Percakapan Terakhir Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 02 Jan 2026 18:17 WIB
Kakak Ali, Naufal Hisyam (24) saat ditemui di rumahnya Perum Depkes Blok D2/16, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jumat (2/1/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng.
Magelang -

Sebelum dikabarkan hilang di Gunung Slamet, pendaki asal Kota Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) sempat memberikan kabar tentang keberadaannya di basecamp. Tetapi, keesokan harinya korban tidak lagi memberi kabar.

Kakak korban Ali, Naufal Hisyam (24), mengatakan adiknya berangkat mendaki dengan temannya, Himawan Choidar Bahran. Menurutnya, Ali dengan Himawan merupakan teman sejak masih SMPN 5 Kota Magelang hingga sekarang di SMAN 5 Kota Magelang.

"Waktu itu (tanggal 27 Desember) bilangnya mau pergi ke Gunung Sumbing, awalnya. Terus, ternyata tiba-tiba di Slamet, ngefotoin (kirim foto ke orangtua) ada di basecamp Slamet itu," kata Naufal saat ditemui di rumahnya Perum Depkes Blok D2/16, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jumat (2/1/2026).

"Kan terus ibu saya kan sebenarnya agak kaget kok bisa-bisanya sampai di Slamet. Terus yaudah ibu saya 'iyain aja karena udah terlanjur sampai di sana'. Terus ditanya sama ibu saya naik ke atas jam berapa, katanya jam 11 malam (23.00 WIB). Terus ramai nggak? Katanya ramai, bareng-bareng, ada yang lainnya," sambungnya.


Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan yang biasa dipanggil Ali, merupakan putra ketiga PNS Pemkot Magelang, pasangan Dhani Rusman dan Utari Januari. Saat ini, Ali tercatat sebagai siswa kelas 12 jurusan IPS di SMAN 5 Kota Magelang. Untuk pendakian tersebut dilakukan dalam satu hari atau tektok.

"Terus ditanya pulangnya kapan? Katanya Minggu sore. Itu kan berangkatnya hari Sabtu tanggal 27, harusnya kan pulangnya tanggal 28 gitu. Soalnya adik saya posisinya tektok bukan ngecamp. Terus ditungguin sampai Minggu kok gak ada kabar," imbuhnya.

Pihak keluarga sudah mencoba menghubungi Ali melalui pesan WhatsApp, tetapi belum ada kabarnya.

"Iya pak sudah dihubungi terus dari Minggu pagi tapi WA nya masih ceklis. Temannya juga dihubungi masih ceklis," ucap Naufal.

Selanjutnya, pihak keluarga mencari informasi dari semua akun media sosial Gunung Slamet untuk dihubungi. Namun, saat itu tidak ada yang mengetahui keberadaannya.

"Terus ayah saya menghubungi salah satu admin basecampnya, terus ditanya ada fotonya enggak? Terus ayah saya kirimin foto adik saya yang waktu ngepap (kirim foto) di basecamp," tutur Naufal.

"Terus itu ternyata dari Basecamp Dipajaya. Ayah saya minta nomornya buat menghubungi ke Dipajaya itu terus dicariin dari data adik saya ternyata ada KTP dan statusnya belum turun. Terus waktu dicek lagi ternyata motornya juga ada di sana," ujarnya.

Kemudian pada Senin (29/12), setelah magrib keluarganya terdiri ayah dan ibunya serta keluarga lainnya menuju basecamp Dipajaya. Mereka berangkat menuju basecamp yang berada di Dusun Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

"Semoga hari ini bisa ditemukan. Karena ayah saya juga hari ini dari pagi ikut bantu cari adik saya ke atas sana (naik Gunung Slamet)," ujarnya.

Selain itu, keluarga juga telah meminta bantuan dengan orang pintar.

"Terus juga sudah minta bantuan sama yang orang pintar, katanya adik saya itu kan lagi diajak main sama yang penunggunya sana. Tadi kan barusan saya juga nemuin pakdenya, kakak kelas saya. Katanya adik saya katanya mau dikembalikan jam sekitar jam 12 siang ini mungkin ditunggu sampai sore. Semoga berhasil (ditemukan)," kata dia.

Sementara itu, para tetangga korban berdoa bersama semoga Ali segera ditemukan. Doa bersama tersebut dilangsungkan di masjid maupun saat pengajian.

"Pada mendoakan ada pengajian di masjid. Ya cuman beritanya hilang sampai sekarang belum (ketemu). Hari Senin sore (warga tahunya hilang). Tadi, Jumatan didoakan di masjid," kata Titin Suyatin (62), tetangga korban.

Dihubungi terpisah, Analis Kebencanaan Ahli Muda, BPBD Kota Magelang, Siska Sriyoga mengatakan, begitu mendapatkan informasi hilangnya dua warga Magelang di Gunung Slamet, pada Selasa (30/12) mengirimkan 5 personel untuk membantu operasi SAR.

"Kami berangkatkan jam 8 malam (20.00 WIB), terdiri 2 personel dari BPBD dan 3 relawan dari Kota Magelang (PMI dan SAR Kota). Hari ini, struktural dari BPBD ada yang meluncur ke sana untuk kirim logistik," kata Yoga.

Untuk membantu operasi pencarian, kata Yoga, dari Kota Magelang ada 5 orang.

"Kami sudah koordinasi dengan Pemalang, kami mem-back up yang di basecamp dan pencarian. Hari ini, Magelang mulai melakukan pencarian sejak tadi pagi," ujarnya.

"Kami dapat informasi situasi report dari Pemalang itu mulai Selasa itu.




(apl/alg)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork