Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.
Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai panduan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.
Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi kalender Hijriah Rabu, 7 Januari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.
Kalender Hijriah Hari Ini 7 Januari 2026
Kalender Hijriah 7 Januari 2026 Menurut Pemerintah
Tanggal hijriah versi pemerintah tertera dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama. Melalui kalender itu, pemerintah mengonversi 1 Rajab 1447 H menjadi Minggu, 21 Desember 2025.
Bulan haram (mulia/terhormat) ini berlangsung genap 30 hari hingga 19 Januari 2026 mendatang. Lalu, pada 20 Januari 2026, Rajab resmi digantikan Syaban, bulan yang padanya, Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa.
Atas acuan itu, pemerintah mengonversi 7 Januari 2026 menjadi 18 Rajab 1447 H.
Kalender Hijriah 7 Januari 2026 Menurut NU
Dilihat dari Instagram Lembaga Falakiyah (LF) NU, @falakiyahnu, 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025. Pasalnya, sampai Sabtu, 20 Desember 2025, tidak terlihat hilal sehingga metode penyempurnaan alias istikmal dipakai.
"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Rajab 1447 H bertepatan dengan Senin Pon 22 Desember 2025 M (mulai malam Senin) atas dasar istikmal," bunyi keterangan dalam Pengumuman Nomor: 110/PB.08/A.II.11.13/13/12/2025 tentang Awal Bulan Rajab 1447 H.
Atas dasar informasi tersebut, NU menetapkan 7 Januari 2026 sebagai 17 Rajab 1447 H.
Kalender Hijriah 7 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah
Dilihat dari laman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menulis Rajab 1447 H dimulai pada Ahad/Minggu, 21 Desember 2025. Sama dengan versi pemerintah, Muhammadiyah menetapkan Rajab berlangsung 30 hari genap hingga 19 Januari 2026.
Sebagai informasi, KHGT adalah versi termutakhir upaya umat Islam sedunia untuk menyatukan tanggalan, dilaporkan laman Suara Muhammadiyah. KHGT berprinsip 1 hari untuk 1 tanggal di seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan. Kalender ini mulai dipedomani Muhammadiyah sejak tahun 1447 H.
Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 7 Januari 2026 sebagai 18 Rajab 1447 H.
Pernahkah Nabi SAW Umrah Bulan Rajab?
Bulan Rajab 1447 H sudah mulai bergerak meninggalkan awal paruh keduanya. Pada sisa-sisa harinya, detikers disarankan memaksimalkan dengan mengerjakan pelbagai amal shalih, antara lain sholat Tahajud, puasa, dan membaca Al-Quran.
Bagaimana dengan umrah? Kabarnya, umrah dianjurkan pada bulan Rajab karena Nabi Muhammad SAW melakukan yang demikian. Apakah benar?
Dikutip dari buku Penjelasan Keajaiban tentang Apa yang Diriwayatkan Mengenai Keutamaan Bulan Rajab oleh Ibnu Hajar al-Asqalani, ada sebuah hadits shahih dari Aisyah RA yang isinya menyebut Nabi Muhammad SAW tidak pernah umrah pada bulan Rajab. Begini redaksi haditsnya:
"Urwah bin az-Zubair berkata: 'Aku dan Ibnu Umar sedang bersandar di kamar Aisyah. Kami mendengar suara beliau bersiwak. Aku pun berkata, "Wahai Abu Abdurrahman, apakah Nabi SAW melaksanakan umrah pada bulan Rajab?" Ia menjawab, "Ya".
Aku lalu berkata kepada Aisyah, "Wahai ibuku, tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan Abu Abdurrahman?" Aisyah bertanya, "Apa yang ia katakan?" Aku menjawab, "Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan umrah pada bulan Rajab."
Maka Aisyah berkata, "Semoga Allah mengampuni Abu Abdurrahman. Demi Allah, beliau tidak pernah melaksanakan umrah pada bulan Rajab dan tidaklah beliau melaksanakan suatu umrah kecuali aku selalu bersamanya." (HR Muslim no 3036)
Jadi, sudah jelas bahwasanya Nabi SAW tidak melakukan umrah pada bulan ketujuh kalender Hijriah ini. Lantas, apakah anjuran umrah Rajab tetap berlaku?
Anjuran Umrah pada Bulan Rajab
Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid dalam bukunya, 20 Faedah Terkait Bulan Rajab, menyebut beberapa sahabat dan tabi'in yang mengerjakan umrah pada bulan Rajab. Di antaranya adalah Umar bin Khattab, Aisyah, Qasim bin Muhammad, dan Abdullah bin Umar.
Jadi, apakah umrah Rajab ini dianjurkan? Syaikh Ibnu Utsaimin berkata:
"Para salaf berbeda pendapat, apakah melaksanakan umrah di bulan Rajab merupakan sunnah atau bukan? Sebagian dari mereka berpendapat bahwa umrah di bulan Rajab adalah sunnah, dan sebagian yang lain berpendapat bahwa hal itu bukanlah sunnah, dikarenakan jika ia adalah sunnah maka Rasulullah SAW akan menjelaskannya, biak dengan ucapannya atau dengan perbuatan beliau. Dan saya tidaklah melihat adanya dalil yang gamblang akan disunnahkannya pelaksanaan umrah di bulan Rajab." (Fatawa Ibnu Utsaimin 8/20)
Ibnu Hajar al-Asqalani menerangkan:
"Harus kita ketahui bahwa kita tidak membid'ahkan dan tidak mengharamkan umrah di bulan Rajab dan di bulan-bulan lainnya, tetapi kami menjelaskan bahwa tidak boleh meyakini bahwa umrah di bulan Rajab memiliki keutamaan lebih dari bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, jika seseorang berumrah di bulan Rajab tanpa meyakini adanya keutamaan dan tanpa sengaja memilih umrah di bulan tersebut, maka tidak ada dosa dalam melakukan hal itu."
Dengan demikian, umrah pada bulan Rajab bukanlah amal yang dikhususkan. Apabila ingin mengerjakan, maka tidak mengapa. Yang terpenting, tanpa meyakini bahwasanya umrah Rajab lebih baik ketimbang bulan lain atau punya keutamaan khusus.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Demikian informasi mengenai kalender Hijriah hari ini 7 Januari 2026 dan anjuran umrah pada bulan Rajab. Semoga menambah wawasan detikers, ya!
(sto/apl)











































