Warga Desa Karangjumpo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan jenuh terus-terusan menjadi korban banjir. Mereka akhirnya memasang spanduk di sejumlah titik genangan air.
Spanduk itu sebagai ungkapan kebosanan warga pada kondisi yang sudah menahun tidak teratasi, yakni banjir dan rob. Spanduk itu bertuliskan, 'Wargamu Sikile Ledes' dan 'Lurah Kami Suka Banjir' dan disebut telah dipasang sejak Jumat (18/11) kemarin.
"Ya ibaratnya kita sudah bosan, setiap hari kayak gini sejak tahun 2013 lalu. Sini bisa surut kalau terkena panas beberapa hari. Asalkan sorenya nggak ada air rob ya," kata Dimyati (58) warga setempat saat ditemui detikJateng, Sabtu (19/11/2022).
Air yang terlanjur masuk ke permukiman, kata Dimyati, ibaratnya air yang mati, yang sudah tidak bisa mengalir ke mana-mana, kecuali dipompa. Air akan hilang jika beberapa hari jika kondisi panas, itupun jika sore tidak terjadi air rob, limpasan dari sungai.
"Kalau kondisi genangan air ini ya sudah tiga minggu. Ya tidak masuk rumah, karena rumah sudah pada ditinggikan. Cuman jalannya mengganggu, kaki 'ledes' (kena kutu air). Airnya tidak surut-surut juga," imbuhnya.
Dalam pengamatan detikJateng di lokasi, memang lokasi setempat berada di bawah jalan beton. Bahkan, jalan perkampungan lebih rendah dari jalan beton,begitu juga dengan tanggul.
Tanggul sungai lebih tinggi dari permukiman warga. Sehingga, jika air rob masuk melewati sungai dan melimpas melalui tanggul kemudian ke lokasi tersebut, air akan sulit kembali ke sungai, karena lokasi sungainya jauh lebih tinggi.
"Ya satu-satunya jalan kita menuntut pihak pemerintah maupun kades, untuk kita dibuatkan rumah pompa, agar bisa menyedot air dan dibuang ke sungai. Ini sudah lama kok terjadinya, mulai sejak tahun 2013," timpal Anam (29), warga setempat.
Anam mengaku bosan melihat kondisi permukimannya selalu tergenang. Dia menyebut permukimannya pun tampak kumuh karena genangan.
"Ya kalau warga yang mampu, lantai rumah ditinggikan bersamaan dengan atapnya. Jika warga tidak mampu, hanya membeli tanah uruk, meninggikan lantainya saja. Sehingga rumah kelihatan rendah," tambah Anam.
Selanjutnya Sekda Pekalongan buka suara soal keluhan warga...
(ams/ams)