Disdik Duga Atap Gedung Baru SMA 1 Wiradesa Roboh gegara Kejar Target

Disdik Duga Atap Gedung Baru SMA 1 Wiradesa Roboh gegara Kejar Target

Robby Bernardi - detikJateng
Selasa, 30 Des 2025 13:53 WIB
Disdik Duga Atap Gedung Baru SMA 1 Wiradesa Roboh gegara Kejar Target
Penampakan atap gedung baru SMAN 1 Wiradesa Pekalongan yang ambruk, Selasa (30/12/2025). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Atap bangunan ruang kelas SMA Negeri 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, ambruk saat masih dalam proses rehabilitasi. Insiden itu terjadi pada siang hari saat tidak ada hujan ataupun angin. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah 12, menyebut ada dugaan kesalahan prosedur.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah 12, Sukamto, menyebut proyek tersebut merupakan rehabilitasi seluruh bangunan dan dikerjakan melalui sistem lelang. Target awal penyelesaian adalah 31 Desember 2025, namun belum rampung.

Dugaan sementara insiden terjadi karena prosedur pelaksanaan yang tidak sesuai dan pengerjaan yang kejar target.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, karena kesalahan prosedur pelaksanaan menurut saya. Karena kejar target, sehingga akhirnya terjadi seperti ini," katanya, di lokasi kejadian Selasa (30/12/2025).

Penampakan atap gedung baru SMAN 1 Wiradesa Pekalongan yang ambruk, Selasa (30/12/2025).Penampakan atap gedung baru SMAN 1 Wiradesa Pekalongan yang ambruk, Selasa (30/12/2025). Foto: Robby Bernardi/detikJateng

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data pada papan proyek, pembangunan gedung tersebut dikerjakan oleh CV Tunjung Steel Construction asal Semarang, dengan nilai kontrak hampir Rp 3,5 miliar. Pekerjaan berlangsung 100 hari sejak kontrak dimulai pada 10 September 2025. Selain itu, masa pemeliharaan bangunan tercatat selama 180 hari.

"Belum serah terima, jadi masih tanggung jawab rekanan. Kami beri waktu tambahan maksimal 50 hari," jelas Sukamto.

Bangunan itu, dikatakan Sukamto, menggunakan kayu Bengkirai, dengan komposisi material 80% baru dan 20% material lama yang masih dinilai layak.

"Pengawasan sudah dilakukan. Untuk pekerja yang luka juga sudah ditangani," ucapnya.

Papan informasi proyek rehabilitasi gedung SMAN 1 Wiradesa PekalonganPapan informasi proyek rehabilitasi gedung SMAN 1 Wiradesa Pekalongan Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Sementara itu, pelaksana proyek, Faisal Ardiansyah, menegaskan kejadian tersebut merupakan murni kecelakaan kerja. Pihak penyedia jasa masih bertanggung jawab penuh karena bangunan belum diserahterimakan kepada sekolah maupun Cabang Dinas Pendidikan.

"Ini masih proses pengerjaan, jadi murni kecelakaan kerja. Masih tanggung jawab penyedia jasa dan masih ada waktu 50 hari kerja," kata Faisal.

Ditambahkan Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiharto, mengatakan, informasi pertama kali justru diketahui dari media sosial. Setelah dilakukan pengecekan, insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

"Ada dua setengah ruang kelas yang tertimpa robohan atap. Korban dua pekerja, hanya luka ringan dan sudah istirahat di rumah," kata Maman.

Pihak Polsek telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pekalongan guna melaksanakan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut penyebab robohnya atap bangunan baru tersebut.




(afn/aku)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads