Demo yang berlangsung di Kota Pekalongan berlangsung ricuh. Massa yang yang terdiri dari kalangan remaja dan diduga pelajar sejak pukul 12.10 WIB masuk ke halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pekalongan.
Massa tidak melakukan orasi apapun, namun pergerakannya langsung merusak perkantoran di kawasan Setda Kota Pekalongan, termasuk gedung DPRD Kota Pekalongan. Mobil dinas setda juga menjadi sasaran amuk massa.
Selain kaca perkantoran dirusak, massa juga membakar kursi-kursi yang berada di dalam gedung DPRD. Sontak, dari dalam Gedung DPRD, api muncul semakin besar. Massa langsung menumpuk api dengan kursi-kursi lainnya. Sejumlah anggota TNI dari Kodim 0710/Pekalongan melakukan lokalisir agar api tidak semakin merembet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga sudah dua jam lamanya, massa aksi terus bermain kucing-kucingan dengan petugas kepolisian. Beberapa kali terdengar letusan gas air mata. Massa remaja mundur kemudian maju kembali setelah asap menyengat itu hilang.
Kepada detikJateng, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, menyayangkan adanya aksi anarkis tersebut.
"Sejak tadi kami memantau terkait dengan aksi massa yang melaksanakan unjuk rasa. Kami menyayangkan ini tidak dilakukan secara damai, bahkan cenderung anarki," katanya.
![]() |
"Sampai saat ini, massa masih mengepung di sekitar Setda, tapi dari TNI Polri sudah siap siaga mengamankan," lanjutnya.
Nur Priyantomo pun mengimbau kepada orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar tidak ikut-ikutan melakukan aksi anarkis.
"Aksi ini dipicu oleh anak-anak muda remaja yang notabene tidak bisa dikendalikan, bahkan tadi beberapa mobil dirusak, gedung DPRD dibakar. Alhamdulillah sudah teratasi, tapi massa belum meninggalkan lokasi. Info yang kami terima anak-anak remaja yang melakukan pelemparan pembakaran dan sebagainya, kami mengimbau bapak ibu yang punya anak, kami imbau dijaga jangan ikut aksi," ucapnya.
Nur juga meminta kepada para guru untuk memberikan edukasi anak didiknya agar melakukan aksi dengan tertib.
"Ini mungkin rentetan dari aksi serupa dari sekitar, hingga kami mengalami hal yang sama,"ucapnya.
Hinga berita ini diturunkan sekitar pukul 14.00 WIB, aksi masih saja terjadi di lingkungan Setda Kota Pekalongan.
(apu/apu)