Damkar Bantu Pemakaman Wanita Serengan Berbobot 200 Kg

Damkar Bantu Pemakaman Wanita Serengan Berbobot 200 Kg

Tara Wahyu NV - detikJateng
Senin, 05 Jan 2026 15:17 WIB
Tim Pemadam Kebakaran Solo saat membantu pemakaman seorang pria berbobot 200 kg di TPU Daksinoloyo, Danyung, Baki, Sukoharjo, Senin (5/1/2026).
Tim Pemadam Kebakaran Solo saat membantu pemakaman seorang pria berbobot 200 kg di TPU Daksinoloyo, Danyung, Baki, Sukoharjo, Senin (5/1/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Sukoharjo -

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo membantu pemakaman warga Serengan yang berbobot 200 kilogram. Pemakaman wanita berinisial R (43) tersebut dilakukan di TPU Daksinoloyo, Danyung, Baki, Sukoharjo.

Dari pantauan detikJateng, jenazah ditandu oleh 8 orang anggota Linmas dan satu orang anggota BPBD Solo. Setibanya di liang lahat, alat milik damkar sudah terpasang untuk membantu proses penurunan jenazah.

Petugas damkar membutuhkan waktu sekitar 10 menit mulai dari proses menali hingga menurunkan jenazah ke liang lahat. Mereka menggunakan sistem lowering untuk menurunkan jenazah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita menggunakan sistem lowering dalam penurunannya. Kita memakai tandu basket karena jenazah tidak mungkin dimasukkan ke dalam peti karena ukurannya terlalu besar, dengan berat badan kurang lebih 200 kilogram," kata Komandan Regu Penyelamatan Charlie, Matias Andri, saat ditemui usai pemakaman di TPU Daksinoloyo, Senin (5/12/2026).

ADVERTISEMENT

Andri mengatakan ada 12 personel yang diterjunkan untuk proses pemakaman tersebut. Selama proses penurunan, ia mengaku tidak menemui kendala.

"Kami melibatkan 12 personel penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Surakarta. Kendala saat ini hanyalah ruang gerak di lokasi, tetapi sisanya lancar. Mulai dari rumah duka sampai pemakaman, semuanya bisa terjangkau dan teratasi oleh tim kami," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa proses pemakaman jenazah dengan bobot berlebih ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh timnya. Kejadian pertama terjadi saat pemakaman warga di Banyuanyar, Solo.

Tim Pemadam Kebakaran Solo saat membantu pemakaman seorang pria berbobot 200 kg di TPU Daksinoloyo, Danyung, Baki, Sukoharjo, Senin (5/1/2026).Tim Pemadam Kebakaran Solo saat membantu pemakaman seorang pria berbobot 200 kg di TPU Daksinoloyo, Danyung, Baki, Sukoharjo, Senin (5/1/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

"Untuk Damkar Solo, ini kejadian kedua. Yang pertama dulu di Banyuanyar dengan berat lebih dari 200 kilogram. Sistemnya sama. Alat yang digunakan tadi meliputi tripod, webbing, dan satu set peralatan vertical rescue," terangnya.

Andri menceritakan awalnya pihaknya dihubungi oleh keluarga yang meminta bantuan. Mendapat laporan tersebut, tim langsung menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan.

"Kemarin pihak keluarga melapor kepada personel kami di pos jaga Damkar. Kami langsung tindak lanjuti dengan mendatangi rumah duka dan mengecek lokasi di pemakaman," jelasnya.

Sementara itu, Ketua RW 08, Harjanto, mengatakan bahwa R (43) memiliki riwayat penyakit jantung. Harjanto menyebut R sempat pingsan sebelum dinyatakan meninggal dunia.

"Kemarin sempat makan sate, mungkin faktor itu juga berpengaruh. Beliau punya riwayat sakit jantung. Siang itu sedang tidur di lantai atas, lalu pingsan. Anaknya berteriak dan warga berdatangan. Pihak RW kemudian berkoordinasi memanggil ambulans dan bantuan Linmas untuk membawa turun. Namun, saat di perjalanan sudah dinyatakan meninggal dunia," terangnya.

Pihak keluarga dan pengurus lingkungan meminta bantuan Damkar karena bobot jenazah yang mencapai 200 kilogram, mengingat peralatan yang dimiliki petugas Damkar sangat lengkap untuk evakuasi berat.

"Iya, karena beratnya 200 kilogram. Saya juga mengikuti akun media sosial Damkar dan memutuskan meminta tolong mereka untuk menurunkan jenazah," pungkasnya.




(apu/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads