Kepengurusan DPC PDIP Solo resmi dilantik hari ini setelah Aria Bima ditunjuk sebagai ketua. Struktur kepengurusan DPC PDIP Solo diketahui sempat tertunda dibanding daerah lainnya setelah penunjukan Aria Bima pada Minggu (28/12) lalu.
Sekretaris DPC PDIP Solo, Rheo Fernandez, mengakui adanya penundaan pembentukan struktur tersebut. Namun, ia menegaskan tidak ada penolakan dari anggota terhadap penunjukan Aria Bima sebagai Ketua DPC PDIP yang baru.
"Sebenarnya bukan penolakan. Jadi begitu ditunjuk Pak Aria Bima, kemudian ada tim personalia Mas Bambang dan Pak Budi Pras serta tim formatur Pak Roy Saputra, Pak Ekya, dan Mas Ngadiyo. Mereka berembuk untuk berkoordinasi dulu," kata Rheo saat dihubungi detikJateng, Selasa (30/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penundaan itu, kata Rheo, digunakan oleh Aria Bima untuk berkoordinasi dengan pengurus dan senior partai di PDIP Solo. Putra FX Hadi Rudyatmo itu kembali menegaskan bahwa tidak ada dinamika penolakan terhadap Aria Bima.
"Karena belum sempat, beliau juga belum terpikir sebelumnya akan menjadi Ketua DPC, sehingga ada penundaan untuk berkoordinasi dengan senior partai dan teman-teman pengurus PDI Perjuangan Surakarta. Jadi, kami hanya meminta waktu, bukan menolak," ungkapnya.
Menurut Rheo, saat pengumuman awal, Aria Bima belum siap menyusun struktur partai secara instan. Pasalnya, saat itu eks Plt DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa, sudah menyiapkan tim sendiri sebanyak 15 personel.
"Kenapa minta waktu? Karena Pak Aria Bima sendiri belum siap siapa saja yang mau dibawa. Padahal Pak Teguh sudah membawa tim sebagai bentuk pertanggungjawaban sebagai Ketua DPC. Setelah berkompromi dengan DPP dan DPD, struktur yang biasanya 15 orang, kini disetujui menjadi 21 personel," terangnya.
Dia menjelaskan, penambahan jumlah pengurus tersebut bertujuan agar semua pihak terakomodasi.
"Jadi semuanya bisa terakomodasi. Karena awalnya kami membawa 15 personel, kemudian Pak Teguh tidak menjadi Ketua DPC, maka Pak Aria Bima meminta waktu untuk berkoordinasi dulu," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta telah menyelesaikan sidang formatur kepengurusan periode 2025-2030. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, terpilih sebagai Ketua DPC menggantikan FX Hadi Rudyatmo (FX Rudy).
Aria juga telah mengumumkan struktur lengkap kepengurusan. Anak FX Rudy, Rheo Yuliana Fernandez, didapuk sebagai sekretaris, sementara posisi bendahara dijabat oleh Bambang Nugroho (Bambang Gage).
"Formatnya sudah bisa diputuskan dan disetujui oleh sidang hari ini. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta adalah saya, Aria Bima," kata Aria kepada awak media di Panti Marhaen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Selasa (30/12).
Aria menjelaskan sidang formatur DPC PDIP Solo yang seharusnya selesai dalam Muskercab se-Jateng pada Sabtu-Minggu (27-28/12) sempat diskors karena pihaknya perlu berkonsultasi dengan tokoh senior di Solo. Terkait jumlah pengurus yang mencapai 21 orang, Aria menyebut hal itu disesuaikan dengan kebutuhan wilayah.
"Kompleksitas dan persoalan Kota Solo saat ini membuat kami memilih format 21 pengurus. Ini untuk melihat realitas masalah di Solo yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan format 15 orang," terang Aria.
Berikut susunan lengkap struktur kepengurusan DPC PDIP Solo 2025 - 2030:
1. Ketua: Y. Aria Bima Trihastoto
2. Sekretaris: Rheo Yuliana Fernandez,
3. Wasekbid Internal: Budi Rahayu
4. Wasekbid Program: Ernie Setiawati
5. Bendahara: Bambang Nugroho
6. Wakil Bendahara: Restia Tenda Arsiwidawati
7. Wakabid Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi: Roro Indradi Sarwo Indah
8. Wakabid Politik dan Reformasi Sistem Hukum Nasional: Joni Sofyan Erwandi
9. Wakabid Perekonomian, Kebudayaan dan Pendidikan: Sagita Puspita Wiranata
10. Wakabid Kehormatan Partai: YF. Sukasno
11. Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif: Budi Prasetyo
12. Wakabid Ideologi dan Kaderisasi: Roy Saputra
13. Wakabid Keanggotaan, Organisasi dan Sumber Daya: Ahmad Akbar
14. Wakabid Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak: Anna Budiarti
15. Wakabid Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi Koperasi dan UMKM: Sri Rahmani
16. Wakabid Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial: Ekya Sih Hananto
17. Wakabid Pariwisata, Pemuda dan Olahraga: Tanu Tulus Kismanto
18. Wakabid Keagamaan dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa: Sarah Dwi Indayanti
19. Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital: Monique Dian Ayu
20. Wakabid Pertanian, Pangan, Kehutanan, Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan: Ety Isworo
21. Wakabid Hukum dan Advokasi: Suharsono
(alg/apl)
