Kenapa Pohon Natal Harus Pohon Cemara? Ini Sejarah dan Maknanya

Kenapa Pohon Natal Harus Pohon Cemara? Ini Sejarah dan Maknanya

Desi Rahmawati - detikJateng
Kamis, 25 Des 2025 07:30 WIB
Kenapa Pohon Natal Harus Pohon Cemara? Ini Sejarah dan Maknanya
Ilustrasi pohon cemara sebagai pohon Natal. (Foto: Freepik/pressfoto)
Solo -

Menjelang akhir tahun, terdapat perayaan bagi umat Kristen, yakni Natal. Dalam perayaan tersebut, banyak ditemukan pohon cemara yang dihiasi oleh lampu dan bola berwarna-warni di berbagai tempat. Namun, kenapa hanya pohon cemara yang sering digunakan sebagai pohon Natal?

Natal dirayakan pada setiap tanggal 25 Desember tiap tahunnya. Perayaan ini adalah bentuk peringatan hari lahirnya Yesus Kristus. Hari Natal ini identik dengan tradisi menghias pohon cemara dengan lilin, lampu, bola, atau hiasan lainnya.

Pohon cemara selama ini menjadi ikon hari Natal di seluruh dunia. Penggunaan pohon cemara sebagai pohon Natal tidak didasari oleh alasan yang sembarangan. Pohon cemara memiliki sejarah yang panjang dan makna yang mendalam bagi umat Kristen. Penasaran dengan alasan dan sejarahnya? Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Pohon Cemara sebagai Pohon Natal

Perjalanan pohon cemara yang identik dengan perayaan Natal mengalami sejarah yang panjang dan erat dengan nilai spiritual. Dirujuk dari laman The Story Retold, sejarah pohon cemara menjadi ikon pohon Natal sebagai berikut ini.

ADVERTISEMENT

1. Ada Sebelum Era Kristen

Pohon cemara telah digunakan selama bulan-bulan pada musim dingin sebelum era Kristen. Orang-orang Eropa banyak yang menghormati pohon cemara sebagai lambang kehidupan dan kelahiran kembali di tengah musim dingin yang gelap.

Banyak bangsa Romawi Kuno yang menghiasi rumah mereka pada akhir bulan Desember dengan karangan bunga dan ranting pohon cemara. Begitu juga dengan kaum Druid di Kepulauan Inggris yang menghormati pohon ek, terutama mistletoe yang dianggap suci dan sering digunakan saat datangnya matahari di musim dingin.

2. Berkaitan dengan Legenda Santo Bonifasius

Pohon cemara sebagai pohon Natal juga berkaitan erat dengan Santo Bonifasius. Ia merupakan seorang biarawan Benediktin yang hidup pada abad ke-8. Berdasarkan legendanya, Santo Bonifasius berusaha untuk mengubah bangsa Jermanik dari kepercayaan pagan yang mereka anut.

Diceritakan bahwa ia bertemu dengan sekelompok orang yang akan mengorbankan seorang pemuda kepada Dewa Thor dengan menebang pohon ek raksasa. Santo Bonifasius pun menghentikan pengorbanan dengan menebang pohon tersebut. Pohon tersebut diyakini suci bagi Dewa Thor. Dirinya bahkan menebang pohon-pohon lain.

Namun, terdapat pohon yang tidak ia tebang, yakni pohon cemara kecil. Dengan ini, ia menganggapnya sebagai tanda kemenangan Kristen akan paganisme dan mengklaim pohon cemara sebagai lambang kehidupan abadi yang dijanjikan Yesus Kristus.

3. Dikenalkan oleh Jerman sebagai Pohon Natal

Tradisi pohon Natal saat musim dingin diperkenalkan pertama kalinya oleh Jerman pada abad ke-16. Pada saat itu, umat Kristen menghias pohon cemara di dalam rumah mereka. Pohon natal pertama yang berhasil didokumentasikan adalah pohon Natal di Strasbourg pada tahun 1539. Pohon natal tersebut berada di alun-alun kota yang dihiasi dengan lilin, buah-buahan, dan permen.

Dipercaya juga bahwa penggunaan pohon Natal sebagai simbol Kristen ini dimulai oleh Martin Luther. Ia merupakan pendiri reformasi Protestan. Martin Luther terinspirasi oleh keindahan bintang yang bersinar di antara cabang-cabang pohon cemara kala malam musim dingin tiba.

Ia kemudian menghiasi pohon di rumahnya dengan lilin sebagai lambang cahaya Kristus. Kemudian, pada abad ke-18 dan abad ke-19, tradisi pohon Natal pun menyebar ke seluruh Eropa di kalangan umat Kristen.

4. Dipopulerkan Ratu Victoria

Pohon Natal selama musim dingin ini lalu menjadi populer di wilayah Inggris pada abad ke-19. Kepopuleran tersebut tidak terlepas dari pengaruh Ratu Victoria sebagai ratu Inggris dan Pangeran Albert, suaminya yang berkebangsaan Jerman. Pada tahun 1848 muncul ilustrasi keluarga kerajaan dengan pohon Natal yang diterbitkan oleh London News. Dari ilustrasi ini menimbulkan banyak orang berminat untuk melakukan tradisi tersebut.

Makna Pohon Cemara sebagai Pohon Natal

Sesuai dengan sejarahnya, pohon cemara sebagai pohon Natal memiliki makna sebagai simbol kehidupan abadi. Selain itu, pohon cemara juga bermakna sebagai pengingat akan janji abadi Yesus Kristus.

Dikutip dari laman History, pohon cemara juga dipercaya dapat mengusir hal-hal berbau kejahatan seperti penyihir, hantu, roh jahat, bahkan penyakit. Warna hijau pada pohon melambangkan sifat abadi kasih Kristus dan janji kehidupan kekal. Hiasan seperti apel juga bermakna untuk merayakan hari Adam dan Hawa.

Nah, itu dia alasan mengapa Natal identik dengan pohon cemara berdasarkan sejarah dan maknanya. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(anm/sto)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads