Pendiri Ponpes Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo, Ustaz Abu Bakar Ba'asyir viral. Dalam sebuah video, Abu Bakar Ba'asyir mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Seperti yang diunggah akun Facebook KataKita, Senin (1/8). Terlihat Abu Bakar Ba'asyir berbicara menggunakan mikrofon.
"Indonesia berdasar Pancasila itu mengapa disetujui ulama, karena dasarnya tauhid, Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini pun pengertian saya terakhir," kata Abu Bakar Ba'asyir dalam video seperti dilihat detikJateng, Selasa (2/8/2022).
Abu Bakar Ba'asyir pun mengakui dulunya dia menganggap Pancasila adalah syirik, namun saat ini pandangannya berubah. Dia pada akhirnya sepakat dengan pandangan umum para ulama Indonesia yang menyetujui Pancasila. Menurutnya tidak mungkin para ulama pendiri bangsa menyetujui Pancasila jika memang dianggap syirik.
"Dulunya saya, Pancasila itu syirik. Saya begitu dulu. Tapi setelah saya pelajari selanjutnya, nggak mungkin ulama menyetujui dasar negara syirik, itu nggak mungkin. Karena ulama itu mesti niatnya ikhlas," ujar Abu Bakar Ba'asyir.
Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim, membenarkan adanya video yang beredar tersebut. Menurutnya, video diambil sekitar tiga bulan lalu.
"Betul, itu video sudah cukup lama, sekitar tiga atau empat bulan lalu," kata Iim saat dihubungi detikJateng, Selasa (2/8).
Baca juga: Abu Bakar Ba'asyir Kini Menerima Pancasila |
Iim menegaskan ayahnya sudah menerima Pancasila sejak lama. Bahkan, disebutnya, sejak dulu Abu Bakar Ba'asyir menolak jika Pancasila ditarik ke arah anti-Islam.
"Soal bahwa Pancasila ditarik dengan anti-Islam, beliau menolak sejak dulu. Masalahnya ada pihak tertentu yang menarik Pancasila dengan pemahaman yang dibenturkan dengan Islam," kata Iim.
Menurutnya, Pancasila yang diakui Abu Bakar Ba'asyir ialah sesuai dengan maksud para pendiri bangsa.
"Kalau dipahami sesuai aslinya, sebagaimana maksud para pendiri bangsa, beliau tidak pernah ada masalah dari dulu," kata dia.
Bahkan menurutnya, Ponpes Al-Mukmin pun mengajarkan Pendidikan Kewarganegaraan kepada para santri. Namun dia menegaskan pendidikan yang diajarkan sesuai dengan referensi sejarah.
"Ngruki juga mengajarkan hal yang sama. Kita pahamkan dasar negara, ada PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). Kita sesuai pemahaman asli dengan referensi sejarah," ujar dia.
Selengkapnya di halaman selanjutnya...
(rih/aku)