Purbaya soal Ancam Rumahkan 16 Ribu Pegawai Bea Cukai: Perintah Bos

Nasional

Purbaya soal Ancam Rumahkan 16 Ribu Pegawai Bea Cukai: Perintah Bos

Anisa Indraini - detikJateng
Kamis, 11 Des 2025 19:53 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Foto: Shafira Cendra Arini
Solo -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan pembenahan dalam setahun ke depan. Ia mengancam bakal membekukan instansi itu dan merumahkan puluhan ribu pegawainya.

Purbaya menegaskan bahwa ancaman pembekuan terhadap Bea Cukai merupakan 'perintah langsung dari atasannya'. Ia menyatakan peringatan itu seharusnya sebagai cambukan bagi para pegawai agar betul-betul memperbaiki kinerja.

Dengan begitu, kata dia, pemerintah tidak perlu mengalihkan tugasnya kepada perusahaan swasta seperti Societe Generale de Surveilance (SGS) asal Swiss saat kebijakan pada masa Orde Baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kasih waktu setahun untuk betulin, kalau enggak, 16.000 pegawai (Bea Cukai) kita rumahkan. Bukan (perintah) dari saya tuh, dari bos di atas. Jadi saya pakai itu untuk pecut Bea Cukai supaya bekerja lebih baik untuk perbaiki kinerjanya, supaya kita tidak perlu lagi menyerahkan ke asing, masa negara kita nggak mampu," kata Purbaya dalam Dialog Interaktif Pemerintah Pusat dan Daerah di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/12/2025), dilansir detikFinance.

ADVERTISEMENT

Bendahara Negara tersebut mengungkapkan masih banyak kebocoran dalam pelayanan dan pengawasan ekspor dari Bea Cukai. Ia mengetahuinya saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pelabuhan.

"Saya pernah ke pelabuhan kan, cek barang di situ tertulis cuma US$ 7, di toko online harganya lebih mahal. Dari situ ketahuan ini harganya beda, kenapa bisa begini? Kok bisa murah? Mereka lihat-lihatan. Jadi mereka masih main," ungkapnya.

Purbaya berharap, dalam kepemimpinannya, Bea Cukai bisa lebih baik lagi dalam satu tahun ke depan. Ia mengharapkan tidak ada lagi produk selundupan ilegal, terutama dari China.

"Saya bilang gini, nggak ada sejarahnya Indonesia kalah sama China. Kubilai Khan saja kita kalahin. Jangan lupa sejarah, sama Raden Wijaya kan. Itu sejarahnya kita memang lebih licik. Masa lupa liciknya," imbuhnya.

"Jadi setahun ke depan, saya akan betulin Bea Cukai sehingga nggak ada barang-barang selundupan dari China yang ilegal," tambahnya.



(apu/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads