Merananya Pilar Batu Situs Candi Tampir di Boyolali Ambruk

Jarmaji - detikJateng
Minggu, 26 Jun 2022 14:37 WIB
Situs Candi Tampir di Musuk, Boyolali. Pilar batu yang menjadi ciri utamanya ambruk, Minggu (26/6/2022). (Foto: Jarmaji/detikJateng)
Boyolali -

Situs Candi Tampir di Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali kondisinya mengenaskan. Tidak terawat, di sekitarnya ditumbuhi semak belukar rapat dan bahkan pilar batu ciri utama situs, kini ambruk.

"Sejak didata oleh Belanda antara tahun 1948-1953, hingga bulan Februari 2022 kondisi pilar batu yang menjadi ciri utama situs tersebut (Candi Tampir) masih tegak berdiri. Tapi tanggal 19 Juni 2022, kami ke sana, pilar batu itu sudah ambruk," kata Ketua Boyolali Heritage Society (BHS), Kusworo Rahadyan, Minggu (26/6/2022).

Lokasi situs Candi Tampir ini memang cukup tersembunyi. Berada persis di belakang SMPN 1 Musuk Boyolali, situs ini tak tampak dari jalan.

Untuk menuju ke situs tersebut, harus melalui jalan yang masih berupa di selatan SMPN 1 Musuk. Berjalan ke arah timur, tepat di timur SMP tersebut belok ke kiri atau ke utara menyusuri jalan setapak di areal kebun yang ditumbuhi semak belukar.

Kemudian bertemu jalan setapak bercabang, ambil yang kanan. Di areal kebun yang tumbuhi semak seperti di hutan ini lah situs candi berada.

Situs candi tak terlihat dari jalan setapak karena berada di tanah yang lebih tinggi. Namun, sebagai batu-batu candi terlihat berserakan di kebun diantara semak belukar dan pohon-pohon cukup besar.

Pantauan detikJateng, lokasi situs candi cukup dekat dengan sungai. Di kebun itu banyak dijumpai bebatuan lepas yang diperkirakan bagian dari bangunan candi. Batuan itu pun ditumbuhi banyak lumut.

"Situs ini berupa reruntuhan struktur candi, beberapa antefik dan batu berbentuk kelopak bunga ini tersebar di kebun tersebut. Kondisi situs ini memang tidak terawat sejak dulu karena menurut informasi warga lokasi tersebut angker," jelas Kusworo.

Selain lokasi yang ditumbuhi rumput dan tanaman liar, kondisi batu-batu candi juga ditumbuhi lumut. Sehingga batuan candi rawan rusak maupun dicuri.

Simak selengkapnya di halaman berikut...




(sip/aku)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork