- Kalender Hijriah Hari Ini 6 Desember 2025 Kalender Hijriah 6 Desember 2025 Menurut Pemerintah Kalender Hijriah 6 Desember 2025 Menurut NU Kalender Hijriah 6 Desember 2025 Menurut Muhammadiyah
- Keistimewaan Surat-surat Al-Quran 1. Surat Al-Mulk 2. Surat Al-Kahfi 3. Surat Al-Waqi'ah 4. Surat Al-Baqarah 5. Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.
Masyarakat Indonesia biasa memakai tanggalan Masehi untuk panduan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional ditetapkan.
Namun, tanggalan Hijriah juga diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariat Islam dikerjakan berdasar tanggal Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Sabtu, 6 Desember 2025 ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.
Kalender Hijriah Hari Ini 6 Desember 2025
Kalender Hijriah 6 Desember 2025 Menurut Pemerintah
Tanggal hijriah versi pemerintah dapat ditilik melalui Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama. Dalam kalender itu, tertulis bahwasanya 1 Jumadil Akhir 1447 H jatuh pada Sabtu, 22 November 2025.
Bulan keenam kalender Hijriah ini kemudian berlangsung selama total 29 hari menurut pemerintah. Baru pada 21 Desember mendatang, Jumadil akhir berganti Rajab. Perlu dicatat, kalender pemerintah disusun menggunakan metode hisab.
Atas acuan itu, pemerintah mengonversi 6 Desember 2025 menjadi 15 Jumadil Akhir 1447 H.
Kalender Hijriah 6 Desember 2025 Menurut NU
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar NU melalui Pengumuman Nomor 106/PB.08/A.II.11.13/13/11/2025 menetapkan 1 Jumadil Akhir 1447 H jatuh pada Sabtu, 22 November 2025. Penetapan ini didasarkan atas metode istikmal karena hilal tidak ada.
"Bedasarkan minimal lima metode ilmu falaq qath'iy maka pada Kamis Legi 29 Jumadal Ula 1447 H/20 November 2025 M hilal tidak ada di atas ufuk pada saat ghurub di seluruh Indonesia. Sehingga memenuhi butir kedua Keputusan Muktamar ke-34 NU tahun 2021 terkait posisi ilmu falak dalam penentuan waktu ibadah," bunyi poin nomor 1 surat itu, dikutip dari Instagram @falakiyahnu.
Penggunaan metode istikmal atau penggenapan umur bulan menjadi 30 hari ini disebabkan tidak terlihatnya hilal di seluruh Indonesia. Alhasil, seperti sabda Nabi Muhammad SAW, umur bulan berjalan dijadikan 30 hari dan baru esoknya, masuk bulan baru.
Almanak 2025 yang dirilis Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang NU Kabupaten Bojonegoro juga memberikan informasi serupa. Tertulis bahwasanya 1 Jumadil Akhir jatuh bertepatan dengan Sabtu, 22 November 2025.
Atas dasar informasi tersebut, NU menetapkan 6 Desember 2025 sebagai 15 Jumadil Akhir 1447 H.
Kalender Hijriah 6 Desember 2025 Menurut Muhammadiyah
Terhitung mulai 1447 H, Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai acuannya. Kalender ini diciptakan untuk membuat tanggalan yang sama bagi umat Islam di seluruh belahan dunia.
Dirujuk dari situs resmi KHGT Muhammadiyah, Jumadil Akhir 1447 H tertulis jatuh pada Jumat, 21 November 2025. Artinya, Muhammadiyah lebih cepat sehari ketimbang versi pemerintah dan NU.
Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 6 Desember 2025 sebagai 16 Jumadil Akhir 1447 H.
Keistimewaan Surat-surat Al-Quran
Beberapa surat dalam Al-Quran memiliki keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki surat lain. Apa saja? Simak deretan nama surat dan dalil keutamaannya melalui poin-poin di bawah ini:
1. Surat Al-Mulk
Dikutip dari buku Fadhilah Al-Qur'an oleh Asaduddin Luqman, siapa saja yang membaca al-Mulk akan mendapat syafaat dan diampuni dosanya. Dalilnya adalah hadits berikut.
إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ. وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Artinya: "Surat di dalam Al-Quran yang terdiri dari tiga puluh ayat (surat al-Mulk) yang bisa memberikan syafaat kepada seseorang hingga ia diampuni dosanya. Dan surat itu adalah 'Tabarakalladzi biyadihil mulku' (surat al-Mulk)." (HR Imam Tirmidzi, al-Hakim, al-Baihaqi, an-Nasa'i, dan Ibnu Sunni dari Abu Hurairah)
Menurut keterangan dari buku Panduan Praktis Doa & Dzikir Sehari-hari tulisan Abduh Zulfidar Akaha, keistimewaan lain surat al-Mulk adalah menghalangi seseorang dari siksa kubur. Abdullah bin Mas'ud RA berkata:
مَنْ قَرَأَ تَبَارَكَ الَّذِي بَيَدِهِ الْمُلْكُ كُلَّ لَيْلَةٍ مَنَعَهُ اللهُ بِهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَكُنَّا فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُسَمِّيهَا الْمَانِعَةَ، وَإِنَّهَا فِي كتاب الله سُورَةٌ مَنْ قَرَأَ بِهَا فِي كُلِّ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطَابَ.
Artinya: "Barangsiapa yang membaca 'Tabaarokal ladzii bi yadihil mulku' pada setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dengan bacaannya tersebut dari siksa kubur. Dan dulu pada masa Rasulullah SAW, kami menamakannya sebagai Al-Mani'ah (Penghalang). Sesungguhnya dalam Kitab Allah ia adalah sebuah surat. Barangsiapa yang membacanya setiap malam, sungguh dia telah melakukan banyak kebaikan." (HR an-Nasa'i nomor 10479 dan al-Hakim 2/3839)
2. Surat Al-Kahfi
Diambil dari buku Fikih Muyassar yang diterjemahkan Fathul Mujib, surat al-Kahfi sunnah dibaca pada hari Jumat. Siapa saja yang membacanya akan mendapat keutamaan berupa pancaran cahaya dari bawah kaki pada hari kiamat. Dasarnya adalah hadits:
نْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ سَطَعَ لَهُ نُورٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءِ يُضِيءُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Artinya: "Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dipancarkan baginya cahaya dari bawah kakinya hingga puncak langit, yang pada hari kiamat nanti menjadi penerang baginya, serta diampunkan baginya dosanya antara dua Jumat." (HR al-Hakim no 2/368 dengan derajat shahih)
3. Surat Al-Waqi'ah
Berdasar keterangan dari laman NU Jawa Barat, ada hadits yang menyebut keistimewaan untuk para pembaca surat al-Waqi'ah. Disebutkan bahwasanya siapa saja yang membaca akan dijaga dari kemiskinan. Begini redaksi haditsnya:
سمعت رسول الله ﷺ يقول: من قرأ الواقعة كل ليلة لم يفتقر. رواه البيهقي.
Artinya: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, dia tidak akan jatuh miskin.'" (HR Baihaqi)
Hanya saja, derajat hadits di atas tidaklah shahih, melainkan dhaif. Oleh karenanya hadits di atas tidak bisa dijadikan hujjah yang kuat.
Hadits lain yang menyebut keistimewaan surat al-Waqi'ah berasal dari Ibnu Mas'ud RA. Namun, hadits ini juga punya kelemahan dari segi sanad. Dengan demikian, hadits ini hanya diamalkan untuk fadhilah (keutamaan) amal. Ini redaksinya:
وعن ابن مسعود رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله يقول: من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة ؛ لم تصبه فاقة». رواه البيهقي وإسناده ضعيف، لكنه يعمل به في الفضائل.
Artinya: "Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, maka dia tidak akan tertimpa kefakiran." (HR Baihaqi dengan sanad dhaif)
4. Surat Al-Baqarah
Al-Baqarah memiliki begitu banyak keistimewaan. Salah satunya, seperti dijelaskan NU Online, adalah menjauhkan setan dari rumah. Keutamaan ini didasarkan hadits riwayat Abu Hurairah RA yang berbunyi:
قال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم: لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة
Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, 'Jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan (tanpa lantunan Al-Quran) karena setan akan lari dari rumah yang dibacakan surat al-Baqarah,'" (HR Ahmad, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'I dengan matan serupa)
Salah satu ayat dalam surat al-Baqarah, yakni Ayat Kursi, juga memiliki keistimewaan agung. Diriwayatkan bahwa siapa saja yang membacanya sesuai sholat wajib, tidak ada yang menghalanginya dari masuk Surga kecuali kematian.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَكُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوْتَ
Artinya: "Barang siapa yang membaca Ayat Kursi tiap usia shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain - belum datangnya - kematian." (HR An-Nasa'i dalam Al-Yaum wa Al-Lailah: 10)
5. Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Menurut penjelasan dari buku Dzikir-Dzikir di Waktu Pagi dan Sore Hari tulisan Abdullah bin Abdul Aziz al-Aedan, surat al-Ikhlas dan Mu'awwidzatani (sebutan untuk al-Falaq dan an-Nas) disunnahkan Nabi SAW untuk dibaca setiap pagi dan petang sebanyak 3 kali. Keistimewaannya adalah membuat si pembaca dijaga dari keburukan.
Dasarnya adalah hadits:
"Dari Abdullah ibn Khubaib RA berkata: 'Kami keluar pada malam yang gelap gulita di saat hujan mencari Rasulullah SAW untuk mengimami kami, lalu kami menemukan beliau dan beliau bersabda, 'Ucapkanlah!' tetapi saya tidak mengucapkan apa-apa. Lalu beliau mengulangi, 'Ucapkanlah!' tetapi aku juga tetap tidak mengucapkan apa-apa. Lalu beliau mengulangi, 'Ucapkanlah!' lalu saya bertanya, 'Apa yang harus saya ucapkan?' Beliau bersabda, 'Ucapkanlah Qul huwallahu ahad (al-Ikhlas) dan mu'awwidzatani (al-Falaq dan an-Nas) setiap sore dan pagi hari tiga kali, maka cukuplah itu menjagamu dari segala sesuatu.'"
Hadits ini diriwayatkan Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa'i. Tirmidzi menyebut derajatnya hasan shahih.
Itulah informasi lengkap mengenai kalender Hijriah hari ini 6 Desember 2025 dan 7 surat Al-Quran yang punya keistimewaan. Semoga bermanfaat!
