Curhat Penjaga SD Duit Puluhan Juta Dimakan Rayap: Semoga Bisa Ditukar

Curhat Penjaga SD Duit Puluhan Juta Dimakan Rayap: Semoga Bisa Ditukar

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Selasa, 13 Sep 2022 12:39 WIB
Uang tabungan milik penjaga sekolah kontrak di SD Negeri Lodjiwetan, Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo, dimakan rayap. Foto diambil Selasa (13/9/2022).
Uang tabungan milik penjaga sekolah kontrak di SD Negeri Lodjiwetan, Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo, dimakan rayap. Foto diambil Selasa (13/9/2022). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Duit puluhan juta rupiah milik Samin (53), seorang penjaga sekolah kontrak di SD Negeri Lodjiwetan, Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo, rusak dimakan rayap. Samin berharap uang tabungan selama 2,5 tahun untuk biaya mendaftar ibadah haji itu bisa ditukar di bank.

"Semoga bisa ditukar ke BI (Bank Indonesia). Semoga bisa kembali, untuk daftar haji," harap Samin dengan mata berkaca-kaca, saat ditemui, Selasa (13/9/2022).

Samin mengatakan uang yang rusak itu ia simpan dalam sebuah celengan plastik yang dia letakkan di rumah tinggal sementaranya di lingkungan SD. Setiap hari, dia menyisikan uang sekira Rp 200 ribu, untuk mewujudkan mimpinya naik haji dengan istri dan dua orang anaknya.


"Saya mau mendaftarkan haji. Selama 2,5 tahun saya menabung untuk daftar haji," tuturnya.

Diceritakannya, kejadian diketahuinya saat dia mengangkat dua celengan plastik miliknya dan mendapati adanya rayap dalam rak buku. Samin dan istrinya yang curiga kemudian membongkar celengan plastik tersebut.

Saat dibongkar uang dalam satu celengan masih utuh. Namun uang dalam celengan lain sudah rusak dimakan rayap. Uang celengan terdiri pecahan Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 100 ribu.

"Total uang di celengan yang aman itu Rp 49,8 juta. Jika di celengan yang rusak, kurang lebih jumlahnya sama," jelasnya.

Uang itu didapatkan Samin dan istrinya dari hasil keringat mereka. Selain sebagai penjaga sekolah, Samin dan istrinya juga membuka kantin di SD Negeri Lodjiwetan. Setiap hari dia juga diminta membuatkan minuman untuk staf dan guru di SD Negeri Lodjiwetan.

Saat disinggung kenapa uangnya tidak ditabung ke bank, Samin mengaku agar lebih praktis.

"Untuk efisien. Kalau tiap hari ke bank nabung Rp 200 ribu memakan waktu dan tenaga. Saya juga harus menjaga anak-anak di sekolah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Lodjiwetan, Suhatoro, mengatakan Samin telah bekerja sebagai penjaga sekolah sejak tahun 1998. Dia diberikan fasilitas rumah penjaga sekolah untuk ditempati.

"Kita akan membantu untuk menukarkan uang yang rusak ke bank. Nanti bank mana yang bisa menerima, kita akan tukarkan," kata Suhatoro.

Catatan redaksi:

Judul berita terkait jumlah uang yang rusak dimakan rayap diubah pada pukul 12.54 WIB. Redaksi meminta maaf atas ketidakakuratan pada judul berita di versi sebelum diubah.



Simak Video "Uang Tabungan Hajinya Dimakan Rayap, Penjaga SD Ini Harap Bisa Ditukar"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/ahr)