Hotel Tentrem Semarang memilih tema 90-an dalam perayaan malam tahun baru 2026 untuk menjembatani selera tamu lintas generasi. Dipadukan dengan konsep silent disco, countdown ini menjadi pengalaman inklusif sekaligus unik dari perayaan biasa.
"Mengambil tema back to 90s karena memang tamu-tamu yang ke Hotel Tentrem Semarang dari lintas generasi, ada yang dari baby boomers, milenial, gen Z pun ada," kata Food and Beverage Manager Hotel Tentrem Semarang, Niko Syamsul Nugroho dalam keterangannya, Kamis (1/1/26).
Perayaan bertajuk 'Countdown to 2026 Back to the 90s Silent Disco Party' itu digelar di Pool Bar lantai 6 Hotel Tentrem Semarang, Jalan Gajahmada, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Sekitar 200 tamu dari berbagai generasi tampak memadati area tersebut pada malam pergantian tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para tamu terlihat mengenakan headphone dan pernak-pernik bercahaya warna-warni. Di hadapan mereka, tiga orang disc jockey (DJ) memainkan musik dari atas perangkat DJ, sementara para tamu berjoget bersama dalam suasana yang sekilas tampak sunyi.
Dalam kondisi tersebut, suasana pool bar terasa berbeda dari pesta DJ pada umumnya yang identik dengan suara musik menggelegar. Musik disko yang dimainkan para DJ tidak diperdengarkan melalui pengeras suara besar, melainkan ditransmisikan langsung ke headphone masing-masing tamu.
"Ini namanya silent disco. Kalau misalkan DJ party kan biasanya yang benar-benar suaranya menggema ke mana-mana," ujar Niko.
"Jadi memang tamu datang ke tempat countdown mungkin kelihatannya hanya joget-joget aja, tidak terdengar apa-apa karena memang harus menggunakan headphone," sambungnya.
Menurut Niko, konsep silent disco belum marak di Kota Semarang. Karena itu, Hotel Tentrem Semarang memilih menghadirkan format tersebut agar perayaan tahun baru terasa lebih unik dibandingkan countdown party pada umumnya.
"Sebetulnya kalau di kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung itu sudah biasa. Tapi di Semarang masih sangat jarang. Nah, kita bawalah konsep ini ke Semarang supaya lebih beda," ucapnya.
Selain konsep silent disco, nuansa 90-an juga diperkuat melalui sajian musik disko khas era tersebut. Pihak hotel menghadirkan tiga DJ, dengan salah satunya secara khusus membawakan lagu-lagu terbaik era 1990-an.
"Jadi kalau saya lihat 90s itu masih masuk ke semua generasi. Malam ini kita ada tiga DJ, salah satunya menyuguhkan lagu-lagu best 90-an," pungkas Niko.
(akd/ega)










































