Demam Berdarah di Klaten Tahun Ini Naik Tajam, Ada 23 Kasus Meninggal

Demam Berdarah di Klaten Tahun Ini Naik Tajam, Ada 23 Kasus Meninggal

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Kamis, 17 Nov 2022 16:50 WIB
Petugas memeriksa jentik nyamuk di sekitar permukiman warga di Klaten, Kamis (17/11/2022).
Petugas memeriksa jentik nyamuk di sekitar permukiman warga di Klaten, Kamis (17/11/2022). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten tahun ini naik berlipat dari tahun sebelumnya. Kasus DBD meningkat lebih dari 100 persen, demikian juga tingkat kematiannya.

"Tahun ini kasus meningkat lebih dari 100 persen. Tingkat kematian pun naik tinggi," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, dokter Anggit Budiarto kepada detikJateng, Kamis (17/11/2022) siang.

Menurut Anggit, kasus DBD penyebab utamanya adalah nyamuk Aedes aegypti. Dengan demikian jumlah kasus tergantung kepada pengendalian vektor nyamuk.


"Pengendalian vektornya yang penting diringkus. Masyarakat desa, pemerintah desa menggerakkan teman- teman petugas itu yang perlu ditingkatkan sehingga masalah utamanya banyaknya sarang nyamuk," lanjut Anggit.

Dari angka kasus tahunan, diakui Anggit, ada kenaikan tajam dari tahun sebelumnya. Meskipun, dalam beberapa bulan terakhir ini sudah cenderung melandai.

"Ini sudah landai di Minggu ke 43-45 ini tapi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus tetap ditingkatkan. Jumlah kasus melandai dan semoga begitu sampai akhir tahun," ucap Anggit.

Tingkat Kematian 3 Kali Lipat Dibandingkan Tahun 2021

Sub koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Wahyuning Nugraheni menyatakan kenaikan kasus cukup tinggi. Tahun ini sampai pekan 45 (November) ada 486 kasus.

"Sampai dengan minggu ke 45 atau 12 November 2022 ada 486 kasus dengan 23 kasus kematian. Tahun 2021 hanya 143 kasus dengan 7 kematian," papar Wahyuning kepada detikJateng.

Petugas sanitasi Puskesmas Jambu Kulon, Kecamatan Ceper, Agus Sugiarto menyampaikan tim puskesmas mengadakan penyelidikan epidemiologi di Desa Srebegan. Hal itu dilakukan setelah ada 1 kasus DBD.

"Di Desa Srebegan ada 1 positif DBD dan 5 demam dengue. Kita lakukan penyelidikan epidemiologi hari ini, jentik hanya ada 1-2 rumah," kata Agus kepada wartawan usai mendatangi rumah-rumah warga.



Simak Video "Atta Halilintar Dilarikan ke Rumah Sakit Gegara DBD"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ams)