Banjir bermuatan lumpur meluap ke jalan dan masuk ke sejumlah rumah warga di Dusun Daleman, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, kemarin. BPBD Jawa Tengah menyebut banjir itu dampak dari galian proyek Jateng Agro Berdikari di area Tuntang.
Video banjir yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang itu viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram, @portalsemarang.
"Daleman Tuntang, Kab. Semarang sempat lumpuh sore tadi," tulis akun @portalsemarang, Rabu (31/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut, banjir itu terjadi di Dusun Daleman, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, tepatnya di sekitar area depan Stasiun Tuntang, pada Selasa (30/12) pukul 15.45 WIB.
"Banjir di Dusun Daleman karena dampak dari galian proyek JTAB (Jateng Agro Berdikari) di area Tuntang dan drainase yang tidak bisa menampung debit air saat hujan," kata Bergas saat dihubungi detikJateng, Rabu (31/12/2025).
Banjir itu telah surut. BPBD bersama unsur terkait sudah melakukan asesmen dan pembersihan material lumpur. Bergas mengatakan, untuk kejadian di Tuntang, pihak proyek JTAB juga akan bertanggung jawab.
"Air beserta lumpur meluap ke jalan dan masuk ke rumah warga. Sebanyak empat rumah warga tergenang air dan lumpur, ketinggian lumpur mencapai 25 sentimeter," ujar Bergas.
Selain di Dusun Daleman, banjir luapan kemarin juga terjadi di wilayah Kecamatan Bawen.
"Banjir luapan terjadi di Dusun Pancuran RT 06 RW 02, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa," tuturnya.
Bergas mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Juga tidak ada warga yang diungsikan.
"Banjir luapan menghanyutkan pondasi talut sungai sepanjang kurang lebih 20 meter dan merusak satu jembatan penghubung antar desa. Selain itu, satu ruang mengaji santri putra di Ponpes Al-Juwahir Mubarok jebol di bagian lantai," urainya.
Warga setempat pun sudah diimbau untuk tidak melintasi jembatan yang rusak dan memilih jalur lainnya. Kemudian, banjir luapan juga terjadi di Dusun Gading, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang kemarin sekitar pukul 16.00 WIB.
"Debit air drainase di Dusun Gading, Desa Tuntang, meluap karena gorong-gorong tersumbat material kayu, sehingga lumpur dan air masuk di 12 rumah warga dan 1 musala," ungkapnya.
Banjir itu mengakibatkan talut drainase sepanjang kurang lebih 15 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi 3 meter hanyut. Tak ada korban jiwa maupun warga yang diungsikan.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, terlebih di tengah momen libur akhir tahun, Bergas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan lokasi tujuan liburan, terus mengikuti informasi cuaca dari BMKG, serta memilih tempat wisata yang aman dan nyaman," katanya.
(dil/alg)
