Seorang ibu dan dua anaknya tewas usai motor yang dikendarainya tertabrak kereta api (KA) di jalur kereta api KM 98+300 antara Stasiun Sragi-Pekalongan, tepatnya di Dukuh Kendayaan, Desa Tengengwetan, Siwalan, Pekalongan, kemarin sore. Kini perlintasan itu ditutup besi.
"Penutupan ini kan kebetulan masih dalam rangkaian Operasi Lilin Nataru ya. Sekaligus untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Jadi alangkah baiknya ditutup permanen hari ini," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Agus Purwanto, saat dihubungi melalui telepon, Selasa (30/12/2025).
Agus mengatakan penutupan tersebut masih bersifat sementara, berlaku hingga masa libur Lebaran 2026. Dia menyebut PT KAI memberi peluang perlintasan itu dibuka kembali apabila ada permintaan dari masyarakat maupun pemerintah desa setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan bisa dibuka, tapi syaratnya ya itu, harus ada komitmen dari pemdes untuk melakukan penjagaan. Minimal sampai libur Lebaran kita kaji lagi," ujar dia.
Selama perlintasan sebidang itu ditutup, warga sekitar diminta memaklumi dan mematuhi rekayasa arus yang telah ditetapkan. Pengguna jalan dapat melewati perlintasan lain yang berjarak sekitar 500 meter di sebelah timur lokasi tersebut.
"Jadi terpaksa aksesnya harus memutar dulu," ucap Agus.
Sementara itu Kepala Desa Tengeng Wetan, Rochmat, mengatakan sebelumnya tidak pernah terjadi kecelakaan warga tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu tersebut.
Dia bilang perlintasan itu kerap digunakan warga untuk memangkas jarak tempuh.
"Di lokasi baru kemarin terjadi makan korban. Biasanya memang ada penjaga. Saat kejadian penjaga sakit, kondisi hujan juga," kata dia saat dihubungi lewat telepon.
Rochmat menjelaskan, ketiga korban tewas itu merupakan warga setempat yang sebelumnya tinggal di Banjarnegara. Saat kejadian, mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah berbelanja di pasar.
"Semalam langsung dimakamkan ketiganya," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, satu unit motor matik yang dikendarai seorang ibu berboncengan dengan dua dua anaknya tertabrak Kereta Api (KA) Harina pada Senin (28/12) sekitar pukul 15.14 WIB. Saat itu hujan deras. Ketiga korban tewas di lokasi kejadian.
