Ganjar Bangun 18 Sekolah Asrama Gratis hingga Bebaskan SPP Pelajar

Hanifa Widyas - detikJateng
Selasa, 21 Jun 2022 17:44 WIB
Ganjar Bebaskan SPP Pelajar hingga Bangun 18 Sekolah Asrama Gratis
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau PPDB di SMAN 5 Semarang Foto: (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dinilai berhasil membenahi persoalan pendidikan di Jawa Tengah terkait mahalnya biaya pendidikan dan akses sekolah. Selama masa kepemimpinannya, Ganjar membangun 18 sekolah asrama gratis hingga membebaskan biaya SPP pelajar.

Diketahui, sekolah asrama gratis yang dikhususkan bagi siswa kurang mampu bernama SMK Negeri Jateng itu tersebar di Semarang, Pati, dan Purbalingga. Rencananya, tahun ini Ganjar akan menjalankan sekolah yang sama dengan sistem semi boarding di 15 daerah lain di Jawa Tengah.

Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Mungin Eddy Wibowo menilai upaya Ganjar membuat program SMKN Jateng gratis bagi masyarakat miskin ini merupakan langkah yang sangat tepat. Dengan program tersebut, tingkat kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah dipastikan akan lebih baik kedepannya.


Pasalnya, kata dia, pendidikan merupakan pengentasan kemiskinan solusi jangka panjang yang sangat bagus. Sebab, selain dapat memperbaiki ekonomi keluarganya, anak-anak kurang mampu yang mendapatkan pendidikan juga akan mampu memberdayakan masyarakat miskin di sekitarnya.

"Program SMKN Jateng yang diinisiasi Gubernur Ganjar ini sangat bagus. Sebab program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat miskin di Jawa Tengah mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan bekal pendidikan itu, anak-anak ini nantinya akan mejadi mandiri dan mampu mengangkat ekonomi keluarganya menjadi lebih baik," kata Mungin dalam keterangan tertulis, Selasa (21/6/2022).

Lebih lanjut, Mungin menyebut anak-anak kurang mampu nantinya bisa mendapatkan pendidikan sesuai keterampilan masing-masing. Lulusannya diharapkannya memiliki keahlian khusus yang dapat dimaksimalkan untuk masyarakat luas.

Dia juga menilai SMKN Jateng yang dirintis oleh Ganjar tersebut dapat menjadi percontohan nasional. Ia berharap program sekolah tersebut akan ditambah menjadi lebih banyak oleh Pemprov Jateng.

"Bisa saja menggandeng pihak swasta untuk melakukan penambahan jumlah SMKN Jateng ini. Semakin banyak sekolah yang dibangun, maka akan semakin besar kesempatan masyarakat miskin Jateng yang mendapatkan pendidikan layak. Kalau mengandalkan APBD saja akan sulit, jadi kalau bisa bekerjasama dengan pihak swasta atau para filantropi," pungkasnya.

Sekedar informasi, para siswa yang tinggal jauh dari lokasi sekolah ini disebut terbantu dengan adanya fasilitas Sekolah Asrama gratis ini. Para siswa mendapatkan sarana, seperti seragam, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan sehari-hari yang ditanggung oleh pemerintah provinsi.

Selain itu, banyak lulusan dari SMK Negeri Jateng yang kini telah bekerja di perusahaan-perusahaan bonafit hingga mampu mengirimkan uang bulanan untuk orang tua, menjamin fasilitas kesehatannya, serta membangun rumah.

Di sisi lain, Ganjar juga sudah membebaskan biaya SPP bagi seluruh siswa di SMA/SMK/SLB Negeri di Jateng sejak 2020. Anggaran Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) digelontorkan untuk sekolah-sekolah itu agar siswa tidak dibebankan oleh biaya pendidikan. Diketahui, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran BOP sebesar Rp 769.714.070.000 untuk tahun 2022.

Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Ganjar tidak hanya memperhatikan sekolah negeri, melainkan juga sekolah swasta. Mereka mendapat bantuan Bosda (bantuan operasional sekolah daerah) sebesar Rp 159.431.400.000 untuk tahun ini. Anggaran tersebut digunakan untuk 607.021 siswa dari 1.917 sekolah.

(akd/ega)