Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengungkap ada empat kemungkinan pembicaraan yang terjadi. Salah satu kemungkinan yakni pembicaraan berkaitan dengan prospek Gibran dalam Pilkada.
"Membicarakan prospek pencalonan Gibran dalam Pilkada. Melihat trend elektabilitasnya sepertinya ada kemungkinan PDIP akan mengusung Gibran dalam Pilkada Jawa Tengah," kata Arya saat dihubungi, seperti dilansir detikNews, Selasa (13/12/2022).
Arya menyampaikan pembicaraan ini bisa saja terjadi lantaran popularitas dan elektabilitas Gibran yang saat ini tinggi. Namun, dia meyakini pembicaraan bukan terkait Pilkada DKI Jakarta.
"Apalagi di internal para kepala daerah PDIP di Jawa Tengah, Gibran punya popularitas dan elektabilitas yang tinggi. Sementara, untuk Pilkada DKI Jakarta, saya kira PDIP masih memikirkan opsi lain. Sepertinya Gibran dipersiapkan untuk Jawa Tengah daripada Jakarta," jelasnya.
Kemudian, dia menilai pembicaraan juga bisa seputar Pileg 2024. Dia menyebut konsolidasi partai di Jawa Tengah penting dibicarakan oleh Megawati kepada perwakilannya di Jawa Tengah.
"Pembicaraan terkait konsolidasi politik partai dalam menghadapi pemilu legislatif di Jawa Tengah sebagai basis utama PDIP," imbuhnya.
Selain itu, dia menyebut adanya kemungkinan pembicaraan terkait Pilpres 2024. Dia juga menyebut Megawati pasti memberikan masukan kepada Gibran terkait pembangunan dan arah kebijakan di Solo.
"Dalam pertemuan tersebut saya kira juga ada pembicaraan terkait pilpres, dan arah dukungan PDIP dalam Pilpres. Keempat, pembicaraan terkait masukan partai dan Bu Mega terkait pembangunan dan arah kebijakan di Kota Solo," ujar dia.
Namun demikian, dia meyakini yang paling mungkin menjadi pembicaraan adalah persoalan Pilkada Jawa Tengah. Dia meyakini pembicaraan itu memiliki porsi paling besar.
"Dari 4 kemungkinan tersebut, saya kira, kemungkinan pertama (pencalonan dalam pilkada) mempunyai porsi yang besar dibandingkan isu lainnya," imbuhnya.
(apl/sip)