Dinkes Jateng Sebut Tak Ada Lagi Kasus Baru Kretin di Wonogiri

Afzal Nur Iman - detikJateng
Minggu, 29 Mei 2022 13:01 WIB
Suasana Desa Lemahbang, Wonogiri yang memiliki fenomena kretin massal. Foto diambil pada Jumat (20/5/2022).
Suasana Desa Lemahbang, Wonogiri yang memiliki fenomena kretin massal. Foto diambil pada Jumat (20/5/2022). (Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng)
Semarang -

Desa Lemahbang di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri dikenal dengan fenomena kretin yang turun temurun. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Dinkes Jateng) ikut turun tangan untuk menangani fenomena itu.

"Upaya yang sudah dilakukan Dinkes Prov bersama Wonogini adalah gerakan kapsul iodium dan garam beryodium. Kadar garam beriodium sudah 95 persen," kata Kadinkes Jateng, Yunita, kepada detikJateng, Jumat (27/5/2022).

Hingga kini, pihaknya juga terus memberikan edukasi kepada warga di Wonogiri terkait konsumsi makanan bergizi. Termasuk promosi kesehatan di desa-desa yang rentan.


"Saat ini garam beryodium di pasaran sudah memiliki kadar 95 persen, jadi kami saat ini pada posisi edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat," jelasnya.

Hal itu terus dilakukan mengingat Wonogiri memang merupakan daerah endemis Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). Namun, Yunita menyebut bila sejak 1996 sudah tidak ada kasus baru kretin di sana.

"Kasus baru kretin saat ini sudah tidak ada di Wonogiri," katanya.

Yunita menyebut bila kasus kretin di Lemahbang Wonogiri merupakan kasus lama. Pada skitar tahun 1990-an ada sebuah desa yang terkena kretin secara masal.

"Di mana ada sekitar 100 orang yang menderita penyakit ini, yang berakibat di masa desanya kretin termasuk keterbelakangan mental," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, 41 warga di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, mengalami kelainan kretin. Kondisi itu membuat mereka berkebutuhan khusus, seperti keterbelakangan mental, bisu-tuli, hingga tunanetra.

Dari 41 warga yang mengidap kretin, rata-rata dari mereka kelahiran sebelum 1990. Hanya ada 4 kasus kretin pada pada 2000 hingga saat ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Setyarini, menyebut kretin murni karena kekurangan iodium dan bukan merupakan penyakit keturunan. Kondisi tersebut dapat menimpa siapa saja.

"Kretin itu karena kekurangan kadar yodium dari unsur makanan dan minuman," kata Setyarini kepada detikJateng, Sabtu (21/5).



Simak Video "Lembut Nan Lezat, Menikmati Sayur Lombok Tempe Mlanding Wonogiri"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)