Seekor sapi jenis Brahman tercebur sungai saat dikeluarkan dari kandangnya di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Satu unit crane dikerahkan untuk mengevakuasi sapi berbobot sekitar 1,1 ton itu.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (16/12). Sapi itu akhirnya dapat dievakuasi dari sungai yang berada di depan kandang milik Slamet pada pukul 11.00 WIB.
Penjaga kandang sapi itu, Muslimin (42), mengatakan sapi itu dikeluarkan dari kandang karena akan ada pembeli yang datang untuk menyurvei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Lantaran ukuran sapi itu terbilang besar, para petugas kandang kewalahan ketika salah satu kaki sapi itu terperosok ke sungai. Walhasil, sapi itu akhirnya tercebur. Beruntung sungai di depan kandang itu tidak begitu dalam.
"Jadi ceritanya gini, sapi itu kan ada (pembeli) yang mau survei. Kalau kita melihat di dalam kandang kan kurang maksimal, nah kita keluarin," kata Muslimin saat ditemui detikJateng di lokasi, Senin (16/12/2024).
Muslimin bilang, butuh lebih dari lima orang untuk mengeluarkan sapi itu dari kandang. Apes, setelah berada persis di depan kandang, kaki belakang sapi itu terpeleset masuk sungai.
"Pas mau kita keluarin, tiba-tiba kaki yang belakang terpeleset masuk ke sungai. (Petugas kandang) Yang di depan megang tambang itu nggak kuat (menahan), akhirnya semua (tercebur) ke sungai ," ujar dia.
Menurut Muslimin, bukan pertama kalinya sapi dari kandang itu tercebur ke sungai. Sebab, jarak kandang dengan sungai hanya dipisahkan jalan yang terbilang sempit. Sebelumnya, evakuasi bisa dilakukan secara manual karena sapi yang tercebur terbilang kecil.
"Dievakuasi dari jam 08.00 WIB sampai jam 11.00 WIB, itu saja dibantu alat berat. Kalau tadi (evakuasi) manual, sepuluh orang tidak bisa. Sapi Brahman bobotnya ya 1,1 ton. Kalau tidak melibatkan alat berat sampai besok mungkin belum bisa naik," ucap Muslimin.
Muslimin menyebut sapi Brahman berbobot 1,1 ton itu harganya mencapai seratusan juta rupiah.
"Ya sekitar seratus jutaan harganya per ekor. Alhamdulillah sapi tidak lecet, sehat, dan sudah masuk kandang kembali," jelasnya.
Di kandang milik Slamet itu ada 15 ekor sapi dari beragam jenis. Biasanya warga dari luar kota datang memesan sapi untuk kepentingan kurban meski Hari Raya Idul Adha masih jauh.
(dil/dil)