Kisah Atlet Tenis Meja Tegal Borong 4 Medali ASEAN Para Games 2022

Imam Suripto - detikJateng
Senin, 08 Agu 2022 21:19 WIB
Banyu Tri Mulyo (27), atlet tenis meja menyabet dua medali emas ASEAN Para Games 2022 di Solo. Foto diambil Senin (8/8/2022).
Banyu Tri Mulyo (27), atlet tenis meja menyabet dua medali emas ASEAN Para Games 2022 di Solo. Foto diambil Senin (8/8/2022). Foto: Imam Suripto/detikJateng
Kabupaten Tegal -

Keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk meraih prestasi. Banyu Tri Mulyo (27), penyandang disabilitas kaki asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, adalah salah satu contohnya. Pria dengan kelainan pada kaki kanan sejak lahir, berhasil menyabet dua medali emas di ajang ASEAN Para Games 2022 di Solo.

Banyu adalah anak ketiga dari pasangan Siswondo dan Taningsih, warga Desa Dukuhsalam, Kabupaten Tegal. Pada ajang ASEAN Para Games 2022 ini dia menyabet empat medali terdiri dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

Dua medali emas dari nomor dobel putra dan beregu putra. Kemudian satu medali perak nomor mix dobel dan satu medali perunggu dari nomor single.


Ditemui di rumahnya, Banyu mengungkapkan untuk cabang tenis meja ditargetkan mendapat 12 medali emas ASEAN Para Games 2022. Akan tetapi hasil yang diperoleh melebihi target yakni 27 medali emas.

"Kita sebagai tuan rumah (Jawa Tengah) bisa mendapat semua medali. Jadi medali yang ditarget pelatih, kami bisa mendapatkan semua. Tidak ada yang lepas. Paling meleset, tapi ke atas semua," tutur Banyu, Senin (8/8/2022).

Setelah berhasil meraih sukses di ASEAN Para Games 2022, Banyu tengah menyiapkan untuk turnamen berikutnya. Sebagai Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Tegal periode 2019-2024 ini, dia tengah menyiapkan diri untuk mengikuti berbagai kejuaraan, di antaranya Yunani Open yang akan diikutinya September hingga Oktober mendatang.

"Fokus ikut single event untuk cari poin menaikkan rangking, supaya bisa masuk Olimpiade Paris," tutur Banyu yang saat ini menduduki peringkat ke-25 dunia.

Sebagai atlet tenis meja, sederet prestasi berhasil ia torehkan baik di ajang nasional maupun internasional. Seperti meraih satu medali perunggu di PON Riau 2012, tiga medali perak di PON Jawa Barat 2016, satu medali perunggu di Asian Youth Games Malaysia 2013, dua medali emas di Indonesia Open 2017, satu medali perunggu di Lignano Master Open Italy 2016, satu medali emas dan satu medali perunggu di Asean Para Games Singapore 2015.

Selain itu, Banyu juga berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perak di ASEAN Para Games Malaysia 2017, dua medali emas di Youth Para Game Dubai 2017 dan dua medali perak di test event Asian Para Games Jakarta 2018.

Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil UNS semester tujuh ini juga tengah bersiap untuk ambil sumpah CPNS di Kemenpora bersama atlet lainnya. Banyu menuturkan sejak 2018 dirinya telah menjadi tenaga fungsional di Kemenpora.

Tak hanya itu, di pertengahan September ini, dia juga berencana melangsungkan pernikahan dengan warga Slawi.

Ibunda Banyu, Taningsih, mengatakan sangat bangga dengan prestasi anak ketiganya.

"Tinggal kasih support pada anaknya, kalau positif kan orang tua selalu support," tuturnya.



Simak Video "Kontingen Indonesia Sumbang Medali Emas dari Cabor Catur"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/ahr)