Gus Yasin Minta Modifikasi Cuaca Tangani Banjir Kudus, Pati, dan Jepara

Gus Yasin Minta Modifikasi Cuaca Tangani Banjir Kudus, Pati, dan Jepara

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 14 Jan 2026 14:47 WIB
Petani bawang merah di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, panen lebih awal karena sawahnya kebanjiran, Selasa (13/1/2026).
Petani bawang merah di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, panen lebih awal karena sawahnya kebanjiran, Selasa (13/1/2026). Foto: dok. detikJateng.
Semarang -

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen, menilai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diperlukan untuk membantu penanganan banjir dan longsor. Terutama untuk bencana di Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara.

Menurut Gus Yasin, sapaan akrabnya, langkah tersebut diperlukan mengingat tingginya intensitas hujan yang terjadi selama empat hari berturut-turut.

"Jadi selama empat hari tidak ada matahari, hasil koordinasi dengan BBWS memang perlu ada rekayasa cuaca," kata Gus Yasin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Pemprov Jateng juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan bantuan pompa air.

"Namun demikian, sungai yang ada saat ini juga masih terkendala adanya air yang melimpah," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, mengatakan OMC hingga kini belum dilakukan.

"Kalau untuk saat ini belum ada info, tapi tetap kita pantau dan jika memang diadakan OMC, kita akan melakukan OM, tapi kalau tidak itu kita semuanya menunggu arahan dari pusat," kata Farita saat dihubungi detikJateng.

Farita mengatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diperkirakan masih akan terjadi hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah.

"Untuk wilayah Jawa Tengah sendiri hingga tiga hari sampai satu minggu ke depan memang masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," jelasnya.

"Karena memang wilayah Jawa Tengah sudah memasuki puncak musim penghujan. Jadi beberapa wilayah sudah kerap dilanda hujan yang intensitasnya sedang hingga lebat," lanjutnya.

Terkait kondisi di wilayah Pantura timur, seperti Jepara, Pati, dan Kudus yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor, Farita mengatakan potensi hujan masih tetap ada dalam beberapa hari ke depan.

"Untuk wilayah-wilayah tersebut, beberapa hari ke depan masih ada potensi hujan sedang hingga lebat. Masyarakat di Jateng timur seperti Jepara, Pati, dan sekitarnya perlu mewaspadai dan terus meng-update informasi dari BMKG," imbaunya.

Selain faktor musim, imbuhnya, potensi hujan lebat juga dipengaruhi adanya pertemuan angin di wilayah Jateng yang turut meningkatkan pembentukan awan hujan.

"Biasanya di musim penghujan ini, sudah ada bibit hujan dari siang, sampai malam hari hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat," jelasnya.

Farita menyebut, puncak musim hujan di Jateng berlangsung pada Januari hingga Februari. Pada periode ini, curah hujan tercatat cukup tinggi dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

"Untuk saat ini memang sudah tergolong puncaknya. Dilihat dari curah hujan yang tercatat dan dampak bencana yang ditimbulkan, menurut kami ini sudah masuk kategori cuaca ekstrem," ujarnya.



(apl/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads