3 Arti Pertanda Burung Masuk Rumah Malam Hari, Bawa Hal Baik atau Buruk?

3 Arti Pertanda Burung Masuk Rumah Malam Hari, Bawa Hal Baik atau Buruk?

Ulvia Nur Azizah - detikJateng
Minggu, 04 Jan 2026 12:42 WIB
ilustrasi burung merpati
Ilustrasi burung. Foto: thinkstock
Solo -

Burung yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah pada malam hari sering memicu rasa heran, bahkan cemas. Bagi sebagian orang, kejadian ini tidak dianggap kebetulan karena sejak lama dikaitkan dengan tanda tertentu dalam kepercayaan masyarakat.

Dalam berbagai tradisi, burung dipandang sebagai pembawa pesan. Waktu kemunculannya, terutama saat malam, serta perilaku dan jenisnya kerap memberi makna yang berbeda. Ada yang menafsirkannya sebagai kabar baik, ada pula yang menganggapnya sebagai peringatan.

Untuk memahami makna di balik kejadian ini tanpa asumsi berlebihan, simak penjelasan lengkapnya berikut ini, detikers!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Burung masuk rumah malam hari sering dimaknai sebagai simbol pesan, peringatan, atau pertanda tertentu.
  • Primbon Jawa menafsirkan makna berdasarkan jenis burung, arah, suara, dan perilakunya.
  • Tidak semua pertanda dimaknai buruk, sebagian justru dikaitkan dengan rezeki atau kenaikan derajat.

ADVERTISEMENT

Arti Pertanda Burung Masuk Rumah Malam Hari

Dikutip dari buku Kesadaran Ekologis dalam Sastra Indonesia tulisan Venus Khasanah dkk, burung sering dianggap sebagai hewan pembawa pesan dalam berbagai kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, kemunculan burung yang masuk ke dalam rumah kerap dimaknai sebagai sebuah pertanda, terutama bila terjadi pada malam hari.

1. Membawa Pesan

Sebagian masyarakat percaya burung yang masuk rumah menjadi tanda akan datangnya kabar. Pertanda ini kerap dikaitkan dengan berita baik atau keberuntungan yang akan menghampiri penghuni rumah. Burung dipandang sebagai simbol pesan, sehingga kehadirannya dianggap membawa isyarat tentang sesuatu yang akan terjadi dalam waktu dekat.

2. Pertanda Buruk

Namun, ada pula kepercayaan yang memaknai burung masuk rumah sebagai tanda kurang baik. Jika burung terlihat gelisah, terbang tidak menentu, atau sulit keluar dari rumah, sebagian orang menafsirkannya sebagai pertanda kesialan. Bahkan, ada mitos yang menyebut kehadiran burung tersebut berkaitan dengan masuknya energi atau roh tertentu ke dalam rumah.

3. Peringatan

Dalam kepercayaan lain, burung yang masuk rumah juga dianggap sebagai peringatan agar penghuni lebih waspada. Mitos ini mengaitkan kejadian tersebut dengan kemungkinan datangnya musibah atau kejadian tidak menyenangkan. Burung seolah hadir untuk memberi tanda agar penghuni rumah lebih berhati-hati dalam waktu dekat.

Firasat Burung di Sekitar Rumah Menurut Primbon Jawa

Kalau sebelumnya burung masuk rumah malam hari sering dimaknai sebagai pertanda datangnya kabar, primbon Jawa memberi penjelasan yang lebih rinci. Dalam catatan Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, firasat tidak hanya dilihat dari jenis burungnya, tetapi juga dari perilakunya.

1. Burung Hinggap di Atas Rumah

Kehadiran gagak yang bertengger di atas rumah sambil berbunyi ditafsirkan sebagai pertanda kebutuhan pemilik rumah akan dicukupi oleh orang lain. Tanda ini dikaitkan dengan batara baruna. Sebagai penyeimbang, primbon menganjurkan sedekah berupa daging kerbau dan uang sereyal. Jika tidak dilakukan, harapan tersebut disebut tidak akan tercapai.

Tanda yang berbeda muncul saat jalak terlihat hinggap di atap rumah. Dalam primbon, kondisi ini dikaitkan dengan batara brahma dan diartikan sebagai alamat pemilik rumah akan menjadi mantri. Anjuran yang menyertai adalah bersedekah sehelai kain dan uang sereyal. Jika sedekah tidak dilakukan, disebutkan akan menderita sakit.

Sementara itu, burung engkuk yang hinggap di atas rumah dikaitkan dengan batara pritanjala. Firasatnya berkaitan dengan datangnya uang atau rezeki. Namun primbon juga mengingatkan adanya kesukaran jika tidak disertai sedekah sebagai penolak.

Berbeda lagi dengan burung deruk yang terlihat bertengger di atas rumah. Kehadirannya dikaitkan dengan batara kala dan dimaknai sebagai tanda akan adanya halangan bagi pemilik rumah. Primbon menganjurkan sedekah daging kerbau dan uang sereyal. Jika diabaikan, kesukaran disebut akan datang.

Untuk burung rangkok yang hinggap di atas rumah atau tanaman, primbon menafsirkannya sebagai alamat naiknya derajat pemilik rumah atau meningkatnya harga tanaman tersebut. Tanda ini dikaitkan dengan batara bayu. Penolaknya berupa sedekah sehelai kain yang baik dan uang sereyal. Jika tidak dilakukan, disebutkan akan muncul fitnah dari orang lain.

2. Firasat Suara di Halaman dan Sekitar Rumah

Selain atap rumah, primbon juga memberi perhatian khusus pada suara yang terdengar dari halaman atau area di sekitarnya. Lokasi burung berbunyi dipercaya memengaruhi makna firasat yang muncul.

Suara burung kedasih yang terdengar dari pohon di halaman rumah ditafsirkan sebagai alamat si empunya rumah akan menderita sakit. Namun maknanya berubah jika suara tersebut berasal dari luar halaman, seperti di kuburan atau tempat tanpa bangunan rumah. Dalam kondisi itu, primbon menyebut adanya banyak penyakit di sekitar kiri atau kanan tempat tersebut.

Primbon menganjurkan setiap kali mendengar suara kedasih, walau dari jauh, segera dilakukan penolakan dengan membaca doa. Tujuannya agar hewan tersebut kembali ke hutan dan tidak berkeliaran di desa karena dikaitkan dengan penyakit.

3. Tanda Keberadaan Burung Prenjak

Dalam primbon, burung prenjak memiliki tafsir yang sangat bergantung pada posisi dan arah. Jika sepasang burung prenjak berada di sudut selatan rumah dan tidak pergi, tandanya pemilik rumah akan kedatangan priyayi yang sengaja berbuat baik.

Sebaliknya, jika burung prenjak berbunyi di pojok atap rumah, hal itu ditafsirkan sebagai alamat datangnya penyakit dan penderitaan bagi seluruh penghuni rumah. Penolaknya adalah bertobat kepada Tuhan dan memperbanyak perbuatan baik.

Bila burung prenjak berbunyi sambil mengelilingi rumah, primbon memaknainya sebagai tanda akan memperoleh harta benda yang banyak secara halal serta anugerah dari Tuhan. Doa dengan tawakal dan sedekah kepada orang miskin dianjurkan sebagai penguat tanda ini.

4. Firasat Suara Burung Prenjak

Arah suara juga punya arti. Bunyi dari timur rumah diartikan sebagai tamu yang membawa kejelekan atau penyakit. Jika terdengar dari selatan, tamu tersebut dipercaya membawa rezeki. Bunyi dari barat dimaknai sebagai tamu yang mengajak bertengkar, sedangkan dari utara ditafsirkan sebagai kedatangan tamu yang memberi nasihat dan alamat bertemu guru.

5. Gerak Burung Prenjak

Selain bunyi, gerakan menyambar juga ditafsirkan. Jika burung prenjak menyambar di selatan rumah, tandanya akan terjadi keributan. Jika menyambar di timur, akan datang tamu pendeta.

Gerakan dari barat dimaknai sebagai alamat memperoleh derajat, sementara dari utara ditafsirkan sebagai tanda kematian. Jika datang dari arah timur laut, primbon menyebut akan ada tamu yang bertanya tentang suatu masalah.

Terlepas dari percaya atau tidak, kisah-kisah ini menunjukkan bagaimana manusia sejak dulu berusaha membaca tanda di sekitarnya. Memahaminya bisa menjadi cara melihat peristiwa dengan lebih tenang dan penuh kehati-hatian. Semoga bermanfaat!



(par/par)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads