Fakta-fakta Siswa SMKN di Purbalingga Belajar di Pasar

Round-Up

Fakta-fakta Siswa SMKN di Purbalingga Belajar di Pasar

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 09:19 WIB
Ratusan siswa SMKN 1 Karangjambu pindah ke kios Pasar Desa Purbasari Purbalingga, Senin (26/9/2022).
Ratusan siswa SMKN 1 Karangjambu pindah ke kios Pasar Desa Purbasari, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (26/9/2022). Foto: Vandi Romadhon/detikJateng
Solo -

Para pelajar di SMK Negeri (SMKN) 1 Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, boyongan pada awal pekan ini. Mereka bekerja bakti mengangkat meja dan kursi menuju deretan kios di Pasar Desa Purbasari.

Mereka bukan hendak menjual perlengkapan milik sekolah itu, melainkan sedang menyiapkan tempat kegiatan belajar mengajar di pasar tersebut.

Rupanya, SMKN Karangjambu tidak memiliki gedung sendiri. Selama ini mereka menumpang di SMP setempat. Saat ini, gedung SMP baru direhab sehingga siswa SMKN Karangjambu harus mencari lokasi baru untuk belajar.


Berikut ini fakta-fakta di balik peristiwa itu.

Meminjam 22 Kios di Pasar

Dengan membawa kursi dan meja sekolah, ratusan siswa mulai menempati ruang kelas yang akan digunakannya untuk bersekolah. Namun, ruang kelas yang digunakan bukanlah sekolah pada umumnya, melainkan ruangan kios di pasar Desa Purbasari.

"Siswa kami 183, kelas X tiga kelas, kelas XI dua kelas, dan kelas XII satu kelas. Hari ini pindah ke kios Pasar Desa Purbasari, ada 22 kios yang dipinjamkan lebarnya masing-masing 3x3 meter," kata Kepala SMKN 1 Karangjambu, Muhammad Mumfasil, Senin (26/9/2022).

Dibantu oleh Warga

Pihaknya bersyukur semangat warga Purbasari sangat tinggi untuk memperhatikan pendidikan. Sehingga mereka kemudian meminjamkan ruko milik desa untuk dijadikan sekolah sementara.

"Sekolah ini memang untuk mengakomodir warga yang kesulitan akses untuk mencapai sekolah di luar wilayah Kecamatan Karangjambu yang kondisinya di wilayah pegunungan yang jauh dari kota," kata Mumfasil.

"Saat ini sekolah memang belum memiliki lokasi yang akan digunakan untuk dibangun sekolah, sehingga sekolah akan menggunakan ruko sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan," lanjut dia.

Disdik Jateng Belum Punya Lahan

Dinas Pendidikan Jawa Tengah (Disdik Jateng) angkat bicara terkait siswa di SMKN 1 Karangjambu Kabupaten Purbalingga yang harus belajar di pasar karena tak memiliki gedung. Disdik Jateng mengakui hingga saat ini lahan untuk membangun gedung SMKN itu belum tersedia.

"Kesiapan lahan yang disediakan kabupaten untuk siap dilimpahkan ke Provinsi untuk bangun SMK belum tersedia di wilayah Karangjambu," kata Kadisdik Jateng Uswatun Hasanah dalam keterangannya, Rabu (28/9).

Selama ini SMKN Karangjambu itu menumpang di SMPN 1 Karangjambu. Namun saat ini sekolah itu baru direhab sehingga siswa SMK itu tidak kebagian ruang kelas.

"Tersedia bangunan ruko dan beberapa fasilitas (listrik, MCK, tempat olahraga, dll) di desa Purbasari yang bisa digunakan untuk pembelajaran SMK. Penggunaan fasilitas ini disepakati sampai SMKN 1 Karangjambu memiliki gedung sekolah sendiri," katanya.

Reaksi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di halaman berikutnya