Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten berhasil mencatatkan sejarah rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan menggelar pelatihan pertolongan pertama dengan peserta terbanyak. Tercatat sebanyak 20 ribu lebih peserta mengikuti kegiatan tersebut.
Pantauan detikJateng pada Sabtu (1/11/2025), upacara pembukaan acara tersebut berlangsung di lapangan Bumi Perkemahan Kepurun, Kecamatan Manisrenggo. Sebanyak sekitar 2 ribu peserta dari Palang Merah Remaja (PMR) secara luring mengikuti kegiatan tersebut, dan peserta lainnya hadir secara daring dari instansi masing-masing.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang juga sebagai inspektur upacara, perwakilan MURI Sri Widayati, Ketua PMI Klaten Purwanto Anggono Cipto, dan undangan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam momen tersebut, Widayati menyerahkan piagam penghargaan MURI kepada Hamenang dan Purwanto.
Usai pemberian penghargaan MURI itu, sekelompok peserta menampilkan simulasi pertolongan pertama. Dalam penampilan itu, sejumlah siswa berperan sebagai korban kecelakaan usai konvoi.
Sementara beberapa siswa lainnya berperan sebagai anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang menolong para korban dengan dibantu petugas PMI.
"Hari ini, 1 November 2025, kami dari Museum Rekor Dunia Indonesia merasa bangga berada di tengah-tengah Bapak Ibu dan Adik-adik sekalian untuk memberikan apresiasi sekaligus pencatatan sejarah Rekor Muri, yaitu pelatihan pertolongan pertama serentak oleh PMR terbanyak 20 ribu peserta digelar dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia ke-80," kata Widayati.
Widayati berharap penghargaan tersebut dapat meningkatkan kemampuan dalam pertolongan pertama. Dia menyebutkan rekor tersebut merupakan rekor ke-12.488 dari seluruhnya yang telah tercatat.
"Semoga ini semakin meningkatkan pengetahuan dan kemampuan memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat dan diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari," ungkapnya.
Sementara itu, Hamenang menyebut, seluruh anggota PMR yang mengikuti kegiatan tersebut ada lebih dari 30 ribu orang, melebihi target rekor MURI.
"Targetnya 20 ribu, tapi alhamdulillah bisa mencapai 30 ribu lebih," sebut Hamenang.
Hamenang berharap, kegiatan tersebut dapat menciptakan generasi yang paham akan kesiapsiagaan dalam bencana.
"Harapan kita bersama dengan kegiatan latihan pertolongan pertama ini tidak hanya kegiatan seremonial, tapi bagaimana menyiapkan generasi penerus kita agar lebih paham berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana. Sekaligus kalau terjadi kecelakaan, apa sih yang harus dilakukan, sehingga pertolongan pertama ini menjadi hal yang penting," katanya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, Klaten merupakan wilayah rawan bencana. Sebab itu, katanya, dibutuhkan banyak edukasi dan pelatihan terkait pertolongan pertama.
"Yang pertama, jumlah anak muda kita banyak. Yang kedua, di sisi lain Klaten ini adalah kawasan rawan bencana sehingga kita harus mengedukasi, pelatihan, sebanyak mungkin kepada warga agar paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana atau kecelakaan.
"Dengan adanya pelatihan 30 ribu lebih (peserta) ini bisa berkembang. Mereka tidak hanya latihan sendiri, tapi bagaimana kemudian bisa menjadi duta untuk mengajarkan ke teman-teman sebayanya," pungkasnya.
(prf/ega)











































