Penyakit Asam Lambung Menurut Pakar RSUP Sardjito dan RS PKU Solo

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 22 Jul 2022 05:30 WIB
7 Tips Makan Penderita Asam Lambung Agar Tak Sering Kambuh
Ilustrasi penyakit asam lambung. Foto: iStock
Solo -

Penyakit asam lambung dalam medis disebut Gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit ini menyebabkan nyeri di ulu hati, perut mual, dan lain-lain. Menurut pakar RSUP Dr Sardjito, penyakit ini tidak melulu dipicu oleh faktor makanan atau gangguan pada lambung.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam RSUP Dr Sardjito Jogja Dr dr Neneng Ratnasari SpPD, dikutip dari laman UGM pada Kamis (21/7/2022), asam lambung diperlukan tubuh untuk memulai proses pencernaan. Asam lambung juga untuk membunuh bakteri patogen yang masuk ke lambung.

1. Gejala Penyakit Asam Lambung

Dikutip dari laman RS PKU Solo, Kamis (21/7), penyakit asam lambung atau GERD merupakan kondisi asam lambung naik menuju esofagus atau kerongkongan. Berikut gejala penyakit asam lambung.


  • Dada terasa sesak dan seperti terbakar, panasnya bisa menjalar ke leher
  • Rasa terbakar itu kian menyiksa ketika berbaring atau membungkuk
  • Perasaan asam atau pahit di bagian belakang mulut
  • Kesulitan untuk menelan
  • Bau nafas tidak sedap
  • Gigi menjadi rusak
  • Perasaan ingin memuntahkan isi perut
  • Terkadang juga dapat mengakibatkan masalah pernapasan, seperti batuk kronis atau asma
  • Batuk kering secara terus-menerus di malam hari.Saat penyakit asam lambung kambuh, gejala perut mual dan dada terasa sesak serta panas itu dapat berlangsung hingga beberapa jam. Gejala itu akan terasa lebih buruk setelah makan.

2. Penyebab Penyakit Asam Lambung

Menurut dokter Neneng Ratnasari, penyakit asam lambung berkaitan erat dengan kondisi stres dan kecemasan. Selain itu, penyakit asam lambung juga bisa dipicu oleh faktor makanan atau gangguan pada lambung.

Kecemasan Tinggi

Neneng mengaku sering menjumpai pasien dengan kondisi lambung yang baik tapi sering mengalami penyakit asam lambung. Dia mengatakan, kenaikan jumlah asam lambung yang berlebihan yang dialami para pasien itu disebabkan tingkat kecemasan yang tinggi.

"Banyak diderita oleh pasien kita," kata Neneng dalam acara bedah buku Comprehensive Biomedical Science: Sistem Gastrointestinal Hepatobilier, Pankreas, di UGM beberapa waktu lalu, dikutip dari laman UGM.

Pola Makan

Faktor pola makan juga memengaruhi terjadinya penyakit asam lambung. Berikut adalah kebiasaan makan yang dapat menyebabkan penyakit asam lambung.

  • Setelah makan terus tidur terlentang. Kebiasaan ini melemahkan otot esofagus
  • Makan terlalu terburu-buru
  • Sering mengonsumsi makanan cepat saji (fast food).
    Untuk menghindari penyakit asam lambung, Neneng menyarankan agar jenis makanan serta pola makan mesti diperbaiki.

Dinding Lambung Rusak

Menurut dosen Biokimia FK-KMK UGM, dr Ahmad Hamim Sadewa PhD, sekresi asam lambung yang berlebihan juga bisa disebabkan oleh aspek anatomi dinding lambung yang sudah mengalami kerusakan.

"Perlu diketahui tingkat stres atau pola makan yang kurang baik atau kelainan struktur yang dilihat secara radiologi," kata dokter Ahmad dikutip dari laman UGM.

3. Mengobati Penyakit Asam Lambung

Dalam laman RS PKU Solo disebutkan, orang yang memiliki penyakit GERD paling tidak akan mengalami gangguan refluks asam beberapa kali dalam seminggu.

Umumnya, penyakit asam lambung kadar ringan hanya akan terjadi 1-2 kali dalam sebulan dan tidak memerlukan penanganan medis khusus.

Gejala penyakit asam lambung kadar ringan dapat diatasi dengan cara mengubah pola makan serta membeli obat-obatan di apotek.

Namun, jika gejala penyakit asam lambung sudah terbilang parah, disarankan segera menemui dokter untuk penanganan lebih lanjut.



Simak Video "Dokter Spesialis Sebut Mag Tak Menyebabkan Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)