Aliansi Ojol Solo Raya Sayangkan Aksi Demo Berakhir Ricuh, Tuding Ada Penyusup

Aliansi Ojol Solo Raya Sayangkan Aksi Demo Berakhir Ricuh, Tuding Ada Penyusup

Tara Wahyu NV - detikJateng
Sabtu, 30 Agu 2025 10:33 WIB
Gedung DPRD Kota Solo dibakar massa, Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Gedung DPRD Kota Solo dibakar massa, Sabtu (30/8/2025) dini hari. (Foto: Agil Trisetiawan P/detikJateng)
Solo -

Aliansi yang tergabung dalam solidaritas ojek online (Ojol) Solo Raya menyayangkan aksi yang berbuntut kericuhan. Diketahui, aksi solidaritas ojol Solo Raya mulanya berada di depan Mako Brimob Solo lalu bergeser ke Bundaran Gladak, dan Gedung DPRD Solo.

Humas aksi solidaritas ojol Solo Raya, Djoko Saryanto, menduga aksi tersebut disusupi orang yang tidak bertanggung jawab. Ia mengatakan sebelum terjadi kericuhan, pihaknya telah menarik ojol yang ada di lapangan.

"Aksi yang terjadi karena ternyata disusupi kegiatan yang mengarah ke perusakan atau anarki. Kami sangat menyayangkan dan kami tegaskan bahwa sebelum ada kejadian anarkis, kawan-kawan driver Ojol sudah kami tarik mundur untuk kembali ke markasnya masing-masing untuk kembali beraktivitas," kata Djoko saat dihubungi awak media, Sabtu (30/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan penarikan driver ojek online dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB saat ada indikasi kerusuhan. Ia mengatakan, aksi yang berlangsung pada Jumat (29/8) sore itu sudah bukan dari bagian ojek online.

ADVERTISEMENT

"Kawan-kawan sudah kita imbau tarik mundur karena sudah tidak murni lagi aksi dari driver ojol. Bahkan sampai malam pun teman-teman sudah tidak di jalan," ungkapnya.

Pihaknya bahkan membuat satgas internal untuk menarik anggota ojek online yang berada di jalan saat terjadi kericuhan. Selain itu, satgas internal juga bertugas untuk menyelamatkan kendaraan milik ojol.

"Betul, jadi kita bentuk satgas internal, kita sisir lokasi. Bahkan kita mengamankan beberapa motor dari rekan-rekan kita yang masuk rumah sakit di sepanjang Jalan Adi Sucipto dan depan Manahan kita temukan ada tiga motor yang bisa kita amankan yang saat ini kita titipkan di Satpam CIMB, bebernya.

"Dan kita sebar juga kawan-kawan di sepanjang Slamet Riyadi untuk memantau pergerakan kawan-kawan kita yang memakai jaket ojol. Setelah chaos di atas jam 22.00, kita himbau kawan-kawan yang beratribut untuk pulang. Kebetulan ada dari Satgas Internal Gojek juga yang menyisir, jadi yang tidak mempunyai akun diambil jaketnya. Sebenarnya diambil, yang bersangkutan disuruh mengambil di kantor. Tetapi yang punya akun aktif diimbau untuk pulang," sambungannya.

Mengenai pembakaran di kantor DPRD Solo, Djoko memastikan bukan dari pengemudi ojek online. "Bisa kami pastikan itu bukan dari driver Ojol," ucapnya.

Mengenai aksi perobohan pagar Mako Brimob sebelum kerusuhan, Djoko menduga sudah ada oknum yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan massa driver menurutnya sudah tiba dan sempat melaksanakan salat gaib.

"Jadi setelah kita evaluasi ternyata penyusupan itu sudah dari awal. Kalau dari kami, dari komando bukan asli driver roda dua, itu sudah kita arahkan. Sudah kita arahkan dan ternyata ada yang bikin kegiatan lain itu. Nah, itu di luar dari koordinasi kami. Jadi akhirnya ada beberapa yang tidak termonitor sampai terjadinya perubuhan pagar," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi solidaritas dari pengemudi ojek online pada Jumat (29/8) siang berakhir ricuh. Pihak aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa yang berada di depan Mako Brimob Solo.

Aksi yang selesai pukul 17.30 WIB itu berpindah tempat ke Bundaran Gladak. Aksi membakar water barrier dan fasilitas umum lainnya terjadi di sepanjang jalan Slamet Riyadi dan Jalan Jenderal Sudirman.

Aksi tersebut berakhir dengan membakar salah satu kantor DPRD Solo yakni ruang Sekretariat Dewan pada pukul 02.00 dini hari tadi.




(ams/ams)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads