Nggak Boleh Asal! Minum Jamu Tradisional Juga Ada Aturannya Lho

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 31 Agu 2022 02:04 WIB
ilustrasi jamu
Ilustrasi jamu tradisional. Foto: iStock
Solo -

Masyarakat Indonesia telah menggunakan pengobatan tradisional atau jamu sejak masa lampau. Terdapat beberapa bukti sejarah bahwa penggunaan tanaman untuk pengobatan sudah digunakan sejak lebih dari seribu tahun lampau.

Jejak sejarah tersebut banyak dijumpai dalam relief candi maupun kitab-kitab kuno yang terbuat dari daun lontar.

Berbagai penelitian ilmiah juga menyebut bahwa tanaman yang digunakan oleh nenek moyang kita memang memiliki berbagai khasiat, seperti jahe, kencur, kunyit dan sebagainya.


Konsep back to nature membuat pengobatan secara alami menggunakan jamu atau tanaman obat semakin diminati. Banyak yang meyakini obat alami bebas dari bahan kimia dan tidak memiliki efek samping.

Namun, benarkah obat alami tidak memiliki efek samping?

Dalam buku Imunomodulator Bahan Alami, Ediati Sasmito menyebut bahwa mengonsumsi jamu tradisional juga ada aturannya. Termasuk, saat kita menggunakan jamu tradisional langsung dari tanaman obat.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi tanaman obat.

1. Ketepatan Bahan

Tanaman terkadang memiliki beberapa spesies yang sulit untuk dibedakan. Setiap spesies bisa saja memiliki kandungan zat dan khasiat yang berbeda.
Ketepatan jenis tanaman yang digunakan tentu saja akan berdampak pada hasil pengobatan yang diharapkan.

2. Ketepatan Dosis

Poin ini mematahkan anggapan bahwa terlalu banyak mengonsumsi jamu tidak akan berbahaya. Seperti halnya obat biasa, ada aturan mengenai dosis dalam mengonsumsi tanaman obat.

Sarsito memberikan contoh buah mahkota dewa. Menurutnya, buah itu hanya boleh dikonsumsi dengan perbandingan satu buah untuk tiga gelas.

3. Ketepatan Waktu Penggunaan

Ketepatan waktu dalam menggunakan tanaman obat akan mempengaruhi efek yang diharapkan dari penggunaan.

Contohnya, kunyit yang dikonsumsi saat datang bulan bisa berkhasiat untuk mengurangi rasa nyeri. Namun jika kunyit dikonsumsi di awal kehamilan justru bisa berisiko keguguran..

4. Ketepatan Cara Penggunaan

Setiap tanaman obat memiliki kandungan zat aktif yang berkhasiat. Namun, perlakukan cara penggunaan tanaman obat juga harus tepat.

Salah satu contohnya adalah daun kecubung. Daun ini berkhasiat untuk mengobati asma dengan cara dihisap.

Namun, jangan sekali-kali untuk menyeduhnya dengan air dan meminumnya. Sebab, dengan cara tersebut daun kecubung bisa menjadi racun.

5. Ketepatan telaah informasi

Setiap tanaman obat memiliki zat-zat yang berkhasiat namun juga bisa membahayakan. Kita perlu mendapat informasi yang terpercaya sebelum mengkonsumsinya.

Beruntung, saat ini sudah banyak penelitian ilmiah mengenai penggunaan tanaman obat untuk penyembuhan. Kita bisa mencari informasi melalui buku atau jurnal penelitian.



Simak Video "Mendag Zulhas Targetkan Produk Jamu Tembus India hingga Pakistan"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/mbr)