdulillah dari rencana 63 jembatan, hari ini telah diresmikan 19 jembatan secara serentak dan sisanya saat ini sedang dalam proses , baik evaluasi perencanaan maupun proses pembangunan," jelas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan usai meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Rabu, (14/1/2026).

Hadir juga dalam peresmian itu, Kabaintelkam Polri, Komjen Yuda Gustawan, Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan sejumlah pejabat lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Listyo Sigit menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang telah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Arahan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan Presiden terhadap kondisi anak-anak sekolah di desa yang selama ini harus menyeberangi sungai atau menempuh jarak lebih jauh karena tidak tersedianya jembatan yang layak.

ADVERTISEMENT

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jawa Tengah dan seluruh jajaran yang telah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Ini adalah bentuk nyata kepedulian negara terhadap keselamatan anak-anak dan masyarakat desa," kata Kapolri.

Tidak lupa, Kapolri menyampaikan terima kasih kepada jajarannya yang telah bergerak dengan cepat bersama masyarakat bergotong-royong membangun jembatan. Seluruh jajaran diharapkan terus bekerja sama dengan masyarakat sehingga terjalin interaksi yang baik.

"Harapannya ke depan terjalin interaksi yang semakin baik sehingga hubungan Polri dengan masyarakat semakin baik sesuai tagline kita Polri untuk masyarakat. Di samping itu saat ini ada 171 yang saat ini sudah terbangun, namun yang paling besar ada di wilayah Polda Jawa Tengah," papar Listyo Sigit.

"Sekali lagi terima kasih, semoga jembatan ini betul-betul bermanfaat untuk anak-anak kita, masyarakat kita, petani kita, dan seluruh masyarakat yang memanfaatkan jembatan ini, mudah-mudahan yang berangkat ke sekolah lebih cepat, kemudian petani yang ke sawah lebih cepat. Harapan kami juga bisa menambah pertumbuhan ekonomi desa," imbuh Listyo Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo menyampaikan komitmen Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk berada di garis terdepan dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam menghadirkan akses aman dan layak bagi masyarakat pedesaan. Komitmen tersebut disampaikannya dalam laporan di hadapan Kapolri saat acara peresmian.

Kapolda menegaskan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai upaya memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

"Peresmian jembatan ini tidak hanya menghubungkan secara fisik warga dua desa, tetapi juga menghubungkan ikatan batin antara Polri dengan masyarakat," ujar Kapolda.

Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo dalam laporannya di hadapan Kapolri mengungkap Jembatan Merah Putih Presisi di Kabupaten Klaten dibangun selama dua minggu dengan melibatkan tenaga teknis sipil guna memastikan kekuatan dan keamanan konstruksi. Jembatan tersebut memiliki ukuran 15 meter x 4 meter dan mampu dilalui kendaraan dengan kapasitas beban hingga 4-5 ton.

"Pembangunan jembatan ini menggunakan anggaran sebesar Rp. 400 juta yang bersumber dari dana swadaya masyarakat serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk desa. Jembatan tersebut kini menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan dengan melintasi Sungai Dengkeng," ujarnya.

Sebelumnya, jelas Ribut, di lokasi tersebut pernah berdiri jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 1981. Namun jembatan itu roboh akibat banjir besar pada tahun 2021. Selama hampir lima tahun, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk 371 siswa dari empat sekolah yang harus memutar saat berangkat ke sekolah.

" Dengan selesainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, akses bagi masyarakat dari dua desa, sebelas dusun, dan sekitar 890 kepala keluarga kini kembali terhubung. Jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta efisiensi waktu tempuh warga dalam beraktivitas," sambung Kapolda.

Kapolda juga melaporkan bahwa dari 63 Jembatan Presisi yang akan dibangun di wilayah Jawa Tengah, 19 diantaranya telah selesai dibangun. Saat ini terdapat 15 jembatan yang sedang dalam tahap pembangunan, 4 jembatan yang akan segera dikerjakan, serta 15 titik jembatan yang masih dalam tahap survei dan perencanaan.

"Kami berharap jembatan-jembatan ini tidak hanya menghubungkan secara fisik, tetapi juga menghubungkan batin antara Polri dan masyarakat. Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menjadi yang terdepan dalam menyukseskan program pemerintah," imbuh Ribut.

Halaman 2 dari 2
(afn/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads