Demo Ricuh, Massa Lempari Kantor Bupati Banyumas Pakai Batu-Petasan

Demo Ricuh, Massa Lempari Kantor Bupati Banyumas Pakai Batu-Petasan

Anang Firmansyah - detikJateng
Sabtu, 30 Agu 2025 17:04 WIB
Kondisi demo di kantor Bupati Banyumas yang berlangsung ricuh, Sabtu (30/8/2025).
Kondisi demo di kantor Bupati Banyumas yang berlangsung ricuh, Sabtu (30/8/2025). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Aksi demonstrasi yang digelar di kompleks kantor Bupati Banyumas diwarnai ricuh. Massa yang berkumpul di Alun-alun Purwokerto sebelah utara ini datang dari berbagai kelompok.

Pantauan detikJateng, massa mulai berdatangan sekitar pukul 14.15 WIB. Begitu sampai di depan kompleks kantor bupati, mereka langsung melempar ke arah dalam dengan batu dan benda lainnya.

Batu dan tiang bendera beterbangan. Kantor penjagaan Satpol PP juga rusak karena terkena lemparan batu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak cukup sampai di situ, pot yang ada di kompleks alun-alun juga dicabut kemudian ikut dilempar ke arah dalam. Mereka melempar secara sporadis.

ADVERTISEMENT

Selain itu, kursi taman yang dipasang permanen juga menjadi sasaran massa. Mereka mencabut dan melempar ke arah dalam.

Massa juga terlihat berulang kali melempar petasan ke arah dalam. Bahkan pagar besi yang tadinya ditutup langsung jebol.

Mereka yang melempari benda-benda ke arah dalam mengenakan pakaian serba hitam. Sedangkan aliansi mahasiswa yang mengenakan almamater baru datang selang setengah jam kemudian.

Kondisi demo di kantor Bupati Banyumas yang berlangsung ricuh, Sabtu (30/8/2025).Kondisi demo di kantor Bupati Banyumas yang berlangsung ricuh, Sabtu (30/8/2025). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Aksi pelemparan dari massa yang berpakaian serba hitam ini sempat mereda saat mahasiswa datang. Namun sesekali pelemparan batu terjadi hingga menyebabkan sejumlah kaca pada kompleks kantor bupati pecah.

Selain itu massa juga turut membakar papan ucapan yang terbuat dari sterofom di dalam kantor setempat tepat di tengah-tengah pintu gerbang yang sudah dijebol.

Tidak jelas apa pemicu kekisruhan ini. Sebab penjagaan dari aparat kemanan juga tidak ketat. Tidak ada polisi yang terlihat berusaha menghalau massa.

Sejumlah petugas kepolisian bersenjata lengkap tampak bersiaga dalam kompleks pendopo. Meski dilempari, aparat tidak melakukan pembalasan dan tetap menjaga posisi.

Salah seorang pedagang siomai di sekitar lokasi yang tidak ingin identitasnya disebutkan mengatakan, aksi pelemparan ini dilakukan spontan tanpa adanya komando. Kelompok massa datang dari berbagai sudut.

"Saya itu lihat massa datang dari berbagai arah. Mereka langsung melempar batu ke arah dalam (pendopo). Mereka kayak sudah emosi dari awal datang," kata dia kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025).




(apu/apu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads