Polemik Fatwa Haram Capit Boneka di Purworejo

Round-Up

Polemik Fatwa Haram Capit Boneka di Purworejo

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 04 Okt 2022 07:00 WIB
Permainan capit boneka di Kabupaten Purworejo, Kamis (22/9/2022).
Permainan capit boneka. Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng
Solo -

Fatwa haram untuk permainan capit boneka yang telah dikeluarkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo menjadi polemik. Fatwa itu pun menjadi kajian lembaga lainnya.

Pekan lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purworejo masih membahas mengenai fatwa itu dalam rapat-rapatnya. Bahkan, dalam rapat yang digelar beberapa kali, belum ada titik temu.

Rapat tersebut digelar pada Kamis (29/9) lalu di sebuah rumah makan. Kegiatan itu dihadiri oleh 9 orang yang masuk dalam komisi fatwa.


"Sore ini kami sudah rapat, ini baru saja selesai udah mau bubar karena maghrib," kata Ketua MUI Purworejo Achmad Hamid saat dihubungi detikJateng, Kamis (29/9/2022) petang.

Namun, pembicaraan tersebut berlangsung dengan cukup alot. Menurut Hamid, tidak mudah melakukan kajian mengenai fatwa tersebut.

"Hari ini belum selesai, nggak semudah yang dibayangkan ternyata," kata dia.

Rencananya mereka masih akan melakukan pertemuan untuk membahas mengenai fatwa haram capit boneka itu. Namun dia belum bisa memastikan waktunya.

"(Keputusan) Masih dalam pembahasan, masih adu argumentasi begitu. Keputusannya mungkin nunggu beberapa hari. Ini belum rampung pembahasannya sampai sore ini, opo ora hebat, podo pinter-pinter kabeh wonge si (apa nggak hebat, pada pintar-pintar semua si orangnya)," sambungnya.

Tanggapan PBNU ada di halaman berikutnya...