Tewasnya Mega Puspita, Bos Cor Logam Klaten di Tol Boyolali

Terpopuler Sepekan

Tewasnya Mega Puspita, Bos Cor Logam Klaten di Tol Boyolali

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 27 Nov 2022 14:42 WIB
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan Alphard vs truk trailer di Tol Semarang-Solo Km 490, Boyolali, Kamis (24/11/2022) pagi.
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan Alphard vs truk trailer di Tol Semarang-Solo Km 490, Boyolali, Kamis (24/11/2022) pagi. Foto: dok. Polres Boyolali
Boyolali -

Sebuah kecelakaan maut antara mobil Alphard yang menabrak truk trailer di Jalan Tol Boyolali menjadi salah satu berita yang menjadi perhatian pembaca detikJateng selama sepekan terakhir. Tiga orang tewas dalam kecelakaan itu.

Kecelakaan di pagi buta itu terjadi pada Kamis (24/11/2022) sekitar pukul 04.15 WIB. Mobil Alphard yang dikendarai rombongan dari CV Mega Jaya Logam itu melakukan perjalanan pulang dari Jakarta menuju Klaten.

Dalam kondisi normal, seharusnya mereka kurang satu jam lagi untuk bisa sampai ke tujuan. Namun kenyataan bicara lain. Rombongan tersebut menabrak bagian belakang sebuah truk trailer yang berjalan dengan arah yang sama.


"Pengemudi diduga mengantuk lalu oleng ke kiri dan menabrak KBM (truk) trailer," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Iqbal Alqudusy, Kamis (24/11/2022).

Pemilik perusahaan, Mega Puspita (35) tewas dalam kecelakaan itu. Demikian pula dengan dua anak buahnya yang lain, Eka Lestari (24) dan Ivan Leandi (24).

Sedangkan dua penumpang Alphard yang lain, termasuk pengemudi, terluka akibat kejadian tersebut. Adapun dari penumpang dan pengemudi truk trailer semuanya selamat.

Selain faktor mengantuk, sopir Alphard diduga mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dari hasil pemeriksaan, kecepatan mobil itu di atas batas kecepatan yang diperkenankan di jalan tol.

"Untuk penyebab kejadiannya olah TKP itu dilaksanakan oleh tim TAA dari Polda Jateng. Tapi memang ada dugaan untuk sopir (Toyota Alphard) ini mengantuk," kata Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin.

Asep juga mengemukakan, diduga mobil Toyota Alphard bernomor polisi AD-374-Z yang dikemudikan Jefri Fajar Rifai (42) itu dalam kecepatan tinggi.

"Itu informasinya speedometernya (mobil Alphard) berhenti di angka 140 kilometer per jam. Jadi untuk kendaraan Alphard itu speedometer berhenti di angka 140 km/jam. Diduga dalam kecepatan tinggi," ungkap dia.

Polisi juga tidak menemukan jejak pengereman di sekitar lokasi kecelakaan.

Cerita soal bos cor logam di halaman selanjutnya