Enam Kecamatan di Pati Kebanjiran

Enam Kecamatan di Pati Kebanjiran

Dian Utoro Aji - detikJateng
Sabtu, 10 Jan 2026 08:17 WIB
Enam Kecamatan di Pati Kebanjiran
Banjjir melanda 6 kecamatan di Kabupaten Pati, Sabtu (10/1/2026) dini hari. Foto: Dok BPBD Kab Pati
Pati -

Enam kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terdampak banjir malam ini. Kedatangan banjir kali ini disebabkan curah hujan yang tinggi.

Dari informasi yang dihimpun banjir melanda dari wilayah Pati bagian utara. Seperti di Tayu. Banjir merendam jalan dan permukiman warga.

Kemudian banjir juga melanda permukiman warga Bulumanis Kecamatan Margoyoso. Banjir karena tanggul sungai setempat jebol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Hingga banjir karena luapan sungai melanda permukiman warga di Pati Kota. Informasi yang didapatkan banjir merendam permukiman warga sampai kedalaman 1 meter lebih.

Hal ini pun dibenarkan oleh Koordinator Lapangan Rescue BPNB, David Setiawan menurutnya ada enam kecamatan di Pati yang terdampak banjir. Wilayah itu meliputi Tayu, Margoyoso, Dukuhseti, Tlogowungu, Margorejo, dan Pati Kota.

"Untuk wilayah Kabupaten Pati ada sekitar 6 kecamatan yang terdampak banjir karena curah hujan tinggi sejak Jumat (9/1) sore tadi," jelas David dalam siaran video yang diterima wartawan, Sabtu (10/1/2026) dini hari.

"Ada beberapa wilayah di Bulumanis, Kecamatan Margoyoso, ada tanggul jebol. Ada di Tayu, Dukuhseti Tlogowungu, Margorejo ada luapan Sungai, Wedarijaksa," lanjut dia.

David menjelaskan sampai dini hari ini jam 01.00 WIB banjir merendam permukiman warga di Pati Kota. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Kalidoro, Semampir, Dengkek dan Sidokerto. Hanya untuk data lengkap masih dalam pendataan rumah warga yang kebanjiran.

"Sampai dini hari ini kami masih di Pati Kota ada Kalidoro, Semampir, Dengkek, Sidokerto ada luapan," jelas David.

220 Rumah di Margoyoso Terdampak

Kepala Desa Bulumanis Kidul, Susanto menjelaskan telah terjadi jebolnya Sungai Swatu tepatnya RT 1 RW 2 jam 20.30 WIB. Jebolnya tanggul ini karena curah hujan yang deras sejak Jumat sore kemarin.

"Telah terjadi jebolnya Tanggul sungai Swatu tepatnya di RT.01/RW.02, penyebab jebolnya tanggul dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi dan adanya sumbatan pohon bambu di jembatan," jelas Susanto saat dihubungi detikJateng, Sabtu (10/1/2026).

Akibatnya kata dia genangan air meluap permukiman warga. Menurutnya ada sebanyak 297 keluarga dengan 220 rumah warga yang terdampak banjir bandang.

"Jumlah KK yang terdampak 297 KK. Jumlah rumah yang terdampak ada 220 rumah," kata Susanto.

Menurutnya tidak ada korban jiwa namun dua bangunan rumah warga rata dengan tanah. Rumah itu milik Kasrindu dan Olif. Rumah mereka berada di bantaran sungai. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 300 juta.




(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads