Takut Demo Ricuh Saat Malam, PKL-Warkop di Brebes Tutup Gasik

Takut Demo Ricuh Saat Malam, PKL-Warkop di Brebes Tutup Gasik

Imam Suripto - detikJateng
Sabtu, 30 Agu 2025 22:44 WIB
Situasi demo yang terjadi sekitar Alun-alun Brebes, Sabtu (30/8/2025) malam.
Situasi demo yang terjadi sekitar Alun-alun Brebes, Sabtu (30/8/2025) malam. Foto: Imam Suripto/detikJateng
Brebes -

Demo di Brebes masih ricuh malam ini. Akibatnya, pedagang kaki lima (PKL) dan warung kopi memilih tutup lebih awal karena takut terkena imbasnya.

Pantauan detikJateng, situasi di kawasan Alun-alun Brebes Sabtu (30/8/2025) pukul 19.30 WIB tampak sepi. Jika biasanya pada Sabtu malam ramai dipadati pedagang dan warga, kini tampak sepi.

Di berbagai titik lokasi alun-alun, sekelompok massa tampak bergerombol. Mereka sengaja menunggu massa mahasiswa yang akan berdemo di alun-alun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tio (51), salah satu pemilik warung kopi memutuskan menutup warungnya yang biasanya buka sampai malam. Sebab, dia mendengar kabar adanya aksi massa di kawasan Alun-alun Brebes.

ADVERTISEMENT

"Info yang beredar habis isya ada demo lagi, tapi di alun-alun. Jadi dari pada nanti terkena dampak mending tutup awal," ungkap Tio saat ditemui di lokasi.

Situasi demo yang terjadi sekitar Alun-alun Brebes, Sabtu (30/8/2025) malam.Situasi demo yang terjadi sekitar Alun-alun Brebes, Sabtu (30/8/2025) malam. Foto: Imam Suripto/detikJateng

Di Jalan Jenderal Sudirman, situasinya gelap gulita. Lampu jalan yang menuju Mapolres Brebes dipadamkan sementara. Sepanjang jalan tersebut juga didapati sekelompok warga yang menonton aksi di Mapolres Brebes.

Sementara itu, aksi mahasiswa yang sedianya di alun-alun, dipindahkan ke depan Mapolres Brebes. Acara doa bersama dengan menyalakan lilin ini dijaga ketat personel Brimob. Petugas membuat barikade untuk mencegah perusuh masuk. Peserta doa bersama juga diberi tanda khusus agar tidak disusupi pendemo.

Doa bersama ini diikuti organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Brebes, termasuk IPNU, KPMDB, HMI, GMNI, PMII, dan Garda NKRI. Malam doa bersama ini untuk mengenang Afan Kurniawan, pengendara ojek online (ojol) yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta pada Kamis (28/8) malam. Aksi ini berlangsung dengan tertib dan damai, tanpa insiden.

"Dalam aksi tersebut, peserta menyalakan 1000 lilin sebagai simbol harapan dan keselamatan bagi bangsa Indonesia. Mereka juga melakukan doa bersama untuk Afan dan keluarga," ujar Nabil Nafis, Ketua KPMD (Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes).

Selama berjalannya aksi doa bersama, situasi di depan kantor dewan masih memanas. Puluhan pendemo terus melempar dengan batu dan petasan.

Pukul 21.00 WIB, doa bersama usai dan para mahasiswa membubarkan diri. Tidak lama, massa pendemo merengsek maju dan kembali melempari kantor polisi.

Hingga pukul 22.00 WIB, aksi masih berlangsung. Para pendemo masih beraksi di dua lokasi itu.




(apu/apu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads