Video yang menarasikan gerobak milik pedagang di Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, disebut dibuang ke tempat sampah, viral di media sosial. Pihak Kecamatan Semarang Utara menyebut gerobak miik penjual tak dibuang.
Video itu viral usai diunggah akun Instagram @beritasemaranghariini. Seorang pedagang yang mengambil video tersebut mengeluh lantaran gerobaknya dipojokkan di depan bangunan kosong.
"Warga Dadapsari, Semarang Utara, dibuat mengelus dada setelah sebuah gerobak milik warga alat sederhana untuk mencari nafkah justru berakhir di tempat sampah, seolah tak lebih dari barang buangan," tulis akun @beritasemaranghariini, Minggu (4/12/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi tersebut pun menuai sorotan karena dinilai dilakukan sepihak tanpa pemberitahuan kepada pemilik. Alasannya, penataan kawasan atau kegiatan tertentu.
"Warga pun mempertanyakan kepekaan aparatur setempat, sebab jika memang ada kepentingan kegiatan, alangkah bijaknya menyampaikan terlebih dahulu, bukan main hakim sendiri. Di tengah himpitan ekonomi, gerobak dibuang, empati pun ikut terasa diangkut ke tempat sampah," lanjutnya.
Saat dimintai konfirmasi, Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih menegaskan gerobak pedagang itu tidak dibuang. Siwi menyebut gerobak itu hanya dipindahkan sementara.
"Dipindahkan ke tanah kosong, bukan dibuang, info klarifikasi Bu lurah. Tadi (Bu Lurah) sudah klarifikasi sama oorangnya lewat telepon," kata Siwi melalui pesan singkat kepada detikJateng.
Ia menjelaskan, gerobak tersebut dipindahkan ke tanah kosong agar area terlihat rapi karena pedagang yang bersangkutan belum mulai berjualan.
Pertemuan antara pemilik gerobak dengan kelurahan di Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu (4/12/2025). Foto: dok. Camat Semarang Utara |
Siwi menyebut Pak Agus merupakan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Melayu. Ia memastikan tidak ada acara khusus yang menjadi alasan pemindahan tersebut.
"Tidak ada acara apa-apa. Sepertinya Pokdarwis KM (Kampung Melayu) mau ulang tahun ke-2 atau ke-3. Saya belum dapat undangan," terangnya.
Menurutnya, pihak kelurahan juga telah mengecek kondisi fisik gerobak dan memastikan tidak ada kerusakan.
"Penjual sudah datang dan ada di kantor kelurahan. Kondisi gerobak aman dan bagus, ada di luar tanah kosong. Yang tergeletak di tanah kosong itu gerobak rusak, dibuang sudah lama di situ," terangnya.
Siwi menyebut pemilik gerobak yang mengunggah video itu sempat jengkel karena tidak mendapatkan penjelasan yang utuh di awal. Namun setelah klarifikasi, persoalan tersebut telah diluruskan.
"Yang bersangkutan jengkel karena tidak mendapat penjelasan yang benar dari ketua Pokdarwisnya," ungkapnya.
"(Mediasi) Di keluarahan Dadapsari. Sudah selesai difasilitasi Bu Lurah Dadapsari, Bu Hesti," lanjutnya.
(ams/ams)












































