Penyakit Saraf Kejepit Apakah Harus Dioperasi? Begini Kata Dokter

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 22 Jul 2022 03:00 WIB
saraf kejepit
Cara mencegah penyakit saraf kejepit. Foto: infografis detikHealth
Solo -

Penyakit saraf kejepit dalam istilah medis disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Karena penyakit saraf kejepit, selebriti Raffi Ahmad pernah harus menjalani operasi pada Maret 2022. Apa itu penyakit saraf kejepit? Adakah solusinya selain operasi?

Dikutip dari laman resmi Eka Hospital pada Kamis (21/7/2022), HNP atau penyakit syaraf kejepit umumnya ditandai dengan kondisi saraf yang tertekan (terjepit) oleh bagian sekitarnya. Ada dua gejala penyakit saraf kejepit yang patut diperhatikan.

1. Gejala Penyakit Saraf Kejepit

  • Sering merasa nyeri hebat seperti tertusuk jarum di area tulang belakang dan leher
  • Nyeri di punggung dan leher itu kian terasa menyakitkan ketika kamu berusaha meregangkan otot dan memutar kepala
  • Gejala lain yang bisa timbul seperti mati rasa, kesemutan, dan rasa lemah.

2. Penyebab Penyakit Saraf Kejepit

Penyakit saraf kejepit tak hanya dialami orang lanjut usia. Menurut Eka Hospital, banyak pula orang usia produktif 25-40 tahun yang mengeluhkan sakit pinggang.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab penyakit saraf kejepit. Dua antaranya adalah:


  • Faktor genetik dan usia
  • Terlalu sering duduk sampai berjam-jam.

Bagaimana caranya agar penyakit syaraf kejepit tak menghinggapi punggung atau leher? Sedikitnya ada 6 cara mencegah penyakit syaraf kejepit.

3. Mencegah Penyakit Syaraf Kejepit

  • Pastikan tubuh dalam posisi baik dan benar saat duduk
  • Gunakan brace/korset untuk menjaga posisi tubuh dengan baik
  • Jangan terlalu lama menyilangkan kaki saat duduk
  • Ambil rehat sejenak ketika melakukan kegiatan yang berulang
  • Jaga berat badan ideal
  • Rutin berolahraga agar tubuh rileks sekaligus menguatkan otot.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur kena penyakit saraf kejepit? Menurut DR dr Luthfi Gatam Sp OT (K) Spine dari Eka Hospital, ada dua cara penanganan terhadap penyakit saraf kejepit.

4. Cara Mengobati Saraf Kejepit

  • Perbanyak istirahat
  • Fisioterapi
  • Konsumsi obat di bawah pengawasan dokter
  • Jika tiga cara di atas tidak menunjukkan perbaikan, perlu dilakukan tindakan lanjutan, salah satunya operasi

5. Operasi Penyakit Syaraf Kejepit

Seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran, tindakan operasi untuk penyakit saraf kejepit kini mengarah pada tindakan minimal invasive yang aman.

Tindakan minimal invasive itu ditandai dengan operasi minim sayatan serta metode endoskopi yang biasa disebut Percutaneous Endoscopic Lumbal Discectomy (PELD) untuk tulang belakang dan Percutaneous Endoscopic Cervical Decompresion (PECD) untuk leher.

Dalam laman resmi Eka Hospital disebutkan PELD adalah penanganan terhadap penyakit saraf kejepit dengan tingkat kesembuhan di atas 98% yang dengan sayatan hanya sekitar 8 milimeter. Dengan PELD, pasien hanya perlu dirawat 2-3 hari.

Sama seperti PELD, PECD juga minim sayatan dan akurat karena menggunakan kamera endoskopi. Dengan metode PELD dan PECD, tingkat trauma pasca-operasinya rendah, waktu penyembuhan singkat, dan terhindar dari risiko infeksi.

6. Biaya Operasi Penyakit Saraf Kejepit

Menurut Dokter Luthfi selaku Ketua Gatam Institute atau pusat layanan orthopedi di Eka Hospital, metode PELD dan PECD merupakan solusi bagi penderita penyakit saraf kejepit yang ragu untuk operasi karena takut risiko kelumpuhan.

"Melalui PELD dan PECD, akurasi operasi dapat ditingkatkan menjadi 98%. Bahkan untuk masalah biaya masih dibilang terjangkau, angkanya sekitar Rp 120-160 juta tergantung derajat keparahannya. Jangan lupa, dengan metode ini pasien bisa langsung jalan pulang," kata Dokter Luthfi dalam laman resmi Eka Hospital.



Simak Video "Hanung Bramantyo Gelontorkan Rp 200 Juta untuk Operasi Saraf Kejepit "
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)