NPC Paparkan Kronologi Jokowi Dukung Gibran Jadi Ketua Inaspoc

NPC Paparkan Kronologi Jokowi Dukung Gibran Jadi Ketua Inaspoc

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Jumat, 24 Jun 2022 16:14 WIB
Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng)
Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng)
Solo -

Penunjukan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebagai Ketua Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (Inaspoc) dikritik politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS). National Paralympic Committee (NPC) meminta penunjukan Gibran tidak dipolitisasi.

Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menjelaskan proses penunjukan Gibran tidak langsung dipilih presiden. Proses panjang dimulai sejak terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN Para Games XI pada Januari lalu.

"Sebetulnya tidak ada schedule ASEAN Para Games di Indonesia. Saya minta Pak Presiden agar diselenggarakan karena sudah dua kali ASEAN Para Games tidak digelar. Pak Presiden menanggapi positif, tapi saat itu belum bicara soal Solo," kata Senny dalam jumpa pers di kantor NPC Indonesia, Solo, Jumat (24/6/2022).


"Kita kan pernah tuan rumah Asian Para Games di Jakarta, di sana sudah tersedia peralatan, siaplah. Tapi saya ingatkan 2011 Solo jadi tuan rumah, Pak Jokowi saat itu wali kota, sukses jadi tuan rumah. Tentunya Solo siap melakukannya," imbuhnya.

Baru kemudian NPC berpikir menunjuk ketua yang dapat melaksanakan persiapan ASEAN Para Games XI dengan cepat. Sebab persiapan pesta olahraga difabel ASEAN ini hanya punya waktu enam bulan.

"Saya minta Mas Gibran, mudah-mudahan beliau mau jadi ujung tombak, karena ini rumah beliau. Januari kita undang hadir di NPC kita mintai tolong. Mas Gibran mau nggak nolong kita," ujarnya.

"Kalau nggak ke Gibran ke siapa lagi, masa yang tidak paham Solo. Bapaknya Solo kan Gibran, makanya minta tolong, untungnya beliau mau, karena kan banyak yang memarjinalkan difabel. Dia cuma melihatnya ini event internasional, kita harus bisa, harus juara," tegasnya.

Senny menjelaskan dari pertemuan NPC dengan Gibran itu kemudian dia mengajukan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Baru setelah itu disusun Peraturan Presiden yang kemudian ditandatangani Presiden Jokowi.

"Bukan tiba-tiba Presiden tanda tangan menunjuk Gibran. Pak Jokowi tidak pernah menyarankan Gibran. Yang menyarankan NPC, minta ke Menpora, lalu dimintakan tanda tangan ke presiden. Makanya proses lama banget, sampai kita deg-degan itu ditandatangani nggak," katanya.

"Kita nggak ngerti politik dan nggak mau ikut campur. Kita nggak mau dipolitisasi. Olahraga itu kalah ya kalah, menang ya menang," pungkasnya.



Simak Video "Momen Polisi Bangunkan Maling yang Ketiduran di Ruang Guru SDN Blora"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/mbr)