BPBD: 3.522 Warga Tempur Jepara Terisolir Akibat Jalan Putus Total

BPBD: 3.522 Warga Tempur Jepara Terisolir Akibat Jalan Putus Total

Dian Utoro Aji - detikJateng
Minggu, 11 Jan 2026 11:43 WIB
BPBD: 3.522 Warga Tempur Jepara Terisolir  Akibat Jalan Putus Total
Kondisi Desa Tempur Kecamatan Keling, Jepara yang terisolir karena tanah longsor, Minggu (11/1/2026). Foto: Dok Pemdes Tempur.
Jepara -

Longsor memutus jalur utama di Desa Tempur Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara mengakibatkan 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga terisolir. Saat ini tengah dilakukan pembersihan material dan pembukaan akses jalan.

"Bahwa 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga dan enam dukuh terisolir akibat terputusnya akses jalan secara total," jelas Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jepara, Minggu (11/1/2026).

Dia menambahkan kejadian tanah longsor adanya curah hujan yang tinggi sejak Jumat (9/1) kemarin. Dampaknya menyebabkan 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat hingga kritis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Titik terparah berada di lokasi pertigaan samping spot foto 'Selamat Datang Desa Tempur'. Sebab badan jalan hilang total sepanjang 50 meter karena tergerus aliran Sungai Gelis.

"Titik kritis lain berada di lokasi Jembatan Mbah Sujak, jalan terkikis sedalam 6 meter akibat sungai yang berpindah aliran" terangnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Arwin kerusakan tidak hanya pada akses transportasi. Ia mencatat 6 unit rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari tergenang lumpur hingga rusak total.

"Jaringan listrik di Desa Tempur juga padam total akibat satu tiang listrik roboh dan satu lainnya miring," jelasnya.

Dikatakan Arwin ekonomi turut terdampak dengan puluhan hektare area persawahan sepanjang Sungai Gelis dilaporkan hanyut.

"Data rinci mengenai kerugian pertanian masih dalam pendataan," jelasnya.

Dia menambahkan pihaknya melakukan upaya-upaya darurat untuk mengatasi segera. Tim BPBD telah melakukan koordinasi, asesmen, pembersihan manual dengan alat konvensional (Alkon), membuka dapur umum, dan mengerahkan ekskavator. Namun, akses jalan utama masih tertutup.

"Pembersihan material longsor di titik pertama dilakukan malam tadi namun belum selesai karena kondisi cuaca," ujarnya.

Arwin mengatakan BPBD Jepara menyampaikan kebutuhan mendesak untuk segera mengatasi isolasi dan memulihkan akses.

"Kebutuhan utama tersebut adalah Tambahan alat berat (Excavator tipe PC-75) untuk menangani material besar, Alkon untuk mempercepat pembersihan dan Logistik untuk menjamin pasokan bagi ribuan warga terdampak," terang dia.

Ditambahkan bahwa rencana pembersihan dan pembukaan akses akan dilanjutkan pada Minggu (11/1) pagi.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads