Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Cek Kalender dan Amalannya

Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Cek Kalender dan Amalannya

Anindya Milagsita - detikJateng
Senin, 05 Jan 2026 19:00 WIB
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Cek Kalender dan Amalannya
Ilustrasi malam Nisfu Syaban. Foto: Adnan Khalid/Pixabay
Solo -

Malam Nisfu Syaban dapat diisi dengan berbagai amalan baik, sehingga ada begitu banyak kaum muslim yang menantikannya. Namun, kapan malam Nisfu Syaban 2026 akan berlangsung?

Di dalam buku 'Kumpulan Ceramah dan Doa untuk Berbagai Acara' karya Gamal Komandoko, malam Nisfu Syaban adalah malam yang berlangsung pada pertengahan bulan Syaban. Nisfu Syaban diambil dari dua kata, yaitu 'Nisfu' dan 'Syaban'.

Kata Nisfu dapat diartikan sebagai setengah atau separuh bulan. Setengah bulan di dalam penanggalan Hijriah atau Islam biasanya berlangsung di tanggal 15 pada bulan-bulan Qamariah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Syaban adalah nama dari bulah Qamariah yang merupakan bulan ke-8 dalam tahun Hijriah. Kendati Nisfu Syaban jatuh di tanggal 15 bulan Syaban, tetapi malam harinya sudah tiba di hari sebelumnya, yaitu 14 Syaban. Mengapa?

Sebab, di dalam kalender Hijriah atau Islam pergantian harinya tidak berlangsung pada tengah malam atau pukul 00.00 waktu setempat. Sebaliknya, pergantian hari dalam penanggalan Hijriah terjadi saat matahari terbenam atau Maghrib. Ini yang membuat malam Nisfu Syaban sudah berlangsung di tanggal 14 Syaban yang menandai pergantian hari menuju 15 Syaban.

ADVERTISEMENT

Pertengahan bulan Syaban atau lebih sering disebut sebagai Nisfu Syaban ini biasanya disambut oleh sebagian kalangan muslim dengan mengerjakan berbagai amalan. Oleh karena itu, jadwal MALAM Nisfu Syaban menjadi informasi yang diperlukan bagi setiap muslim yang hendak menghidupkannya. Berikut penjelasan lengkapnya.

Poin Utamanya:

  • Malam Nisfu Syaban jatuh pada Senin, 2 Februari 2026, dimulai sejak waktu Maghrib di tanggal 14 Syaban 1447 H yang menandai masuknya 15 Syaban 1447 H.
  • Secara dalil shahih, tidak terdapat ibadah khusus malam Nisfu Syaban. Umat Islam dianjurkan mengisinya dengan amalan sunnah umum seperti ibadah malam, dzikir, doa, dan meningkatkan ketakwaan sebagaimana malam-malam lainnya.
  • Malam Nisfu Syaban 2026 bertepatan dengan hari Senin dan 14 Syaban 1447 H, sehingga dapat disertai puasa sunnah Senin dan Ayyamul Bidh memperbanyak dzikir, berdoa, serta amalan lain yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jadwal Malam Nisfu Syaban 2026

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, malam Nisfu Syaban jatuh pada tanggal 14 Syaban yang menandai pergantian hari menuju 15 Syaban. Tepatnya di waktu matahari terbenam atau Maghrib tiba.

Untuk mengetahui waktu malam Nisfu Syaban terjadi di tahun 2026, terlebih dahulu perlu mengonversikannya terlebih dahulu ke dalam kalender Masehi. Sebab, kalender Masehi merupakan penanggalan yang kita gunakan dalam keseharian selama ini.

Mengacu dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kementerian Agama, 14 Syaban 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 2 Februari 2026. Sementara itu, 15 Syaban 1447 Hijriah berlangsung di hari Selasa, 3 Februari 2026. Artinya, malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada tanggal 2 Februari 2026, tepat di saat waktu matahari terbenam atau Maghrib.

Hal senada juga tercantum di dalam Kalender Hijriah Global Tunggal dari Muhammadiyah dan Almanak Tahun 2026 oleh Nahdlatul Ulama (NU). Dilihat dari dua kalender ini, 14 Syaban 1447 Hijriah juga jatuh pada tanggal 2 Februari 2026 yang menandai berlangsungnya malam Nisfu Syaban. Sebagai pengingat agar tidak ketinggalan dalam menantikannya, berikut jadwalnya:

Malam Nisfu Syaban: 14 Syaban 1447 H atau Selasa, 2 Februari 2026 (saat matahari terbenam atau Maghrib tiba)

Kalender Bulan Syaban 1447 H

Selanjutnya, ada kalender bulan Syaban secara lengkap yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi kaum muslim untuk menyambut datangnya malam Nisfu Syaban sekaligus mengerjakan berbagai amalan sunnah di tahun ini. Dihimpun dari Kalender Hijriah, KHGT, dan Almanak yang sama, berikut uraian lengkapnya:

  • 1 Syaban 1447 H: Selasa, 20 Januari 2026
  • 2 Syaban 1447 H: Rabu, 21 Januari 2026
  • 3 Syaban 1447 H: Kamis, 22 Januari 2026
  • 4 Syaban 1447 H: Jumat, 23 Januari 2026
  • 5 Syaban 1447 H: Sabtu, 24 Januari 2026
  • 6 Syaban 1447 H: Minggu, 25 Januari 2026
  • 7 Syaban 1447 H: Senin, 26 Januari 2026
  • 8 Syaban 1447 H: Selasa, 27 Januari 2026
  • 9 Syaban 1447 H: Rabu, 28 Januari 2026
  • 10 Syaban 1447 H: Kamis, 29 Januari 2026
  • 11 Syaban 1447 H: Jumat, 30 Januari 2026
  • 12 Syaban 1447 H: Sabtu, 31 Januari 2026
  • 13 Syaban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026
  • 14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026 (malam Nisfu Syaban)
  • 15 Syaban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026 (Nisfu Syaban)
  • 16 Syaban 1447 H: Rabu, 4 Februari 2026
  • 17 Syaban 1447 H: Kamis, 5 Februari 2026
  • 18 Syaban 1447 H: Jumat, 6 Februari 2026
  • 19 Syaban 1447 H: Sabtu, 7 Februari 2026
  • 20 Syaban 1447 H: Minggu, 8 Februari 2026
  • 21 Syaban 1447 H: Senin, 9 Februari 2026
  • 22 Syaban 1447 H: Selasa, 10 Februari 2026
  • 23 Syaban 1447 H: Rabu, 11 Februari 2026
  • 24 Syaban 1447 H: Kamis, 12 Februari 2026
  • 25 Syaban 1447 H: Jumat, 13 Februari 2026
  • 26 Syaban 1447 H: Sabtu, 14 Februari 2026
  • 27 Syaban 1447 H: Minggu, 15 Februari 2026
  • 28 Syaban 1447 H: Senin, 16 Februari 2026
  • 29 Syaban 1447 H: Selasa, 17 Februari 2026
  • 30 Syaban 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026

Amalan Malam Nisfu Syaban

Lantas, apa sajakah amalan yang bisa dikerjakan di malam Nisfu Syaban? Sejatinya, tidak ada amalan khusus di malam Nisfu Syaban apabila didasarkan pada hadits shahih dan Al-Quran. Oleh karenanya, kaum muslim dapat mengisi malam tersebut dengan berbagai amalan baik serupa dengan malam-malam lainnya.

Tidak hanya itu saja, malam Nisfu Syaban yang jatuh pada tanggal 14 Syaban bertepatan di hari Senin bisa diisi dengan mengerjakan puasa sunnah hari Senin sekaligus Ayyamul Bidh. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa amalan sunnah malam Nisfu Syaban.

1. Puasa Sunnah Senin

Amalan malam puasa Nisfu Syaban yang pertama adalah puasa sunnah Senin. Ini mengingat malam Nisfu Syaban di tanggal 14 Syaban 1447 H jatuh pada Senin, 2 Februari 2026. Dikutip dari buku 'Buku Pintar Agama Islam: Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah' tulisan Abu Aunillah Al-Baijury, terdapat sebuah riwayat hadits yang menerangkan tentang keutamaan puasa di hari Senin dan Kamis.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya, segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan. Maka Allah berfirman, 'Tangguhkan keduanya'." (HR. Ahmad)

Sebelum mengerjakan puasa sunnah di hari Senin, hendaknya mengawali niat terlebih dahulu. Berikut bacaan niat puasa Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lilaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."

2. Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Tidak hanya puasa sunnah Senin, kaum muslim juga meniatkan puasa Ayyamul Bidh di malam Nisfu Syaban. Sebab, tanggal 14 Syaban 1447 H termasuk dalam hari-hari yang dianjurkan berpuasa sunnah Ayyamul Bidh.

Masih menukil dari buku yang sama, puasa Ayyamul Bidh adalah amalan sunnah yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Qamariah dalam kalender Hijriah. Hal ini senada dengan sebuah riwayat hadits yang menerangkan Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Wahai Abu Dzar, jika kamu hendak berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah)." (HR. Tirmidzi)

Bacaan niat puasa Ayyamul Bidh berbeda dengan puasa sunnah yang lain. Adapun bunyi bacaan niat puasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْبَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma yaumul baidh sunatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah ayyamul bidh karena Allah Ta'ala."

3. Melantunkan Dzikir

Selain mengamalkan puasa sunnah, kaum muslim juga bisa melantunkan dzikir di malam Nisfu Syaban. Sebagaimana diketahui, dzikir termasuk amalan yang bisa dikerjakan kapan saja, tidak terbatas pada waktu-waktu tertentu saja.

Perintah untuk berdzikir bahkan sudah disampaikan di dalam firman Allah SWT melalui Al-Quran. Seperti dijelaskan dalam buku 'Al-Matsurat Kubra Doa & Dzikir Penyejuk Jiwa' karya Hasan al-Banna, melalui Surat Al-Ahzab ayat 41-43 Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ ۝٤١ وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا ۝٤٢ هُوَ الَّذِيْ يُصَلِّيْ عَلَيْكُمْ وَمَلٰۤىِٕكَتُهٗ لِيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا ۝٤٣

Yâ ayyuhalladzîna âmanudzkurullâha dzikrang katsîrâ. Wa sabbiḫûhu bukrataw wa ashîlâ. Huwalladzî yushallî 'alaikum wa malâ'ikatuhû liyukhrijakum minadh-dhulumâti ilan-nûr, wa kâna bil-mu'minîna raḫîmâ.


Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari berbagai kegelapan menuju cahaya (yang terang benderang). Dia Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin."

4. Banyak-banyak Berdoa

Kaum muslim juga dapat menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan banyak-banyak berdoa yang ditujukan semata-mata kepada Allah SWT. Sebab, berdoa termasuk amalan yang diperintahkan oleh Allah SWT dan tertuang di dalam ayat suci Al-Quran.

Seperti halnya dikutip dari buku 'Amalan Pembuka Rezeki' tulisan Karya Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, melalui Surat Asy-Syura ayat 25-26, Allah SWT menyampaikan firman-Nya:

وَهُوَ الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهٖ وَيَعْفُوْا عَنِ السَّيِّاٰتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَۙ ۝٢٥ وَيَسْتَجِيْبُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَيَزِيْدُهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ وَالْكٰفِرُوْنَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۝٢٦

Wa huwalladzî yaqbalut-taubata 'an 'ibâdihî wa ya'fû 'anis-sayyi'âti wa ya'lamu mâ taf'alûn. wa Yastajîbulladzîna âmanû wa 'amilush-shâliḫâti wa yazîduhum min fadllih, wal-kâfirûna lahum 'adzâbun syadîd.

Artinya: "Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya, memaafkan kesalahan-kesalahan, mengetahui apa yang kamu kerjakan, memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Orang-orang kafir akan mendapat azab yang sangat keras."

Sementara itu, di dalam ayat yang lain, turut dijelaskan keutamaan berdoa kepada Allah SWT yang mana akan dikabulkan oleh-Nya. Di dalam Surat Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ۝٦٠

Wa qâla rabbukumud'ûnî astajib lakum, innalladzîna yastakbirûna 'an 'ibâdatî sayadkhulûna jahannama dâkhirîn.

Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina'."

5. Membaca Surat Yasin

Kendati belum ada ibadah khusus malam Nisfu Syaban yang tertuang di dalam hadits shahih maupun Al-Quran, tetapi beberapa kalangan muslim bisa saja menghidupkannya dengan amalan tertentu. Misalnya saja dengan membaca Surat Yasin yang diniatkan dengan permohonan tertentu kepada Allah SWT.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku 'Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan' karya Ali Akbar bin Aqil, membaca Surat Yasin diawali dengan 3 niat berbeda. Pertama niat agar memperoleh umur panjang agar memiliki kesempatan beribadah lebih banyak lagi. Lalu yang kedua niat agar memperoleh rezeki yang berkah sebagai bekal beribadah. Terakhir, niat agar diberikan iman dan takwa yang begitu kuat oleh Allah SWT. Wallahu a'lam.

Demikian tadi penjelasan mengenai jadwal malam Nisfu Syaban 2026 beserta kalender bulan Syaban dan berbagai amalan yang bisa dikerjakan oleh kaum muslim. Semoga membantu.




(par/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads