Kepala Kesbangpol Sulawesi Tenggara (Sultra) Harmin Ramba dipolisikan buntut digantinya siswa SMAN 1 Unaaha Konawe Doni Amansa dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional. Doni Amansa digantikan anak perwira polisi.
Pelaporan Kepala Kesbangpol Sultra Harmin ini dengan tuduhan menyebarkan berita bohong terkait tahapan seleksi Paskibraka Nasional.
"Ini yang dilaporkan Kepala Kesbangpol Sultra Harmin Ramba," kata kuasa hukum keluarga Doni, Andre Darmawan dikutip dari detikSulsel, Selasa (18/7/2023).
Laporan polisi terhadap Harmin tertuang dalam Nomor: STTLP/250/VII/2023/SPKT/POLDA SULAWESI TENGGARA tanggal 17 Juli 2023 sekitar pukul 16.02 Wita.
"Menurut kami adalah berita bohong bahwa (Harmin Ramba) mengatakan belum ada hasil seleksi di tanggal 8 Juli itu dan mengatakan pembekelan itu adalah bagian dari seleksi dan dinilai juga," katanya.
Andre menyebut ada pelanggaran saat pemeriksaan terkait petunjuk dan teknis seleksi Paskibraka Nasional tahap pembekalan. Menurutnya, hal itu bukan bagian dari seleksi.
"Padahal tidak ada di juknis (pembekalan merupakan seleksi) dan itu melanggar," ucap dia.
Di sisi lain, Andre juga menyoroti pengumuman nama-nama peserta Paskibraka Nasional yang secara abjad bukan ranking. Menurutnya Harmin berbohong soal pengumuman nama berdasarkan abjad.
Dia lalu mencontohkan pengumuman diawali nama Doni Amansa, Nadira Syalvallah, Wiradinata Setya Persada, dan Aini Nur Fitriani.
"Karena kalau berdasarkan abjad, ada D-N-W-A (abjad nama awal siswa yang diumumkan). Itulah yang menurut kita berita bohong dan membuat keonaran karena kasus ini sudah viral dan membuat keonaran dan menjadi perdebatan di mana-mana," jelasnya.
Pihaknya memastikan sudah mengantongi bukti-bukti dalam kasus ini. Andre menyebut laporan ini sebagai bentuk bantuan hukum untuk Doni.
"Kami yang melaporkan selaku kuasa hukum. Jadi keluarga Doni tidak menyediakan pengacara, kami memberikan bantuan hukum secara gratis," terangnya.
(ams/dil)