Apa Penyebab Tabung Gas Meledak? Ini 6 Tanda-tanda dan Cara Mencegahnya

Apa Penyebab Tabung Gas Meledak? Ini 6 Tanda-tanda dan Cara Mencegahnya

Nur Umar Akashi - detikJateng
Kamis, 16 Okt 2025 14:11 WIB
Ilustrasi tabung gas melon 3 kg subsidi
Ilustrasi tabung gas. Foto: Getty Images/iStockphoto/danikancil
Solo -

Meski jarang, tabung gas yang tampak tenang di sudut rumah bisa saja meledak bila terjadi kebocoran yang tak terdeteksi. Oleh karena itu, detikers perlu mengetahui tanda-tandanya sehingga bisa mengambil tindakan pencegahan.

Berbicara tentang ledakan tabung gas, laman Biro Penjaminan Mutu dan Informasi Digital (BPMID) Universitas Medan Area menyebut gelombang udara sebagai salah satu dampaknya. Gelombang ini terlepas dengan kecepatan tinggi sehingga bersifat destruktif.

Gelombang udara hasil ledakan itu mampu merusak bangunan dan bahkan mengancam nyawa manusia. Dari segi bangunan, gelombang udara hasil ledakan tabung gas mampu memecahkan kaca jendela dan memicu kebakaran bila terjadi dekat bahan-bahan mudah terbakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi manusia, gas-gas yang terlepas dapat mencemari udara dan tanah. Tentunya, dampak buruk ini tidak hanya mencederai kehidupan manusia, tetapi juga hewan dan tumbuhan.

Lantas, apa yang menyebabkan tabung gas meledak? Apa tanda yang mengindikasikan tabung gas akan meledak? Simak jawaban beserta pembahasan ringkas cara mencegahnya melalui artikel berikut ini!

ADVERTISEMENT

Poin Utamanya:

  • Ledakan gas disebabkan kebocoran gas yang kemudian terpantik.
  • Di antara ciri kebocoran gas adalah bau telur busuk, suara mendesis, dan perubahan nyala api kompor.
  • Salah satu cara mencegah ledakan adalah menghentikan kebocoran, meletakkan tabung di tempat yang tepat, dan menjauhkan tabung dari pemantik, seperti korek api dan rokok.

Penyebab Tabung Gas Meledak

Dirujuk dari laman Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jawa Timur, tabung gas sejatinya tidak cukup rawan untuk meledak begitu saja. Bagaimana tidak, tabung ini tahan dibanting dan dilempar, dalam panas Matahari sekali pun.

Namun, ledakan bisa terjadi karena gas terlanjur bocor merembes keluar. Kebocoran ini di antaranya mungkin terjadi melalui celah antara katup tabung dan regulator. Seharusnya, bagian itu aman karena terdapat sekat berupa cincin karet berwarna hitam.

Biasa juga dikenal sebagai seal atau o-ring, cincin karet hitam ini bertugas menyekat gas agar tidak keluar. Bila barang satu ini aus, sobek, atau hilang, gas dapat merembes keluar sedikit demi sedikit. Dalam satu jam saja, bisa 2 kilogram gas yang bocor keluar.

Alhasil, ruangan tempat tabung itu disimpan menjadi penuh dengan gas. Jika ruangan tidak punya sirkulasi udara berkualitas, seperti diterangkan laman Pemerintah Kota Blitar, ledakan dapat terpicu hanya dengan sedikit percikan atau pantikan lain.

Kemungkinan lain adalah katup kompor yang tidak tertutup sempurna. Melalui kepala kompor, gas dapat keluar perlahan-lahan dan memenuhi ruangan. Berdasar keterangan di situs BKKKS Jawa Timur, kadarnya jadi cukup banyak untuk meledak bila kebocoran kompor ini berlangsung semalaman.

Tanda-tanda Kebocoran Gas yang Perlu Diwaspadai

Usai membaca uraian singkat di atas, detikers tentu bisa mengambil kesimpulan bahwa ledakan tabung gas dipicu kebocoran, bukan karena tabung itu sendiri. Oleh karena itu, tanda-tanda gas bocor harus dipahami betul.

Diringkas dari The Gas Works dan Constellation, beberapa tanda kebocoran gas meliputi:

1. Mencium Bau Tidak Sedap seperti Telur Busuk

Sejatinya, gas elpiji tidak berbau sama sekali sehingga menyulitkan deteksi kebocoran. Guna memberi tanda, perusahaan manufaktur biasanya menambahkan bahan kimia tertentu dengan bau seperti telur busuk.

Alhasil, ketika ada kebocoran gas, bau tidak sedap itu turut keluar, sebagai peringatan bagi siapa saja yang mencium. Tidak perlu risau, meski aromanya mengganggu, bau tersebut tidak berbahaya bagi tubuh manusia.

2. Suara Mendesis

Jangan terburu-buru berpikir yang tidak-tidak saat mendengar desisan di dapur. Bisa jadi, itu suara gas merembes keluar. Jadi, selain bau busuk, suara mendesis yang berbunyi di sekitar tabung atau peralatan gas adalah indikasi kebocoran.

"Misalnya, bau gas yang menyengat atau penurunan tekanan pada alat pengukur gas. Selain itu, suara mendesis atau gelembung di area tertentu juga dapat menandakan adanya kebocoran," tulis laman Pemadam Kebakaran Lingga saat menerangkan ciri gas bocor, dikutip Kamis (16/10/2025).

3. Api Kompor Berubah Warna

Umumnya, nyala api kompor akan berwarna biru. Warna ini menandakan instalasi gas dan kompor beroperasi normal alias tanpa masalah. Bila sedang ada problem, seperti kebocoran gas, api kompor mungkin berwarna kuning atau oranye. Segera waspada!

4. Rumput dan Vegetasi Lain Berganti Warna

Beberapa orang memilih memasang tabung gas di luar ruangan, tentu dengan tetap diberi semacam payung. Bila kebetulan tabung gas itu diposisikan dekat rumput atau tanaman, dan tetumbuhan itu berganti warna, ada kemungkinan ada kebocoran gas.

Sebagaimana detikers ketahui, lazimnya, daun tanaman berwarna hijau. Namun, jika warnanya sampai menjadi kuning atau cokelat, kebocoran gas perlu diwaspadai. Apa lagi, bila tanaman yang tumbuh dekat tabung gas sampai mati.

5. Gas Cepat Habis

Pernahkah kamu merasa curiga dengan cepatnya tabung gas kosong di rumah? Rasa-rasanya, baru beli beberapa hari lalu, tetapi kompor sudah tak mau menyala tanda gas habis. Masalah ini punya dua kemungkinan penyebab.

Pertama, detikers memakai gas dalam frekuensi tinggi sehingga cepat habis. Kedua, gas bocor perlahan-lahan tanpa disadari. Bila gas terasa cepat habis disertai tanda lain, seperti bau tidak enak dan suara mendesis, kebocoran sangat berpotensi tengah terjadi.

6. Gejala Fisik Penghuni Rumah

Paparan gas yang bocor dalam waktu lama mungkin menyebabkan masalah kesehatan. Di antaranya adalah pusing, sakit kepala yang tidak jelas sebabnya, mual, sulit bernapas, rasa lelah, nyeri dada, mimisan, dan iritasi mata-tenggorokan.

Cara Mencegah Tabung Gas Meledak

Dikutip dari Super Gas, ada beberapa cara atau tips untuk mencegah tabung gas meledak, sebagai berikut:

  • Simpan tabung dalam posisi tegak.
  • Letakkan tabung gas di tempat sejuk dengan ventilasi udara baik.
  • Hindari paparan langsung Matahari dan sumber panas lain ke tabung gas.
  • Periksa tabung secara berkala untuk memastikan tidak adanya kebocoran.
  • Gunakan regulator tekanan dan selang sesuai standar Indonesia.
  • Beli tabung LPG dari distributor resmi.
  • Bila mencurigai kebocoran, matikan katup tabung dan buka jendela untuk memastikan sirkulasi udara baik.
  • Jangan menyalakan sakelar, korek api, atau rokok jika ada indikasi kebocoran.
  • Pastikan katup kompor tertutup rapat bila tak digunakan.
  • Hindari penggunaan listrik atau api terbuka dekat tabung gas.

detikers perlu paham bahwa tabung gas LPG punya masa kedaluwarsa. Oleh karena itu, pastikan tabung masih dalam masa operasionalnya saat membeli. Di tabung gas akan ada kode berupa bulan dan tahun sebagai patokan.

Kode A berarti bulan Januari-Maret, B April-Juni, C Juli-September, dan D Oktober-Desember. Kode huruf itu akan diikuti angka tahun. Kombinasi keduanya menunjukkan waktu kedaluwarsa tabung gas. Segera ganti jika sudah lewat masa pakainya.

Demikian pembahasan lengkap mengenai penyebab tabung gas meledak, tanda-tanda kebocoran, dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat, ya!




(par/apl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads