Ganjar Ajak Warga Jateng Rutin Pakai Baju Adat Tiap Kamis

Ganjar Ajak Warga Jateng Rutin Pakai Baju Adat Tiap Kamis

Erika Dyah - detikJateng
Minggu, 21 Agu 2022 14:18 WIB
Ganjar Ajak Masyarakat Jateng Rutin Pakai Baju Adat Tiap Kamis
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat rutin mengenakan baju adat setiap hari Kamis. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri festival '1.000 Kebaya Untukmu Indonesia'.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Griya Persada Convention Hotel dan Resort Bandungan, Kabupaten Semarang, Ganjar mengungkap kebiasaan mengenakan baju adat ini sebenarnya sudah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

"Maka saya ajak mereka untuk nantinya mereka menggunakan secara rutin seperti di Pemprov," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Minggu (21/8/2022).


Ganjar juga mengajak para pengusaha swasta untuk mengenakan baju adat setiap Kamis. Menurutnya, langkah ini bisa mendorong kebangkitan ekonomi kreatif.

"Tidak hanya aparatur pemerintah, tapi swastanya juga bisa mengenakan baju adatnya juga akan sangat bagus. Pasti ekonomi kreatifnya juga sangat naik," ungkap Ganjar.

Dalam kesempatan ini, Ganjar mengapresiasi masyarakat yang ikut berpartisipasi dan mengenakan pakaian adat. Ganjar mengaku kagum dengan kebaya yang peserta kenakan karena banyak variasinya.

"Bajunya juga didesain tidak yang hanya konvensional, tapi juga bisa dikombinasikan dengan apapun sehingga jauh lebih menarik. Itulah tempat-tempat kreatif yang kemudian bisa dikembangkan," tuturnya.

Sementara itu, Vivi (24) salah satu peserta kegiatan 1.000 kebaya mengaku senang menggunakan baju adat khas Jawa tersebut. Warga Wonosobo yang tinggal di Kabupaten Semarang ini bahkan mengajak sanak saudara memeriahkan pawai kebaya.

"Kita ramai-ramai sih biar bisa meningkatkan lagi peminat kebaya, terus berpartisipasi untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia," ujar Vivi.

Vivi berharap ajakan menggunakan pakaian adat yang Ganjar sampaikan bisa semakin melestarikan kebaya. Terlebih meningkatkan peminat kebaya.

"Untuk kita harus lebih melestarikan lagi sih biar peminatnya lebih banyak lagi, biar bisa kompak lagi sih," pungkas Vivi.

(akd/ega)