Warga Temukan Elang Bido Terluka di Lereng Merbabu Magelang

Eko Susanto - detikJateng
Sabtu, 11 Jun 2022 15:48 WIB
Temuan elang bido oleh warga Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang di lereng Gunung Merbabu.
Temuan elang bido oleh warga Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang di lereng Gunung Merbabu. Foto: Instagram @btn_gn_merbabu
Magelang -

Seorang warga Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, menemukan seekor burung elang bido atau spilornis cheela dalam kondisi terluka. Elang bido tersebut ditemukan di kebun di lereng Gunung Merbabu.

Penemuan seekor elang bido tersebut diposting akun Instagram @btn_gn_merbabu yang merupakan akun resmi Balai Taman Nasional Gunung Merbabu. Adapun penemuan tersebut diserahkan pada Kamis (9/6).

Dalam keterangan akun Instagram @btn_gn_merbabu disebutkan, hari ini telah diterima penyerahan satwa berupa 1 ekor Elang Bido/Spilornis cheela dari masyarakat Desa Ketundan a.n Rion @ryan_vidi*** dan Jianto @cuilgos***.


Satwa tersebut ditemukan sdr Rion dalam keadaan leher terluka di kebunnya yang diduga ditembak pemburu. Satwa langsung dibawa ke Puskeswan Mungkid Dinas Peternakan dan Perikanan Kab Magelang @puskeswanmungkid dan telah ditangani oleh drh Deni, drh Wiwin dan drh Anggi. Setelah penanganan usai, Elang bido dievakuasi petugas Polhut untuk diserahkan ke Balai KSDA Jogjakarta.

Penemu elang bido, Rion Fitdianata mengatakan burung tersebut ditemukan pada Rabu (8/6) sekitar pukul 13.00 WIB di kebun milik saudaranya. Saat itu, ia yang sedang duduk-duduk di depan rumahnya melihat seorang burung yang terbang rendah.

"Pakde di ladang memberikan ada burung bido, terus saya samperin burung tersebut. Saya cek kondisinya sudah lemas banget, stres kayak kena luka. Burung itu terus saya bawa pulang, saya kasih minum dan makan," ujar Rion saat dihubungi, Sabtu (11/6/2022).

Rion pun memberitahukan kepada temannya untuk bersama-sama melakukan pengecekan terhadap kondisi burung tersebut. Setelah dilakukan pengecekan ditemukan luka di bagian bahu diduga luka tembak.

"Saya pikir kena tembak nggak tahu ternyata ada bekas luka di bagian bahu di bawah leher kiri. Saya orang kampung panik, burung itu dilindungi terus berusaha menghubungi teman-teman wisata yang mengetahui petugas taman nasional," ujarnya.

Burung tersebut kemudian diserahkan menuju pegawai Taman Nasional Gunung Merbabu, Kamis (9/6).

"Kami serahkan Kamis, penemuannya Rabu," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Joni Indarto membenarkan puskeswan sempat merawat burung tersebut.

"Setelah dilakukan perawatan, kemudian dibawa menuju ke BKSDA Jogjakarta," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb), Johan Setiawan berharap masyarakat turut melindungi satwa yang dilindungi. Jenis-jenis seperti elang, kijang maupun lainnya biarkan hidup bebas di habitatnya.

"Kami berharap masyarakat turut melindungi satwa dilindungi. Biarkan mereka bebas hidup di rumah habitat tersisa di kawasan konservasi khususnya TNGMb. Efek pembangunan untuk kesejahteraan manusia mendesak jenis-jenis dilindungi seperti elang, owa Jawa, kijang terdesak dalam habitat tersisa yaitu kawasan konservasi seperti TNGMb. Elang bido dilindungi," pungkasnya.



Simak Video "Viral Tumpukan Sampah di Merbabu, Sampah Para Pendaki Gunung Diperiksa"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/rih)